Showing posts with label curhat. Show all posts
Showing posts with label curhat. Show all posts

Saturday, October 24, 2015

The best Psychologist




Dalam sebulan ini, psikologis saya benar-benar terombang ambing. Ini lucu, saya adalah lulusan psikologi yang seakan membutuhkan seorang psikolog.

Di bulan ini, saya telah dua kali menolak pekerjaan, bukan murni karna kemauan saya, namun lebih didasari lingkungan yang tidak mendukung. Ini bukan pengalaman yang baik, namun ini lebih ke pengalaman yang buruk. Karena terkadang, menolak pekerjaan jauh lebih menyakitkan dibandingkan ditolak pekerjaan.

Pengalaman pertama saya menolak pekerjaan adalah dimulai ketika saya datang ke sebuah acara jobfair di Banjarmasin. Saya iseng meletakkan lamaran ke sebuah perusahaan yang lumayan besar dimana ia membuka cabang di kota saya ini. Saya mengikuti seleksi bersama seratusan orang, tes tersebut terbagi menjadi 3 tahap yang dilaksanakan dalam 2 bulan. Seleksi administrasi, psikotes, hingga wawancara. Saya pun lolos hingga tahap wawancara, dimana mulai muncul lah keraguan saya. Peserta yang lolos saat itu tertinggal menjadi 4 orang. Ketika wawancara, saya baru mengetahui bahwa wilayah kerja yang harus saya tangani adalah Kalimantan selatan dan Kalimantan tengah, dimana akan banyak perjalanan keluar kota yang harus di jalani. Dan ketika saya diskusikan ke keluarga, ternyata dari keluarga kurang memberikan dukungan. Betapa kagetnya saya ketika mas dari pihak perusahaan mengabari bahwa saya adalah satu-satunya yang terpilih untuk menjadi bagian dari perusahaan tersebut dan disiapkan untuk pergi menemui bos di kantor pusat di Jakarta sebelum bekerja di Banjarmasin. Posisi yang ditawarkan pun termasuk salah satu posisi tinggi untuk seorang fresh graduate seperti saya, hingga fasilitas-fasilitas dan gaji yang ditawarkan begitu sangat menggoda (yang tentu sesuai dengan beratnya tanggungjawab saya bila bekerja disitu).

Sunday, February 8, 2015

Surat teruntuk Diri Sendiri




Rasanya aneh, ketika -dengan tiba2- masa lalu mulai mengetuk kembali ruang ingatan kita. Mengetahui apa yang dulu tidak kamu ketahui, membuatmu berusaha menerka-nerka kejadian dulu yang pernah singgah. Hal itu tentu saja membuat memori-memori manis yang sempat kamu lupakan menjadi teringat lagi.
Semoga perasaan itu tidak kembali lagi, pinta hatimu.
Tapi apa daya, siapa yang tahu isi hati manusia selanjutnya kecuali Allah ? Dia Yang Maha Pengatur. Yang membuatmu lupa, dan membuatmu mengingat kembali.
Kata “seandainya dulu..” terus bermain di kepala.
Mengapa tiba-tiba harus mengetahuinya sekarang ?
Menyesal ? Tapi bukankah masa itu telah berlalu ? Mengetahuinya sekarang pun harusnya tidak akan mengubah apapun kan ?
Hanya saja.. ada sesuatu yang aneh disini, di hati. Seakan masih ada rasa yang tersisa.
Bahkan, jika dulu pun dapat mengetahuinya, apa yang akan berubah ? Kalian tetap akan seperti ini, jauh. Walau sebenarnya jarak ini terkadang menyakitkan. Namun, percaya lah bahwa Allah punya takdir-Nya sendiri, takdir yang jauh lebih indah. Dan kamu tidak ingin menodai nya dengan hal-hal buruk yang tidak disukai-Nya kan. Kau tahu, bahwa ia adalah orang yang benar-benar paham akan hal ini. 

Friday, September 19, 2014

Moved.





Beberapa hal telah terjadi dan mulai mengubahku perlahan. Mungkin Manda yang dulu, akan berbeda dengan Manda yang sekarang. Aku merasa lebih kuat dalam menghadapi sesuatu. Beberapa hal itu menempa dan membangunkan kekuatan dalam diriku. Mungkin benar kata orang, semakin banyak cobaan yang menimpamu maka akan semakin matang pula kekuatanmu. Aku tidak pernah tau kalau aku ternyata sekuat ini, ya mungkin seberapa kuatnya diri seseorang itu memang akan terlihat ketika cobaan itu datang. Sebagaimana ia dapat menghadapi cobaan itu dengan tetap tegar berdiri. Aku pernah ingin menyerah dan melarikan diri, tentu saja. Sebelum "hal" itu datang, aku telah berencana untuk melarikan diri dan bersembunyi darinya. Namun, tentu saja aku telah menampar diriku sendiri atas rencana bodoh tersebut.

Thursday, May 1, 2014

Baik dan Buruk.




Apa yang akan terjadi, ketika tiba-tiba suatu hari, hatimu bilang; ternyata dialah orangnya, dialah orang yang ingin kunikahi. Bukan sosok yang kuimpi-impikan selama ini, tapi sosok yang mengenalku luar dan dalam. Yang dihadapannya aku bisa jadi manusia paling norak dan paling sok. Yang dihadapannya aku bisa menangis dan marah semauku tanpa takut dia hilang. “ –
Falafu

Beberapa hari ini saya ingin sekali menuliskan berbagai macam hal mengenai pikiran-pikiran yang berlarian di kepala. Namun, saya hanya malas untuk membuka word dan kemudian mulai menuangkannya. Salah satu sifat buruk saya. Padahal ketika saya memutuskan untuk menyimpannya sendiri sama saja dengan saya membiarkan diri saya semakin tenggelam di dalamnya. Dan ketika akhirnya saya memutuskan untuk menuliskannya, maka hal itu akan mengalir keluar dari kepala dan membuat saya lega. Begitu saja dan sangat sederhana. Yang akhirnya membuat saya kemudian menjadi lega sekali. Sangat.

Ya, mungkin kebanyakan perempuan ingin menikah dengan seorang yang telah mengenalnya luar dan dalam. Yang katanya, di depannya kita bisa menjadi apa saja, baik dan buruknya dari kita. Saya termasuk dari mereka yang menginginkannya. Tentu saja. Namun, bagaimana jika akhirnya kita tidak dapat menemukannya. Atau mungkin, kita pernah menemukannya namun akhirnya sengaja melewatkannya, karena ternyata ia tidak merasakan seperti yang kita rasakan. Ada masa saya akhirnya menangis bahkan tanpa sempat saya sadari ketika teralun sebuah lagu, hanya karena mengingat seorang sosok yang kita inginkan bahagianya diatas bahagia kita. Ya, karena dia adalah sosok yang selalu terbayang di kepala kita ketika semua lagu teralun, baik dan buruknya dia. Karena buruk dari ia pun bahkan telah kau terima tanpa kau bisa membantahnya. Ya, begitulah cinta.  Berjalan begitu saja sebelum sempat kita sadari, sebelum kita hendak berpikir untuk mengelaknya. Ketika kau begitu ingin membencinya namun ternyata telah terlambat, karena semua sifat buruknya pun telah dapat kau terima. Dan saya, pernah mencintai seseorang dengan sebegitunya. Mungkin, hal tersebutlah yang akhirnya membuat saya begitu menginginkan seorang pria yang dapat mencintai saya dengan begitu baiknya pula seperti yang pernah saya lakukan.

Namun bagaimana jika saya adalah termasuk dari para perempuan yang takut, takut ketika mendengar seseorang ternyata telah menyukai kita tanpa sempat kita sadar sebelumnya. Kita bahkan tidak bisa menerka apa yang telah membuat mereka jatuh cinta, sejak kapan, dan bagaimana cinta itu bisa bertahan dalam diri mereka. Saya hanya takut untuk mempercayai. Karena beberapa pikiran seperti; ‘mungkin ia hanya menyukai apa yang terlihat saja, bagaimana mungkin ia bisa menyukai bahkan tanpa ia mengetahui bagaimana sebenarnya saya yang sesungguhnya’ , ‘mungkin itu hanya cinta sesaatnya saja’, ‘mungkin ia hanya terlalu baik dan ingin menghibur karena kita terlihat begitu menyedihkan di matanya’, dan sebagainya yang terus berlarian di kepala saya. Ya, bagaimana mungkin seseorang bisa memutuskan untuk berani menyukai seseorang yang lain bahkan tanpa ia tahu sifat yang sesungguhnya dari orang tersebut ? Ia, mungkin hanya suka. Namun, bukan cinta.

