Saturday, October 24, 2015
at
7:55 PM
Labels:
{
curhat,
impian,
kehidupan
}
Dalam
sebulan ini, psikologis saya benar-benar terombang ambing. Ini lucu, saya
adalah lulusan psikologi yang seakan membutuhkan seorang psikolog.
Di bulan
ini, saya telah dua kali menolak pekerjaan, bukan murni karna kemauan saya,
namun lebih didasari lingkungan yang tidak mendukung. Ini bukan pengalaman yang
baik, namun ini lebih ke pengalaman yang buruk. Karena terkadang, menolak
pekerjaan jauh lebih menyakitkan dibandingkan ditolak pekerjaan.
Pengalaman
pertama saya menolak pekerjaan adalah dimulai ketika saya datang ke sebuah
acara jobfair di Banjarmasin. Saya iseng meletakkan lamaran ke sebuah
perusahaan yang lumayan besar dimana ia membuka cabang di kota saya ini. Saya
mengikuti seleksi bersama seratusan orang, tes tersebut terbagi menjadi 3 tahap yang
dilaksanakan dalam 2 bulan. Seleksi administrasi, psikotes, hingga wawancara.
Saya pun lolos hingga tahap wawancara, dimana mulai muncul lah keraguan saya.
Peserta yang lolos saat itu tertinggal menjadi 4 orang. Ketika wawancara, saya
baru mengetahui bahwa wilayah kerja yang harus saya tangani adalah Kalimantan
selatan dan Kalimantan tengah, dimana akan banyak perjalanan keluar kota yang
harus di jalani. Dan ketika saya diskusikan ke keluarga, ternyata dari keluarga
kurang memberikan dukungan. Betapa kagetnya saya ketika mas dari pihak
perusahaan mengabari bahwa saya adalah satu-satunya yang terpilih untuk menjadi
bagian dari perusahaan tersebut dan disiapkan untuk pergi menemui bos di kantor
pusat di Jakarta sebelum bekerja di Banjarmasin. Posisi yang ditawarkan pun
termasuk salah satu posisi tinggi untuk seorang fresh graduate seperti saya,
hingga fasilitas-fasilitas dan gaji yang ditawarkan begitu sangat menggoda
(yang tentu sesuai dengan beratnya tanggungjawab saya bila bekerja disitu).
Sunday, February 8, 2015
at
8:43 PM
Labels:
{
curhat,
kehidupan,
masa lalu,
perasaan
}
Rasanya aneh, ketika -dengan tiba2- masa lalu mulai mengetuk
kembali ruang ingatan kita. Mengetahui apa yang dulu tidak kamu
ketahui, membuatmu berusaha menerka-nerka kejadian dulu yang pernah singgah.
Hal itu tentu saja membuat memori-memori manis yang sempat kamu lupakan menjadi
teringat lagi.
Semoga perasaan itu tidak kembali lagi, pinta
hatimu.
Tapi apa daya, siapa yang tahu isi hati manusia
selanjutnya kecuali Allah ? Dia Yang Maha Pengatur. Yang membuatmu lupa, dan
membuatmu mengingat kembali.
Kata “seandainya dulu..” terus bermain di
kepala.
Mengapa tiba-tiba harus mengetahuinya sekarang
?
Menyesal ? Tapi bukankah masa itu telah berlalu
? Mengetahuinya sekarang pun harusnya tidak akan mengubah apapun kan ?
Hanya saja.. ada sesuatu yang aneh disini, di
hati. Seakan masih ada rasa yang tersisa.
Bahkan, jika dulu pun dapat mengetahuinya, apa
yang akan berubah ? Kalian tetap akan seperti ini, jauh. Walau sebenarnya jarak
ini terkadang menyakitkan. Namun, percaya lah bahwa Allah punya takdir-Nya
sendiri, takdir yang jauh lebih indah. Dan kamu tidak ingin menodai nya dengan
hal-hal buruk yang tidak disukai-Nya kan. Kau tahu, bahwa ia adalah orang yang benar-benar paham akan hal ini.
Friday, September 19, 2014
at
8:40 PM
Labels:
{
curhat,
instropeksi,
kehidupan
}
Beberapa hal telah terjadi dan mulai
mengubahku perlahan. Mungkin Manda yang dulu, akan berbeda dengan Manda yang
sekarang. Aku merasa lebih kuat dalam menghadapi sesuatu. Beberapa hal itu
menempa dan membangunkan kekuatan dalam diriku. Mungkin benar kata orang,
semakin banyak cobaan yang menimpamu maka akan semakin matang pula kekuatanmu.
Aku tidak pernah tau kalau aku ternyata sekuat ini, ya mungkin seberapa kuatnya
diri seseorang itu memang akan terlihat ketika cobaan itu datang.
Sebagaimana ia dapat menghadapi cobaan itu dengan tetap tegar berdiri.
Aku pernah ingin menyerah dan melarikan diri, tentu saja. Sebelum "hal" itu datang, aku telah berencana untuk melarikan diri dan bersembunyi darinya.
Namun, tentu saja aku telah menampar diriku sendiri atas rencana bodoh
tersebut.
Thursday, May 1, 2014
at
8:34 AM
Labels:
{
curhat,
perasaan
}
“ Apa yang akan terjadi, ketika
tiba-tiba suatu hari, hatimu bilang; ternyata dialah orangnya, dialah orang
yang ingin kunikahi. Bukan sosok yang kuimpi-impikan selama ini, tapi sosok
yang mengenalku luar dan dalam. Yang dihadapannya aku bisa jadi manusia paling
norak dan paling sok. Yang dihadapannya aku bisa menangis dan marah semauku
tanpa takut dia hilang. “ –
Falafu
Beberapa hari ini saya ingin sekali
menuliskan berbagai macam hal mengenai pikiran-pikiran yang berlarian di kepala.
