Bismillaahirahmanirrahiim
" Saya bersyukur Bapak menjadi dosen disini "
" Saya pun bahagia punya mahasiswa seperti
Amanda disini "
..
..
..
Masih ingat dosen sekaligus dekan Favorite saya ?
Yaps, Pak Sus Budiharto. Beberapa hari ini saya sedang sering-seringnya
berinteraksi dengan beliau karena sebuah tugas wawancara. Karena sering
bertatap muka dan berbincang dengan beliau lah, rasanya beberapa perubahan
berupa ketenangan dan kebahagiaan menjadi hadir dalam hidup saya sekarang. Yah,
walaupun terkadang saya masih saja tetap rapuh seperti biasanya, mudah sedih
karena kangen keluarga misalnya -_-
Berkomunikasi dengan beliau membuat saya mendapat
banyak pelajaran berharga, terlebih tentang makna kebahagiaan yang
sesungguhnya. Menurut beliau, kebahagiaan adalah ketika kita melakukan sesuatu
karena ingin meraih ridho Allah semata. Melakukan sesuatu karena ingin Allah suka dengan setiap yang kita lakukan.
Manusia itu adalah makhluk yang mudah kecewa, karena melakukan sesuatu atas
harapan dipandang dan diakui oleh orang lain. Dalam setiap hal pasti akan ada
yang suka dan tidak suka atas tindakan yang kamu lakukan, berharap semua orang
menyukaimu adalah hal yang sangat beresiko untuk menimbulkan kekecewaan. Maka,
ketika kau mengubah niatmu untuk melakukan sesuatu hanya agar "Allah
ridho" kepadamu, sebesar apapun ketidaksukaan orang lain terhadap apa
yang kamu pikirkan atau lakukan tidak akan membuat perasaan mu rapuh dan mudah
kecewa. Karena dari awal kamu tidak pernah mengharapkan pujian dari mereka,
cukup lah Allah yang ridho dengan segala yang kita lakukan. Kamu percaya kan
kalau Allah akan membahagiakan mu :) ? Sehingga dalam setiap apa yang kita lakukan,
kita akan ikhlas dan sungguh-sungguh dalam mengerjakannya, karena Allah menilai
dari usaha dan kesungguhan niat, bukan hasil.
"...Cukuplah
Allah bagiku, tidak ada Tuhan selain dariNya. Hanya kepadaNya aku bertawakkal
dan Dia memiliki Arasy yang agung." - (QS
At-Taubah: 129).
..
..
..
Saya sangat senang terhadap pak
Sus, terlebih karena tidak menyangka bahwa beliau mengingat nama saya. Sangat
kaget. Seriusan. Kaget karena sudah dua semester ini beliau tidak pernah mengajar saya
lagi namun masih mengingat wajah dan nama saya dengan baik. Hari pertama wawancara, beliau membelikan kami (saya dan seorang teman)
dua buah yoghurt/orang, haha. Ditraktir dekan ini ceritanya, cyiint. Lalu dihari kedua
kami bertemu di selter, tempat saya mengajar mbah-mbah di gunung merapi, beliau sebenarnya dari dulu juga mengajar disana hanya saja dihari yang berbeda. Dan saya sengaja menyusul di
hari yang berbeda tersebut, walaupun dijalan sempat tersesat dan kehujanan
(tapi seriusan tersesat di atas gunung yang sepi pada malam hari sehabis maghrib dengan
bonus kehujanan adalah pengalaman ter amazing saya selama mengajar). Apalagi
ketika kami datang dan menerima kenyataan pahit bahwa ternyata pak Sus baru saja selesai menutup kegiatan di selter, ha. ha. ha. ha-_-
*datang memarkir motor*
*masuk
pintu mesjid*
"
Ya jadi sekian dari saya malam ini, wassalamualaikum wrwb " - pak sus.
*Membeku
di depan pintu mesjid karena mendapat shock therapy*
*Angin
berhembus kencang, syuuuuuuuu~~~~~~*
( Oh ya, btw terimakasih buat
beberapa teman yang sudah mau menemani malam itu, Nike, Eri, rijal, adi, ka
ojhan, dan Yogi. Saya sangat tersentuh.. dan sangat senang mempunyai saudara
seperti kalian. Yak, sedikit lebbay ini pemirsa ._. )