Friday, April 4, 2014

Benar-benar.



Pada akhirnya, apa yang harus aku lakukan ?
Rasanya seperti ingin mengatakan, " Biar aku yang menghilang dan pergi. " .
Sampai semuanya kembali membaik, pun bahagia.
Dan..
Sebelum akhirnya, semua pemeran terperosot semakin dalam di alur cerita yang salah.
Itu benar-benar tidak baik, kan ?

Tapi.. yah, entahlah.
Aku hanya benar-benar ingin melihat bahwa setiap dari mereka mendapatkan bahagianya. :)


Wednesday, January 22, 2014

Grow.



Tiba-tiba saya menemukan sebuah buku tulis yang baru terisi satu lembar. Sesaat kemudian mulai tersenyum-senyum sendiri saat menelusuri kata demi kata yang tertera. Terkadang ada perasaan geli dengan diri di masa lalu. Haha. Kenangan mengantarkan sebuah proses kedewasaan dalam pola berpikir dan bertindak di masa sekarang. Saya harus benar-benar berterimakasih atas perjuangan-perjuangan saya dahulu yang telah berusaha dengan kerasnya dalam mengantarkan diri menjadi seperti sekarang.

Juli, 2013.

Bahkan saya sudah menulis tentang rengekan patah hati di lembar pertama dalam sebuah buku yang seharusnya saya jadikan ‘diary’.

Motif awal membuat buku diary lagi ?
    Mungkin.. karena dulu itu tumbuh rasa keinginan untuk nyamain kelakuan si Shone di film ‘A Crazy Little Thing Called Love’. Diawal saya menuliskan, “pengen kaya si P'shone yang menuliskan fase-fase perasaannya kepada si Nam lalu di dokumentasikan”. 

Thursday, November 28, 2013

Rumah Singgah


Bismillahirrahmannirrahiim


“ Kenapa sih Manda harus les di tempat yang Manda takuti setiap ingin melangkahkan kaki kesana ? Kenapa setiap mau les, Manda selalu minta doakan mama ? Seberapa menakutkan kah ? Tapi kenapa Manda masih tetap ingin kesana ? “ –
Mungkin seperti ini perkataan mama jika di translate ke bahasa Indonesia.

…………………………………………..

Hari ini saya merasa sukses, karena berhasil menguasai suatu materi di les walaupun gak ada mbak Indry maupun Dimas yang selalu duduk di dekat saya. Curang, mereka berdua tiba-tiba serempak untuk tidak masuk les. Walaupun sebenarnya dengan si Dimas belum bisa dibilang akrab juga sih. Hanya karena dia yang selalu menjadi partner tempat duduk disebelah kanan saya, otomatis ia selalu menjadi tempat pembuangan pertanyaan saya ketika mbak Indry juga tidak mengerti dengan materi. Sebenarnya juga ada Riska, tapi Riska selalu duduk ditempat yang jauh sehingga sulit untuk bertanya kepadanya.

Biasanya, ketika mba Indry gak masuk les, saya juga memutuskan untuk gak masuk les. Pernah saya memiliki pengalaman gak menyenangkan sebelumnya  ketika mba Indry dan Riska sama-sama gak masuk les, dan saya pun sendirian di malam itu. Lalu Herr Uki meminta setiap anak berpasangan untuk membuat sebuah drama dalam bahasa Jerman, maka mati lah saya, karena saya takut jika harus berpasangan dengan laki-laki.

“ Ya, manda dengan wawan ya “ – ucap Herr Uki sambil menunjuk pria yang duduk disebelah saya.

Saya melihat ke arah Wawan. Kelihatannya sih baik, dan ternyata……………… memang baik. Hanya saja ia menyebalkan, sangat. Kebanyakan teman-teman disana berbicara dengan sangat ramah kepada saya, tapi dia berbeda, dia berbicara dengan nada yang benar-benar…………. nyolot. Akhirnya ketika kami tampil membawakan drama, kami malah saling nyolot satu sama lain dan  jadi bahan tertawaan di depan kelas.  Tapi, kenapa saya mengatakan dia baik ? Karena dia mau menurunkan grade dia ( yang wuuuh udah tinggi banget ) untuk saya yang masih belum lancar dalam bahasa Jerman, sehingga dialog-dialog yang kami buat hanyalah kalimat-kalimat sederhana saja. Si Wawan itu hanya gaya bicaranya saja yang nyebelin, tapi setiap perkataan nya tidak pernah bermaksud menyakiti hati orang lain. Dia hanya suka bercanda, tapi dengan nada bicara sok cool dan nyolot. Gara-gara pengalaman itu lah, saya benar-benar merasa takut jika harus masuk les tanpa mba Indry. Karena jika ada mba Indry, kami selalu dipasangkan berdua. Bukan sama si orang nyolot tadi. Ya Allah, maafkan aim Ya Allah.

Thursday, October 24, 2013

Fighting

Bismillahirrahmannirahiim



Huaaa.. sedih sekali ketika kau mengetahui bahwa dirimu adalah yang terbodoh di dalam kelas.
Jadi cerita nya begini, malam ini adalah pertemuan ke 3 untuk les bahasa Jerman saya di pusman UGM. Pada pertemuan awal, semua terasa wajar dan biasa saja. Saya masih sanggup untuk mengikuti ritme belajar teman-teman sekelas saya yang lain, yang padahal notebene nya kebanyakan dari mereka telah mempunyai dasar bahasa Jerman yang lumayan kuat. Sedangkan saya ? Belum ada sama sekali. Saya pun masih kurang mengerti alasan mengapa mereka memilih level 1 yang seharusnya adalah tempat bagi seorang pemula seperti saya. Melihat hal itu, ritme belajar bahasa Jerman kami pun dipercepat oleh coach nya. Saya yang awalnya hanya melongo sedikit ketika berada di kelas, pada malam ini semakin lebih melongo lagi dari sebelumnya. Hiks. Benar-benar seperti orang….. bego.

Malam ini kami belajar tentang angka dalam bahasa Jerman. Karena itu adalah hal  yang umum, mungkin bagi mereka yang memang telah mengenal bahasa Jerman menganggap bahwa materi tersebut adalah hal yang sangat sepele. Mereka dapat menyebutnnya dengan cepat dan tepat tentang penyusunan dan pengucapannya. Lah saya ? Masih terbelit-belit dengan aturan penulisan dan pengucapannya. Otak saya masih memerlukan loading yang cukup lama untuk memberikan respon balik atas susunan angka-angka tersebut. Respon terlama adalah ketika coach nya menyebut angka ribuan dan kami harus mengucapkannya dalam bahasa Jerman.
Misal :
6   = Sechs
16 = Sechzehn
60 = Sechzig
66 = Sechundsechzig
165 = Einhundertfá¹»ndundsechzig
6.145 = Sechtausendeinhundertfá¹»nfundvierzig (WTH!)
           
Dan apesnya saya, saya mendapat giliran untuk menyebutkan angka ribuan ketika coach nya mendiktekan angka bahasa Indo dan meminta pada masing-masing anak untuk mentranslate nya ke dalam bahasa Jerman. Kami hanya diberi waktu sepersekian detik untuk berpikir. Bahkan sebelumnya untuk menghafal angka 1-12 dan mempelajari cara penyusunan struktur tulisan, beliau hanya menjelaskannya dalam hitungan kurang dari 5 menit. Bagi mereka yang sudah biasa diajarkan dari dulu, ini hanya lah sepele mungkin. Lah bagi saya yang baru pertama kali mendengar, ini adalah hal yang SUPER sekali.

Tuesday, October 22, 2013

Misi ?


Bismillaahirrahmannirrahiim..


Apa yang terjadi jika suatu yang kau inginkan tiba-tiba berubah menjadi suatu yang kau takuti ?

Pernikahan, misalnya.

                Siapa yang tidak ingin menikah ? Semua pasti menginginkannya, hanya saja ada yang menginginkannya sekarang, ada pula yang menginginkannya nanti. Saya, termasuk yang dulunya menginginkan pernikahan pada usia dini. Usia dini yang saya maksud pun adalah 21 tahun. Ya, saya menginginkan telah mempunyai pendamping hidup pada umur sekian. Saya berpikir bahwa saya ingin mendidik anak saya secara total tanpa terpaut umur yang jauh, sehingga kami bisa saling mengerti layaknya seorang sahabat sebaya.

                Tapi.. tiba-tiba perasaan itu berubah, saya menjadi takut. 21 tahun, hanya butuh beberapa bulan lagi untuk mencapainya. Saya takut bukan karena khawatir tidak mampu menemukan ‘nya’. Pun bukan takut karena khawatir akan gagal beradaptasi dengan makhluk yang telah dituliskan Tuhan untuk menemani hidup saya. Karena, saya percaya bahwa Allah selalu memberikan yang terbaik bagi hamba-Nya menurut pandangan-Nya. Sebenarnya saya hanya takut.. takut karena harus meninggalkan mama dan abah di rumah. Takut karena tidak bisa tinggal satu atap lagi dengan mereka, mereka yang sangat saya sayangi. Takut karena khawatir tidak dapat lagi merasakan bagaimana rasanya bangun tengah malam dan menyadari bahwa mama tengah masuk ke kamar hanya untuk mengusap kepala kita. Takut karena khawatir tidak dapat lagi mendengar lantunan ayat suci yang dibacakan mama sehabis sholat malam. Takut karena khawatir tidak dapat lagi dibangunkan tengah malam oleh abah ataupun mama hanya untuk minum obat ketika tengah sakit. Takut karena khawatir tidak dapat lagi merasakan bagaimana terbangun karena kompres yang ditaruh mama dikepala ketika tengah demam. Ataupun takut karena khawatir tidak dapat lagi mendengar panggilan abah yang menyebut nama saya hanya untuk membangunkan karena waktu sholat shubuh telah masuk. Saya menjadi takut untuk kehilangan rasa dari semua itu.

                Pada akhirnya saya mengerti.. Kenapa Allah belum ‘mempersadarkan’ saya akan identitas seorang yang telah Ia titipkan sebagai pembimbing saya dalam hidup ini. Seorang yang Ia titipkan untuk saya jaga dengan sepenuh hati, seorang yang bahagia -dunia akhirat- nya yang akan saya jaga dengan erat seerat genggaman tangan anak kecil pada ibunya. Dan ternyata, jawaban dari semua pertanyaan saya dahulu adalah.. karena memang saya yang masih belum siap untuk melakukan itu. Saya masih belum sanggup untuk meninggalkan kehidupan saya sekarang yang dipenuhi dengan kehangatan keluarga dan sahabat. Dan bahkan.. saya tidak tahu kapan kah saya dapat sanggup dengan semua perubahan yang nantinya kau tawarkan.

                Jika kamu muncul sekarang, tentu saya masih belum mempunyai tenaga untuk berlari ke arahmu. Sependek apapun jarak yang takdir berikan. Ya, saya hanya masih belum bisa. Walaupun, saya benar menginginkan dan telah memimpikannya sedari dahulu, tapi ternyata mimpi dan kenyataan itu sekarang bertabrakan. 

Tuesday, September 17, 2013

Panggil lah Aku Sang Perengek


Bismillah..


Apa yang akan kau lakukan ketika kau merasa hidupmu seakan benar-benar kosong bahkan ketika ada banyak orang disekitarmu ?
Rasanya seperti kertas kosong yang sengaja disediakan di dalam sebuah buku tebal yang berisi ribuan kata.
Aku perlu pena untuk menulisnya.
Pena yang tak sengaja tertinggal dan tak terbawa kesini.
Seakan hatiku benar-benar telah tertinggal disana.

Hei. Aku ingin kembali. Kembali ke kotaku. Banjarmasin.

Aku sudah mulai lelah untuk berusaha sok kuat.

Thursday, September 12, 2013

Kisah Hidup dengan Penuh Tawa


Bismillahirrahmanirrahiim


Kamis, 12 September 2013, tidak terasa sebentar lagi liburan akan berakhir. 3 hari, sisa waktu yang ada untuk pekan liburan kali ini. Otak pun akan kembali menjalani kewajibannya seperti biasa, berpikir dan terus berpikir untuk mencapai ideologi yang menurutnya benar.
*tiba-tiba teringat oknum ‘v’ dengan bahasa intelek nya*

Hah. Lupakan lah.

Liburan disini menghasilkan beraneka ragam cerita dan emosi, dari rasa senang, sedih, haru, gugup, kecewa, marah, takut, dan  kebersyukuran yang tiada akhir. Dari cerita berkumpul bersama teman-teman lama yang pernah melukis kisah semenjak TK, atau ketika tertawa bersama saat bertemu lagi dengan teman SD, atau ketika saling bertukar film dengan segala antusiasme dengan teman SMP,  dan cerita tentang surpise yang terbingkai kehangatan dengan teman-teman SMA. Semuanya selalu menarik, penuh dengan keterkejutan dan kegembiraan.

Sedang beberapa emosi negative yang saya tuliskan sebelumnya hanyalah refleksi dari cerita saya saat sedang sendiri dan merenungi kesalahan-kesalahan yang pernah dilakukan.
..
..
..

Thursday, July 4, 2013

Semoga ini yang terakhir


Bismillahirrahmannirrahiim..

Entah apa yang diinginkan hati, ia terus berjalan untuk menjauh namun pada akhirnya kembali di titik yang sama. Lelah kah ? Tentu tidak. Aku tidak ingin lagi kata “lelah” terucap dari mulutku yang sedang berusaha mengikhlaskan kamu.

Monday, June 10, 2013

kamu-yang-benar-ditakdirkan-Allah.


- Bismillahirrahmanirrahiim -


Kamu itu pencemburu, manda. Tapi cemburunya kamu itu biasanya sering kamu tahan karena saking sukanya kamu sama seseorang. Ga baik buat kesehatan kamu! Kalau mau umur panjang, kamu harus cari calon suami yang gak terlalu mengumbar perhatian pada gadis lain! “ –
kata teman saya disuatu hari.

Pft. Saya pun sebenarnya tidak tahu apakah ini nyata atau tidak, tapi rasanya.. saya tidak terlalu cemburuan banget banget gitu juga, ciyuuus deh qaqa~ (Percaya ? musyrik!) . Ya beberapa sih bilang saya memang seorang dengan tipikal yang mudah cemburu, tapi cemburu kan tanda seseorang memang benar serius suka sama orang itu (Alasan ngeles paling okeh~) .

Tapi ya.. walau mudah cemburu, saya pun juga pintar ngontrol emosi dalam diri. Masih bisa berpikir dengan memakai logika dan tidak ingin marah sama suami-dimasa-depan nanti (Entah kenapa jadi malu nulisnya.. ). 

Ya kalau kelewatan ya pasti marah lah, tapi kalau bisa dimaklumi ya dimaklumi….. pengennya.

Tapi, nah ini masalahnya kata teman saya lagi, dia memandang bahwa hal tersebut lah yang menjadi salah satu faktor yang akan memperburuk kesehatan dimasa depan. 

Ya biasa lah orang psikologi, memandangnya dengan asumsi bahwa kalau terlalu banyak nahan hati bakal ga sehat di masa depannya. Haha.

Iya, po ?

Friday, April 26, 2013

Jika memang seperti itu harus adanya


Assalamualaikum wr.wb.


Dulu..

Mama pernah mengesampingkan keinginannya demi saya. Demi saya yang menyukai dia, seorang yang berasal dari daerah yang berbeda, sedang mama menginginkan seorang yang.. tentu saja yang sedaerah. Tapi mama selalu mendukung saya yang menyukainya, dulu dan bahkan sampai sekarang.

Baik, saat ini kita sedang berbicara tentang cross cultural.

Namun, kini berbeda.. saya mungkin telah belajar tentang keikhlasan untuk merelakan dia yang saya suka. Pun telah merelakan perasaan ini untuk tetap diam seperti ini selamanya. Dulu saya pernah berjanji dalam hati untuk menjaga bahagianya semampu yang saya bisa, bahkan walaupun itu hanya bisa saya lakukan dari belakang. Bahkan jika perasaan saya kepadanya menjadi biasa, saya tetap ingin menjaga bahagianya. Karena dia orang yang pernah menolong dan sangat saya hormati keberadaannya.


Saya menemukan buku yang bagus sekali, karya dari Ahmad Rifa'i Rif'an berjudul "Ya Allah, Siapa Jodohku? " , beliau menuliskan dalam salah satu bab yang berjudul "Cinta tak harus memiliki" bahwa:


Saturday, April 13, 2013

Anak PARE Hollic, men!


 Assalamualaikum

Hehe akhirnya punya waktu lagi untuk bisa duduk sejenak sambil kemudian bercerita tentang apa-apa yang dialami.

Saya baru balik dari pare, KAMPUNG INGGRIS XD !!!

Seru banget disana. Walau di awal-awal saya selalu pengen pulang ke rumah terus. Hehe.
Oh ya, pada akhirnya saya cuman mengambil 2 minggu disana, dan sisa liburan 2 minggu nya saya pakai buat jalan-jalan di Banjarmasin. Awalnya mau balik ke Jogja atau nyambung lagi di pare selama 2 minggu, tapi akhirnya mama nyuruh buat pulang ke Banjarmasin saja karena ada suatu keperluan.

Hm…….
Ayo kita mulai cerita nya.

Saya menuju Pare dari Jogja dengan menggunakan travel. Tapi beberapa accident terjadi, saya diturunkan di tempat yang tidak seharusnya saat sudah tiba di pare (-____-)

Memang dari awal kesalahan saya yang tidak menanyakan alamat yang jelas dengan office camp saya yang di pare. Akhirnya saya diturunkan di tengah jalan dengan segenggam koper besar  ditangan.

Krik Krik.

Takut ?

Jelas. Apalagi saya sendirian kesana.
Tapi Alhamdulillah, dengan keberanian untuk Tanya menanya sana-sini dengan orang, akhirnya saya menemukan office dari camp yang akan saya tempati selama 2 minggu.
Namun…………………. Ketidakberuntungan saya tidak berhenti sampai disitu saja.

Ternyata………………….
Office nya TUTUP karena saya datangnya di hari minggu. ALAMAK (-________________-)

Wednesday, April 3, 2013

Wajah Kardus



^Assalamualaikum^



Huaaa hiks hiks hiks
*peluk senpai senri shiki kenceng-kenceng*

Blojjessssst, huaaaaaaa
*Bersimbah air mata*
*Jadi mutiara*

Ini bener-bener tragedi memalukan di hari rabu.
Padahal hari ini saya lagi seneng bangett yang seneng nya sangat seneng seneng banget deh pokonya karena suatu hal.

Selain itu, saya pun juga sangat senang karena baru saja mendapat pinjaman proyektor "gratis" dari mas tri (sekretaris umum JAFANA) , dan tanpa perlu membuat surat-surat peminjaman segala pula! Lucky~ Pokonya seneng nya numpuk lah hari ini.


Tapi…….. hiks hiks…

Suatu hal terjadi................


Mari dimulai cerita ini dari awal kembali…
*mutar kaset ulang*
Jadi gini…. 


Sunday, March 31, 2013

Pelatihan Pensi TPA


Assalamualaikum wrwb


* Jedotin kepala ke dinding*
Akhir-akhir ini saya lemah sekali blojest. Perlu terapi penyadaran dulu kayaknya.
*lanjut ngejedotin kepala*

Haha. Mungkin saya perlu disadarkan kembali bahwasanya yang namanya Amanda Noviana ini sebenarnya adalah makhluk yang cukup kuat.
*udah, situ iya-iya in aja ya apa katanya sini*

Akhir-akhir ini, saya sedang disayang oleh Allah SWT, Allah pengen ngehapus sedikit dosa dari banyak nya dosa yang telah saya perbuat, hehe.
Makanya itu, saya harus kuat dengan segala apa yang Allah kehendaki buat saya sekarang. Saya kan superman kan ya, pokoknya saya kuatttttt banget. Masalah-masalah kecil gini mah gada berat-beratnya kalau Allah selalu menguatkan saya. Makanya, saya harus diingatkan terus untuk rajin bersyukur, soalnya saya sering ga tahu diri nih blojest. Masa buat bersyukur aja kadang saya sering lupa. Keterlaluan banget ya diri saya, ckck. 
Baik, sesi ngeluh nya ditutup dulu. Hyatttt

Oh ya, sekarang TPA lagi sibuk-sibuknya mempersiapkan acara pensi loooooh. Saya sekretarisnya, makanya kemarin sibuk bikin proposal sama dana-dana an, soalnya dana belum turun e. Padahal rencananya tanggal 20 April ini mau diadain.

Nah, di PENSI itu nanti bakal ditampilin Tartil Al Qur’an, drama, musik menari, sama baca puisi. Karena dalam rangka latihan pensi lah, sekarang setiap hari minggu saya juga rajin berangkat ke TPA untuk ngelatih tambahan mereka. Hihi.
*peluk satu-satu adeknya*
        Awalnya saya sebagai pelatih drama, tapi…. Hihihi karena mungkin saya curang kali ya sebagai sekretaris, maka saya hapus nama saya dari kepanitiaan buat ngelatih drama. Dan mengganti ketiadaan saya itu dengan nama ketua kami di kepanitian buat acara pensi. Hihi. Kebetulan dia adik angkatan saya, jadi bisa lah dimanfaatin, fufu. Dengan kecantikan luar biasa ini, apa sih ya yang ga bisa dibujuk~~~~~ 

*senyum super manis* 

* langsung keinjek kulit pisang*  

Friday, March 29, 2013

I'm afraid.


 " Assalamualaikum "



Saya harus lebih mampu menjaga diri sendiri.
Harus lebih mampu menjaga perasaan.
Ini harus segera dibatasi. Ini sudah waktunya.

Sebelum sesuatu kembali terjadi. Entah dari salah satu pihak manapun. Semua terasa salah. Karena, ketika seseorang menyukaimu, yang akan merasa bersalah diakhir.. adalah yang disukai. Perasaan yang sangat menekan dan menyakitkan karena rasa bersalah. Saya tidak ingin salah satu merasakan perasaan itu. Karena dia, teman laki-laki saya yang pertama yang mampu membuat saya menjadi diri saya sendiri tanpa kepalsuan atau sifat tertahan apapun 'disini'.



Seseorang pernah berkata bahwa kekhawatiran saya begitu terlalu besar.
Namun, bahwa saya hanya tidak ingin merasakan suatu kehilangan adalah alasan yang
jelas. Entah dari pihak manapun yang memulai, kehilangan tetap lah kehilangan, dan itu menyakitkan.

Saya bosan.

Saturday, March 16, 2013

Believe in God's Story


Assalamualaikum..



Pernah kah kalian mengalami ini ?

 Ketika merasa tidak terbiasa jika.. seorang laki-laki datang ke rumah atau kostmu ?

 Saya pernah. Entah kenapa.. saya memang terlalu penakut. Padahal beberapa datang dikarenakan adanya sebuah urusan. Tapi.. saya benar-benar tidak terbiasa dan merasa sangat tidak nyaman. Saya kira saya sudah sembuh dari penyakit takut ini. Ternyata penyakit ini memang masih bersisa.

Dulu, saat SMA, saya sangat penakut sekali terhadap lawan jenis. Dan sangat menjaga jarak dengan mereka. Pernah beberapa sampai ada yang nekat datang ke rumah, dan tentu saja.. pintu tetap tidak saya buka. Saya benar-benar takut yang sangat takut. Tapi dahulu.. itu malah menjadi permainan bagi mereka.. Apalagi saat di sekolah. Jalan saya beberapa kali pernah dihalangi, dan saya hanya bisa bersembunyi di balik punggung sahabat saya yang menjadi “hero” saat itu.

Namun, disaat naik ke kelas 3 SMA, rasa penakut terhadap lawan jenis ini sudah mulai berkurang. Saya sudah mulai bisa berteman dan mempercayai beberapa dari mereka. Dan.. ketika memasuki lingkungan perkuliahan, semuanya terasa sudah menghilang saya rasa. Mungkin karena saya bergabung ke dalam sebuah organisasi, sehingga saya menjadi terbiasa berinteraksi dengan mereka. Tapi ternyata jika berduaan saja disuatu tempat dengan laki-laki, pada kenyataannya saya memang masih belum terlalu biasa, rasa tidak nyaman dan takut dalam pikiran saya masih terus menyerang. Semacam alarm berbahaya yang terkoneksi di otak saya menyala-nyala penuh bahaya. Entah apakah ini hal yang gawat atau tidak, bagaimana masa depan saya nanti ya -_______________-

Dan..

Beberapa hari yang lalu pernah seorang laki-laki datang ke kost, kami hanya berdua bertemu untuk urusan rapat. Karena pekerjaan saya sebagai sekretaris mengharuskan untuk banyak berinteraksi dengan dia sebagai ketua. Tapi hal aneh terjadi.. entah kenapa saya akhirnya tidak terlalu merasa takut lagi. Mungkin karena dia adik angkatan saya sendiri. 

Saya kira rasa takut saya sudah benar-benar sembuh.

 Namun ternyata ketika seseorang berkata akan datang ke kost saya lagi (untuk sebuah urusan tentu saja), ternyata saya masih tetap takut dan menolak mati-matian.

Showing posts with label curhat. Show all posts
Showing posts with label curhat. Show all posts

The best Psychologist




Dalam sebulan ini, psikologis saya benar-benar terombang ambing. Ini lucu, saya adalah lulusan psikologi yang seakan membutuhkan seorang psikolog.

Di bulan ini, saya telah dua kali menolak pekerjaan, bukan murni karna kemauan saya, namun lebih didasari lingkungan yang tidak mendukung. Ini bukan pengalaman yang baik, namun ini lebih ke pengalaman yang buruk. Karena terkadang, menolak pekerjaan jauh lebih menyakitkan dibandingkan ditolak pekerjaan.

Pengalaman pertama saya menolak pekerjaan adalah dimulai ketika saya datang ke sebuah acara jobfair di Banjarmasin. Saya iseng meletakkan lamaran ke sebuah perusahaan yang lumayan besar dimana ia membuka cabang di kota saya ini. Saya mengikuti seleksi bersama seratusan orang, tes tersebut terbagi menjadi 3 tahap yang dilaksanakan dalam 2 bulan. Seleksi administrasi, psikotes, hingga wawancara. Saya pun lolos hingga tahap wawancara, dimana mulai muncul lah keraguan saya. Peserta yang lolos saat itu tertinggal menjadi 4 orang. Ketika wawancara, saya baru mengetahui bahwa wilayah kerja yang harus saya tangani adalah Kalimantan selatan dan Kalimantan tengah, dimana akan banyak perjalanan keluar kota yang harus di jalani. Dan ketika saya diskusikan ke keluarga, ternyata dari keluarga kurang memberikan dukungan. Betapa kagetnya saya ketika mas dari pihak perusahaan mengabari bahwa saya adalah satu-satunya yang terpilih untuk menjadi bagian dari perusahaan tersebut dan disiapkan untuk pergi menemui bos di kantor pusat di Jakarta sebelum bekerja di Banjarmasin. Posisi yang ditawarkan pun termasuk salah satu posisi tinggi untuk seorang fresh graduate seperti saya, hingga fasilitas-fasilitas dan gaji yang ditawarkan begitu sangat menggoda (yang tentu sesuai dengan beratnya tanggungjawab saya bila bekerja disitu).

Surat teruntuk Diri Sendiri




Rasanya aneh, ketika -dengan tiba2- masa lalu mulai mengetuk kembali ruang ingatan kita. Mengetahui apa yang dulu tidak kamu ketahui, membuatmu berusaha menerka-nerka kejadian dulu yang pernah singgah. Hal itu tentu saja membuat memori-memori manis yang sempat kamu lupakan menjadi teringat lagi.
Semoga perasaan itu tidak kembali lagi, pinta hatimu.
Tapi apa daya, siapa yang tahu isi hati manusia selanjutnya kecuali Allah ? Dia Yang Maha Pengatur. Yang membuatmu lupa, dan membuatmu mengingat kembali.
Kata “seandainya dulu..” terus bermain di kepala.
Mengapa tiba-tiba harus mengetahuinya sekarang ?
Menyesal ? Tapi bukankah masa itu telah berlalu ? Mengetahuinya sekarang pun harusnya tidak akan mengubah apapun kan ?
Hanya saja.. ada sesuatu yang aneh disini, di hati. Seakan masih ada rasa yang tersisa.
Bahkan, jika dulu pun dapat mengetahuinya, apa yang akan berubah ? Kalian tetap akan seperti ini, jauh. Walau sebenarnya jarak ini terkadang menyakitkan. Namun, percaya lah bahwa Allah punya takdir-Nya sendiri, takdir yang jauh lebih indah. Dan kamu tidak ingin menodai nya dengan hal-hal buruk yang tidak disukai-Nya kan. Kau tahu, bahwa ia adalah orang yang benar-benar paham akan hal ini. 

Moved.





Beberapa hal telah terjadi dan mulai mengubahku perlahan. Mungkin Manda yang dulu, akan berbeda dengan Manda yang sekarang. Aku merasa lebih kuat dalam menghadapi sesuatu. Beberapa hal itu menempa dan membangunkan kekuatan dalam diriku. Mungkin benar kata orang, semakin banyak cobaan yang menimpamu maka akan semakin matang pula kekuatanmu. Aku tidak pernah tau kalau aku ternyata sekuat ini, ya mungkin seberapa kuatnya diri seseorang itu memang akan terlihat ketika cobaan itu datang. Sebagaimana ia dapat menghadapi cobaan itu dengan tetap tegar berdiri. Aku pernah ingin menyerah dan melarikan diri, tentu saja. Sebelum "hal" itu datang, aku telah berencana untuk melarikan diri dan bersembunyi darinya. Namun, tentu saja aku telah menampar diriku sendiri atas rencana bodoh tersebut.

Baik dan Buruk.




Apa yang akan terjadi, ketika tiba-tiba suatu hari, hatimu bilang; ternyata dialah orangnya, dialah orang yang ingin kunikahi. Bukan sosok yang kuimpi-impikan selama ini, tapi sosok yang mengenalku luar dan dalam. Yang dihadapannya aku bisa jadi manusia paling norak dan paling sok. Yang dihadapannya aku bisa menangis dan marah semauku tanpa takut dia hilang. “ –
Falafu

Beberapa hari ini saya ingin sekali menuliskan berbagai macam hal mengenai pikiran-pikiran yang berlarian di kepala. Namun, saya hanya malas untuk membuka word dan kemudian mulai menuangkannya. Salah satu sifat buruk saya. Padahal ketika saya memutuskan untuk menyimpannya sendiri sama saja dengan saya membiarkan diri saya semakin tenggelam di dalamnya. Dan ketika akhirnya saya memutuskan untuk menuliskannya, maka hal itu akan mengalir keluar dari kepala dan membuat saya lega. Begitu saja dan sangat sederhana. Yang akhirnya membuat saya kemudian menjadi lega sekali. Sangat.

Ya, mungkin kebanyakan perempuan ingin menikah dengan seorang yang telah mengenalnya luar dan dalam. Yang katanya, di depannya kita bisa menjadi apa saja, baik dan buruknya dari kita. Saya termasuk dari mereka yang menginginkannya. Tentu saja. Namun, bagaimana jika akhirnya kita tidak dapat menemukannya. Atau mungkin, kita pernah menemukannya namun akhirnya sengaja melewatkannya, karena ternyata ia tidak merasakan seperti yang kita rasakan. Ada masa saya akhirnya menangis bahkan tanpa sempat saya sadari ketika teralun sebuah lagu, hanya karena mengingat seorang sosok yang kita inginkan bahagianya diatas bahagia kita. Ya, karena dia adalah sosok yang selalu terbayang di kepala kita ketika semua lagu teralun, baik dan buruknya dia. Karena buruk dari ia pun bahkan telah kau terima tanpa kau bisa membantahnya. Ya, begitulah cinta.  Berjalan begitu saja sebelum sempat kita sadari, sebelum kita hendak berpikir untuk mengelaknya. Ketika kau begitu ingin membencinya namun ternyata telah terlambat, karena semua sifat buruknya pun telah dapat kau terima. Dan saya, pernah mencintai seseorang dengan sebegitunya. Mungkin, hal tersebutlah yang akhirnya membuat saya begitu menginginkan seorang pria yang dapat mencintai saya dengan begitu baiknya pula seperti yang pernah saya lakukan.

Namun bagaimana jika saya adalah termasuk dari para perempuan yang takut, takut ketika mendengar seseorang ternyata telah menyukai kita tanpa sempat kita sadar sebelumnya. Kita bahkan tidak bisa menerka apa yang telah membuat mereka jatuh cinta, sejak kapan, dan bagaimana cinta itu bisa bertahan dalam diri mereka. Saya hanya takut untuk mempercayai. Karena beberapa pikiran seperti; ‘mungkin ia hanya menyukai apa yang terlihat saja, bagaimana mungkin ia bisa menyukai bahkan tanpa ia mengetahui bagaimana sebenarnya saya yang sesungguhnya’ , ‘mungkin itu hanya cinta sesaatnya saja’, ‘mungkin ia hanya terlalu baik dan ingin menghibur karena kita terlihat begitu menyedihkan di matanya’, dan sebagainya yang terus berlarian di kepala saya. Ya, bagaimana mungkin seseorang bisa memutuskan untuk berani menyukai seseorang yang lain bahkan tanpa ia tahu sifat yang sesungguhnya dari orang tersebut ? Ia, mungkin hanya suka. Namun, bukan cinta.

Benar-benar.



Pada akhirnya, apa yang harus aku lakukan ?
Rasanya seperti ingin mengatakan, " Biar aku yang menghilang dan pergi. " .
Sampai semuanya kembali membaik, pun bahagia.
Dan..
Sebelum akhirnya, semua pemeran terperosot semakin dalam di alur cerita yang salah.
Itu benar-benar tidak baik, kan ?

Tapi.. yah, entahlah.
Aku hanya benar-benar ingin melihat bahwa setiap dari mereka mendapatkan bahagianya. :)


Grow.



Tiba-tiba saya menemukan sebuah buku tulis yang baru terisi satu lembar. Sesaat kemudian mulai tersenyum-senyum sendiri saat menelusuri kata demi kata yang tertera. Terkadang ada perasaan geli dengan diri di masa lalu. Haha. Kenangan mengantarkan sebuah proses kedewasaan dalam pola berpikir dan bertindak di masa sekarang. Saya harus benar-benar berterimakasih atas perjuangan-perjuangan saya dahulu yang telah berusaha dengan kerasnya dalam mengantarkan diri menjadi seperti sekarang.

Juli, 2013.

Bahkan saya sudah menulis tentang rengekan patah hati di lembar pertama dalam sebuah buku yang seharusnya saya jadikan ‘diary’.

Motif awal membuat buku diary lagi ?
    Mungkin.. karena dulu itu tumbuh rasa keinginan untuk nyamain kelakuan si Shone di film ‘A Crazy Little Thing Called Love’. Diawal saya menuliskan, “pengen kaya si P'shone yang menuliskan fase-fase perasaannya kepada si Nam lalu di dokumentasikan”. 

Rumah Singgah


Bismillahirrahmannirrahiim


“ Kenapa sih Manda harus les di tempat yang Manda takuti setiap ingin melangkahkan kaki kesana ? Kenapa setiap mau les, Manda selalu minta doakan mama ? Seberapa menakutkan kah ? Tapi kenapa Manda masih tetap ingin kesana ? “ –
Mungkin seperti ini perkataan mama jika di translate ke bahasa Indonesia.

…………………………………………..

Hari ini saya merasa sukses, karena berhasil menguasai suatu materi di les walaupun gak ada mbak Indry maupun Dimas yang selalu duduk di dekat saya. Curang, mereka berdua tiba-tiba serempak untuk tidak masuk les. Walaupun sebenarnya dengan si Dimas belum bisa dibilang akrab juga sih. Hanya karena dia yang selalu menjadi partner tempat duduk disebelah kanan saya, otomatis ia selalu menjadi tempat pembuangan pertanyaan saya ketika mbak Indry juga tidak mengerti dengan materi. Sebenarnya juga ada Riska, tapi Riska selalu duduk ditempat yang jauh sehingga sulit untuk bertanya kepadanya.

Biasanya, ketika mba Indry gak masuk les, saya juga memutuskan untuk gak masuk les. Pernah saya memiliki pengalaman gak menyenangkan sebelumnya  ketika mba Indry dan Riska sama-sama gak masuk les, dan saya pun sendirian di malam itu. Lalu Herr Uki meminta setiap anak berpasangan untuk membuat sebuah drama dalam bahasa Jerman, maka mati lah saya, karena saya takut jika harus berpasangan dengan laki-laki.

“ Ya, manda dengan wawan ya “ – ucap Herr Uki sambil menunjuk pria yang duduk disebelah saya.

Saya melihat ke arah Wawan. Kelihatannya sih baik, dan ternyata……………… memang baik. Hanya saja ia menyebalkan, sangat. Kebanyakan teman-teman disana berbicara dengan sangat ramah kepada saya, tapi dia berbeda, dia berbicara dengan nada yang benar-benar…………. nyolot. Akhirnya ketika kami tampil membawakan drama, kami malah saling nyolot satu sama lain dan  jadi bahan tertawaan di depan kelas.  Tapi, kenapa saya mengatakan dia baik ? Karena dia mau menurunkan grade dia ( yang wuuuh udah tinggi banget ) untuk saya yang masih belum lancar dalam bahasa Jerman, sehingga dialog-dialog yang kami buat hanyalah kalimat-kalimat sederhana saja. Si Wawan itu hanya gaya bicaranya saja yang nyebelin, tapi setiap perkataan nya tidak pernah bermaksud menyakiti hati orang lain. Dia hanya suka bercanda, tapi dengan nada bicara sok cool dan nyolot. Gara-gara pengalaman itu lah, saya benar-benar merasa takut jika harus masuk les tanpa mba Indry. Karena jika ada mba Indry, kami selalu dipasangkan berdua. Bukan sama si orang nyolot tadi. Ya Allah, maafkan aim Ya Allah.

Fighting

Bismillahirrahmannirahiim



Huaaa.. sedih sekali ketika kau mengetahui bahwa dirimu adalah yang terbodoh di dalam kelas.
Jadi cerita nya begini, malam ini adalah pertemuan ke 3 untuk les bahasa Jerman saya di pusman UGM. Pada pertemuan awal, semua terasa wajar dan biasa saja. Saya masih sanggup untuk mengikuti ritme belajar teman-teman sekelas saya yang lain, yang padahal notebene nya kebanyakan dari mereka telah mempunyai dasar bahasa Jerman yang lumayan kuat. Sedangkan saya ? Belum ada sama sekali. Saya pun masih kurang mengerti alasan mengapa mereka memilih level 1 yang seharusnya adalah tempat bagi seorang pemula seperti saya. Melihat hal itu, ritme belajar bahasa Jerman kami pun dipercepat oleh coach nya. Saya yang awalnya hanya melongo sedikit ketika berada di kelas, pada malam ini semakin lebih melongo lagi dari sebelumnya. Hiks. Benar-benar seperti orang….. bego.

Malam ini kami belajar tentang angka dalam bahasa Jerman. Karena itu adalah hal  yang umum, mungkin bagi mereka yang memang telah mengenal bahasa Jerman menganggap bahwa materi tersebut adalah hal yang sangat sepele. Mereka dapat menyebutnnya dengan cepat dan tepat tentang penyusunan dan pengucapannya. Lah saya ? Masih terbelit-belit dengan aturan penulisan dan pengucapannya. Otak saya masih memerlukan loading yang cukup lama untuk memberikan respon balik atas susunan angka-angka tersebut. Respon terlama adalah ketika coach nya menyebut angka ribuan dan kami harus mengucapkannya dalam bahasa Jerman.
Misal :
6   = Sechs
16 = Sechzehn
60 = Sechzig
66 = Sechundsechzig
165 = Einhundertfá¹»ndundsechzig
6.145 = Sechtausendeinhundertfá¹»nfundvierzig (WTH!)
           
Dan apesnya saya, saya mendapat giliran untuk menyebutkan angka ribuan ketika coach nya mendiktekan angka bahasa Indo dan meminta pada masing-masing anak untuk mentranslate nya ke dalam bahasa Jerman. Kami hanya diberi waktu sepersekian detik untuk berpikir. Bahkan sebelumnya untuk menghafal angka 1-12 dan mempelajari cara penyusunan struktur tulisan, beliau hanya menjelaskannya dalam hitungan kurang dari 5 menit. Bagi mereka yang sudah biasa diajarkan dari dulu, ini hanya lah sepele mungkin. Lah bagi saya yang baru pertama kali mendengar, ini adalah hal yang SUPER sekali.

Misi ?


Bismillaahirrahmannirrahiim..


Apa yang terjadi jika suatu yang kau inginkan tiba-tiba berubah menjadi suatu yang kau takuti ?

Pernikahan, misalnya.

                Siapa yang tidak ingin menikah ? Semua pasti menginginkannya, hanya saja ada yang menginginkannya sekarang, ada pula yang menginginkannya nanti. Saya, termasuk yang dulunya menginginkan pernikahan pada usia dini. Usia dini yang saya maksud pun adalah 21 tahun. Ya, saya menginginkan telah mempunyai pendamping hidup pada umur sekian. Saya berpikir bahwa saya ingin mendidik anak saya secara total tanpa terpaut umur yang jauh, sehingga kami bisa saling mengerti layaknya seorang sahabat sebaya.

                Tapi.. tiba-tiba perasaan itu berubah, saya menjadi takut. 21 tahun, hanya butuh beberapa bulan lagi untuk mencapainya. Saya takut bukan karena khawatir tidak mampu menemukan ‘nya’. Pun bukan takut karena khawatir akan gagal beradaptasi dengan makhluk yang telah dituliskan Tuhan untuk menemani hidup saya. Karena, saya percaya bahwa Allah selalu memberikan yang terbaik bagi hamba-Nya menurut pandangan-Nya. Sebenarnya saya hanya takut.. takut karena harus meninggalkan mama dan abah di rumah. Takut karena tidak bisa tinggal satu atap lagi dengan mereka, mereka yang sangat saya sayangi. Takut karena khawatir tidak dapat lagi merasakan bagaimana rasanya bangun tengah malam dan menyadari bahwa mama tengah masuk ke kamar hanya untuk mengusap kepala kita. Takut karena khawatir tidak dapat lagi mendengar lantunan ayat suci yang dibacakan mama sehabis sholat malam. Takut karena khawatir tidak dapat lagi dibangunkan tengah malam oleh abah ataupun mama hanya untuk minum obat ketika tengah sakit. Takut karena khawatir tidak dapat lagi merasakan bagaimana terbangun karena kompres yang ditaruh mama dikepala ketika tengah demam. Ataupun takut karena khawatir tidak dapat lagi mendengar panggilan abah yang menyebut nama saya hanya untuk membangunkan karena waktu sholat shubuh telah masuk. Saya menjadi takut untuk kehilangan rasa dari semua itu.

                Pada akhirnya saya mengerti.. Kenapa Allah belum ‘mempersadarkan’ saya akan identitas seorang yang telah Ia titipkan sebagai pembimbing saya dalam hidup ini. Seorang yang Ia titipkan untuk saya jaga dengan sepenuh hati, seorang yang bahagia -dunia akhirat- nya yang akan saya jaga dengan erat seerat genggaman tangan anak kecil pada ibunya. Dan ternyata, jawaban dari semua pertanyaan saya dahulu adalah.. karena memang saya yang masih belum siap untuk melakukan itu. Saya masih belum sanggup untuk meninggalkan kehidupan saya sekarang yang dipenuhi dengan kehangatan keluarga dan sahabat. Dan bahkan.. saya tidak tahu kapan kah saya dapat sanggup dengan semua perubahan yang nantinya kau tawarkan.

                Jika kamu muncul sekarang, tentu saya masih belum mempunyai tenaga untuk berlari ke arahmu. Sependek apapun jarak yang takdir berikan. Ya, saya hanya masih belum bisa. Walaupun, saya benar menginginkan dan telah memimpikannya sedari dahulu, tapi ternyata mimpi dan kenyataan itu sekarang bertabrakan. 

Panggil lah Aku Sang Perengek


Bismillah..


Apa yang akan kau lakukan ketika kau merasa hidupmu seakan benar-benar kosong bahkan ketika ada banyak orang disekitarmu ?
Rasanya seperti kertas kosong yang sengaja disediakan di dalam sebuah buku tebal yang berisi ribuan kata.
Aku perlu pena untuk menulisnya.
Pena yang tak sengaja tertinggal dan tak terbawa kesini.
Seakan hatiku benar-benar telah tertinggal disana.

Hei. Aku ingin kembali. Kembali ke kotaku. Banjarmasin.

Aku sudah mulai lelah untuk berusaha sok kuat.

Kisah Hidup dengan Penuh Tawa


Bismillahirrahmanirrahiim


Kamis, 12 September 2013, tidak terasa sebentar lagi liburan akan berakhir. 3 hari, sisa waktu yang ada untuk pekan liburan kali ini. Otak pun akan kembali menjalani kewajibannya seperti biasa, berpikir dan terus berpikir untuk mencapai ideologi yang menurutnya benar.
*tiba-tiba teringat oknum ‘v’ dengan bahasa intelek nya*

Hah. Lupakan lah.

Liburan disini menghasilkan beraneka ragam cerita dan emosi, dari rasa senang, sedih, haru, gugup, kecewa, marah, takut, dan  kebersyukuran yang tiada akhir. Dari cerita berkumpul bersama teman-teman lama yang pernah melukis kisah semenjak TK, atau ketika tertawa bersama saat bertemu lagi dengan teman SD, atau ketika saling bertukar film dengan segala antusiasme dengan teman SMP,  dan cerita tentang surpise yang terbingkai kehangatan dengan teman-teman SMA. Semuanya selalu menarik, penuh dengan keterkejutan dan kegembiraan.

Sedang beberapa emosi negative yang saya tuliskan sebelumnya hanyalah refleksi dari cerita saya saat sedang sendiri dan merenungi kesalahan-kesalahan yang pernah dilakukan.
..
..
..

Semoga ini yang terakhir


Bismillahirrahmannirrahiim..

Entah apa yang diinginkan hati, ia terus berjalan untuk menjauh namun pada akhirnya kembali di titik yang sama. Lelah kah ? Tentu tidak. Aku tidak ingin lagi kata “lelah” terucap dari mulutku yang sedang berusaha mengikhlaskan kamu.

kamu-yang-benar-ditakdirkan-Allah.


- Bismillahirrahmanirrahiim -


Kamu itu pencemburu, manda. Tapi cemburunya kamu itu biasanya sering kamu tahan karena saking sukanya kamu sama seseorang. Ga baik buat kesehatan kamu! Kalau mau umur panjang, kamu harus cari calon suami yang gak terlalu mengumbar perhatian pada gadis lain! “ –
kata teman saya disuatu hari.

Pft. Saya pun sebenarnya tidak tahu apakah ini nyata atau tidak, tapi rasanya.. saya tidak terlalu cemburuan banget banget gitu juga, ciyuuus deh qaqa~ (Percaya ? musyrik!) . Ya beberapa sih bilang saya memang seorang dengan tipikal yang mudah cemburu, tapi cemburu kan tanda seseorang memang benar serius suka sama orang itu (Alasan ngeles paling okeh~) .

Tapi ya.. walau mudah cemburu, saya pun juga pintar ngontrol emosi dalam diri. Masih bisa berpikir dengan memakai logika dan tidak ingin marah sama suami-dimasa-depan nanti (Entah kenapa jadi malu nulisnya.. ). 

Ya kalau kelewatan ya pasti marah lah, tapi kalau bisa dimaklumi ya dimaklumi….. pengennya.

Tapi, nah ini masalahnya kata teman saya lagi, dia memandang bahwa hal tersebut lah yang menjadi salah satu faktor yang akan memperburuk kesehatan dimasa depan. 

Ya biasa lah orang psikologi, memandangnya dengan asumsi bahwa kalau terlalu banyak nahan hati bakal ga sehat di masa depannya. Haha.

Iya, po ?

Jika memang seperti itu harus adanya


Assalamualaikum wr.wb.


Dulu..

Mama pernah mengesampingkan keinginannya demi saya. Demi saya yang menyukai dia, seorang yang berasal dari daerah yang berbeda, sedang mama menginginkan seorang yang.. tentu saja yang sedaerah. Tapi mama selalu mendukung saya yang menyukainya, dulu dan bahkan sampai sekarang.

Baik, saat ini kita sedang berbicara tentang cross cultural.

Namun, kini berbeda.. saya mungkin telah belajar tentang keikhlasan untuk merelakan dia yang saya suka. Pun telah merelakan perasaan ini untuk tetap diam seperti ini selamanya. Dulu saya pernah berjanji dalam hati untuk menjaga bahagianya semampu yang saya bisa, bahkan walaupun itu hanya bisa saya lakukan dari belakang. Bahkan jika perasaan saya kepadanya menjadi biasa, saya tetap ingin menjaga bahagianya. Karena dia orang yang pernah menolong dan sangat saya hormati keberadaannya.


Saya menemukan buku yang bagus sekali, karya dari Ahmad Rifa'i Rif'an berjudul "Ya Allah, Siapa Jodohku? " , beliau menuliskan dalam salah satu bab yang berjudul "Cinta tak harus memiliki" bahwa:


Anak PARE Hollic, men!


 Assalamualaikum

Hehe akhirnya punya waktu lagi untuk bisa duduk sejenak sambil kemudian bercerita tentang apa-apa yang dialami.

Saya baru balik dari pare, KAMPUNG INGGRIS XD !!!

Seru banget disana. Walau di awal-awal saya selalu pengen pulang ke rumah terus. Hehe.
Oh ya, pada akhirnya saya cuman mengambil 2 minggu disana, dan sisa liburan 2 minggu nya saya pakai buat jalan-jalan di Banjarmasin. Awalnya mau balik ke Jogja atau nyambung lagi di pare selama 2 minggu, tapi akhirnya mama nyuruh buat pulang ke Banjarmasin saja karena ada suatu keperluan.

Hm…….
Ayo kita mulai cerita nya.

Saya menuju Pare dari Jogja dengan menggunakan travel. Tapi beberapa accident terjadi, saya diturunkan di tempat yang tidak seharusnya saat sudah tiba di pare (-____-)

Memang dari awal kesalahan saya yang tidak menanyakan alamat yang jelas dengan office camp saya yang di pare. Akhirnya saya diturunkan di tengah jalan dengan segenggam koper besar  ditangan.

Krik Krik.

Takut ?

Jelas. Apalagi saya sendirian kesana.
Tapi Alhamdulillah, dengan keberanian untuk Tanya menanya sana-sini dengan orang, akhirnya saya menemukan office dari camp yang akan saya tempati selama 2 minggu.
Namun…………………. Ketidakberuntungan saya tidak berhenti sampai disitu saja.

Ternyata………………….
Office nya TUTUP karena saya datangnya di hari minggu. ALAMAK (-________________-)

Wajah Kardus



^Assalamualaikum^



Huaaa hiks hiks hiks
*peluk senpai senri shiki kenceng-kenceng*

Blojjessssst, huaaaaaaa
*Bersimbah air mata*
*Jadi mutiara*

Ini bener-bener tragedi memalukan di hari rabu.
Padahal hari ini saya lagi seneng bangett yang seneng nya sangat seneng seneng banget deh pokonya karena suatu hal.

Selain itu, saya pun juga sangat senang karena baru saja mendapat pinjaman proyektor "gratis" dari mas tri (sekretaris umum JAFANA) , dan tanpa perlu membuat surat-surat peminjaman segala pula! Lucky~ Pokonya seneng nya numpuk lah hari ini.


Tapi…….. hiks hiks…

Suatu hal terjadi................


Mari dimulai cerita ini dari awal kembali…
*mutar kaset ulang*
Jadi gini…. 


Pelatihan Pensi TPA


Assalamualaikum wrwb


* Jedotin kepala ke dinding*
Akhir-akhir ini saya lemah sekali blojest. Perlu terapi penyadaran dulu kayaknya.
*lanjut ngejedotin kepala*

Haha. Mungkin saya perlu disadarkan kembali bahwasanya yang namanya Amanda Noviana ini sebenarnya adalah makhluk yang cukup kuat.
*udah, situ iya-iya in aja ya apa katanya sini*

Akhir-akhir ini, saya sedang disayang oleh Allah SWT, Allah pengen ngehapus sedikit dosa dari banyak nya dosa yang telah saya perbuat, hehe.
Makanya itu, saya harus kuat dengan segala apa yang Allah kehendaki buat saya sekarang. Saya kan superman kan ya, pokoknya saya kuatttttt banget. Masalah-masalah kecil gini mah gada berat-beratnya kalau Allah selalu menguatkan saya. Makanya, saya harus diingatkan terus untuk rajin bersyukur, soalnya saya sering ga tahu diri nih blojest. Masa buat bersyukur aja kadang saya sering lupa. Keterlaluan banget ya diri saya, ckck. 
Baik, sesi ngeluh nya ditutup dulu. Hyatttt

Oh ya, sekarang TPA lagi sibuk-sibuknya mempersiapkan acara pensi loooooh. Saya sekretarisnya, makanya kemarin sibuk bikin proposal sama dana-dana an, soalnya dana belum turun e. Padahal rencananya tanggal 20 April ini mau diadain.

Nah, di PENSI itu nanti bakal ditampilin Tartil Al Qur’an, drama, musik menari, sama baca puisi. Karena dalam rangka latihan pensi lah, sekarang setiap hari minggu saya juga rajin berangkat ke TPA untuk ngelatih tambahan mereka. Hihi.
*peluk satu-satu adeknya*
        Awalnya saya sebagai pelatih drama, tapi…. Hihihi karena mungkin saya curang kali ya sebagai sekretaris, maka saya hapus nama saya dari kepanitiaan buat ngelatih drama. Dan mengganti ketiadaan saya itu dengan nama ketua kami di kepanitian buat acara pensi. Hihi. Kebetulan dia adik angkatan saya, jadi bisa lah dimanfaatin, fufu. Dengan kecantikan luar biasa ini, apa sih ya yang ga bisa dibujuk~~~~~ 

*senyum super manis* 

* langsung keinjek kulit pisang*  

I'm afraid.


 " Assalamualaikum "



Saya harus lebih mampu menjaga diri sendiri.
Harus lebih mampu menjaga perasaan.
Ini harus segera dibatasi. Ini sudah waktunya.

Sebelum sesuatu kembali terjadi. Entah dari salah satu pihak manapun. Semua terasa salah. Karena, ketika seseorang menyukaimu, yang akan merasa bersalah diakhir.. adalah yang disukai. Perasaan yang sangat menekan dan menyakitkan karena rasa bersalah. Saya tidak ingin salah satu merasakan perasaan itu. Karena dia, teman laki-laki saya yang pertama yang mampu membuat saya menjadi diri saya sendiri tanpa kepalsuan atau sifat tertahan apapun 'disini'.



Seseorang pernah berkata bahwa kekhawatiran saya begitu terlalu besar.
Namun, bahwa saya hanya tidak ingin merasakan suatu kehilangan adalah alasan yang
jelas. Entah dari pihak manapun yang memulai, kehilangan tetap lah kehilangan, dan itu menyakitkan.

Saya bosan.

Believe in God's Story


Assalamualaikum..



Pernah kah kalian mengalami ini ?

 Ketika merasa tidak terbiasa jika.. seorang laki-laki datang ke rumah atau kostmu ?

 Saya pernah. Entah kenapa.. saya memang terlalu penakut. Padahal beberapa datang dikarenakan adanya sebuah urusan. Tapi.. saya benar-benar tidak terbiasa dan merasa sangat tidak nyaman. Saya kira saya sudah sembuh dari penyakit takut ini. Ternyata penyakit ini memang masih bersisa.

Dulu, saat SMA, saya sangat penakut sekali terhadap lawan jenis. Dan sangat menjaga jarak dengan mereka. Pernah beberapa sampai ada yang nekat datang ke rumah, dan tentu saja.. pintu tetap tidak saya buka. Saya benar-benar takut yang sangat takut. Tapi dahulu.. itu malah menjadi permainan bagi mereka.. Apalagi saat di sekolah. Jalan saya beberapa kali pernah dihalangi, dan saya hanya bisa bersembunyi di balik punggung sahabat saya yang menjadi “hero” saat itu.

Namun, disaat naik ke kelas 3 SMA, rasa penakut terhadap lawan jenis ini sudah mulai berkurang. Saya sudah mulai bisa berteman dan mempercayai beberapa dari mereka. Dan.. ketika memasuki lingkungan perkuliahan, semuanya terasa sudah menghilang saya rasa. Mungkin karena saya bergabung ke dalam sebuah organisasi, sehingga saya menjadi terbiasa berinteraksi dengan mereka. Tapi ternyata jika berduaan saja disuatu tempat dengan laki-laki, pada kenyataannya saya memang masih belum terlalu biasa, rasa tidak nyaman dan takut dalam pikiran saya masih terus menyerang. Semacam alarm berbahaya yang terkoneksi di otak saya menyala-nyala penuh bahaya. Entah apakah ini hal yang gawat atau tidak, bagaimana masa depan saya nanti ya -_______________-

Dan..

Beberapa hari yang lalu pernah seorang laki-laki datang ke kost, kami hanya berdua bertemu untuk urusan rapat. Karena pekerjaan saya sebagai sekretaris mengharuskan untuk banyak berinteraksi dengan dia sebagai ketua. Tapi hal aneh terjadi.. entah kenapa saya akhirnya tidak terlalu merasa takut lagi. Mungkin karena dia adik angkatan saya sendiri. 

Saya kira rasa takut saya sudah benar-benar sembuh.

 Namun ternyata ketika seseorang berkata akan datang ke kost saya lagi (untuk sebuah urusan tentu saja), ternyata saya masih tetap takut dan menolak mati-matian.