Namun, saya hanya malas untuk membuka word dan kemudian mulai menuangkannya.
Salah satu sifat buruk saya. Padahal ketika saya memutuskan untuk menyimpannya
sendiri sama saja dengan saya membiarkan diri saya semakin tenggelam di
dalamnya. Dan ketika akhirnya saya memutuskan untuk menuliskannya, maka hal itu
akan mengalir keluar dari kepala dan membuat saya lega. Begitu saja dan sangat
sederhana. Yang akhirnya membuat saya kemudian menjadi lega sekali. Sangat.
Ya, mungkin kebanyakan perempuan
ingin menikah dengan seorang yang telah mengenalnya luar dan dalam. Yang
katanya, di depannya kita bisa menjadi apa saja, baik dan buruknya dari kita.
Saya termasuk dari mereka yang menginginkannya. Tentu saja. Namun, bagaimana
jika akhirnya kita tidak dapat menemukannya. Atau mungkin, kita pernah
menemukannya namun akhirnya sengaja melewatkannya, karena ternyata ia tidak
merasakan seperti yang kita rasakan. Ada masa saya akhirnya menangis bahkan
tanpa sempat saya sadari ketika teralun sebuah lagu, hanya karena mengingat
seorang sosok yang kita inginkan bahagianya diatas bahagia kita. Ya, karena dia
adalah sosok yang selalu terbayang di kepala kita ketika semua lagu teralun,
baik dan buruknya dia. Karena buruk dari ia pun bahkan telah kau terima tanpa
kau bisa membantahnya. Ya, begitulah cinta.
Berjalan begitu saja sebelum sempat kita sadari, sebelum kita hendak
berpikir untuk mengelaknya. Ketika kau begitu ingin membencinya namun ternyata
telah terlambat, karena semua sifat buruknya pun telah dapat kau terima. Dan
saya, pernah mencintai seseorang dengan sebegitunya. Mungkin, hal tersebutlah yang
akhirnya membuat saya begitu menginginkan seorang pria yang dapat mencintai
saya dengan begitu baiknya pula seperti yang pernah saya lakukan.
Namun bagaimana jika saya adalah
termasuk dari para perempuan yang takut, takut ketika mendengar seseorang
ternyata telah menyukai kita tanpa sempat kita sadar sebelumnya. Kita bahkan
tidak bisa menerka apa yang telah membuat mereka jatuh cinta, sejak kapan, dan
bagaimana cinta itu bisa bertahan dalam diri mereka. Saya hanya takut untuk
mempercayai. Karena beberapa pikiran seperti; ‘mungkin ia hanya menyukai apa yang
terlihat saja, bagaimana mungkin ia bisa menyukai bahkan tanpa ia mengetahui
bagaimana sebenarnya saya yang sesungguhnya’ , ‘mungkin itu hanya cinta
sesaatnya saja’, ‘mungkin ia hanya terlalu baik dan ingin menghibur karena kita
terlihat begitu menyedihkan di matanya’, dan sebagainya yang terus berlarian di
kepala saya. Ya, bagaimana mungkin seseorang bisa memutuskan untuk berani
menyukai seseorang yang lain bahkan tanpa ia tahu sifat yang sesungguhnya dari
orang tersebut ? Ia, mungkin hanya suka. Namun,
bukan cinta.
Friday, April 4, 2014
at
6:35 AM
Labels:
{
catatan lain,
curhat,
perasaan
}
Pada akhirnya, apa
yang harus aku lakukan ?
Rasanya seperti ingin
mengatakan, " Biar aku
yang menghilang dan pergi. "
.
Sampai semuanya
kembali membaik, pun bahagia.
Dan..
Sebelum akhirnya,
semua pemeran terperosot semakin dalam di alur cerita yang salah.
Itu benar-benar tidak
baik, kan ?
Tapi.. yah, entahlah.
Aku hanya benar-benar
ingin melihat bahwa setiap dari mereka mendapatkan bahagianya. :)
Wednesday, January 22, 2014
at
8:07 AM
Labels:
{
curhat,
instropeksi,
kehidupan
}
Tiba-tiba saya menemukan sebuah buku tulis yang baru terisi satu
lembar. Sesaat kemudian mulai tersenyum-senyum sendiri saat menelusuri kata demi kata yang
tertera. Terkadang ada perasaan geli dengan diri di masa lalu. Haha. Kenangan
mengantarkan sebuah proses kedewasaan dalam pola berpikir dan bertindak di masa
sekarang. Saya harus benar-benar berterimakasih atas perjuangan-perjuangan saya
dahulu yang telah berusaha dengan kerasnya dalam mengantarkan diri menjadi seperti
sekarang.
Juli, 2013.
Bahkan saya sudah menulis tentang rengekan patah hati di lembar
pertama dalam sebuah buku yang seharusnya saya jadikan ‘diary’.
Motif awal membuat buku
diary lagi ?
Mungkin.. karena dulu itu tumbuh rasa
keinginan untuk nyamain kelakuan si Shone di film ‘A Crazy Little Thing Called Love’. Diawal saya menuliskan, “pengen
kaya si P'shone yang menuliskan fase-fase perasaannya kepada si Nam lalu di
dokumentasikan”.
Thursday, November 28, 2013
at
12:07 AM
Labels:
{
curhat,
kehidupan,
sahabat
}
Bismillahirrahmannirrahiim
“ Kenapa sih Manda harus les
di tempat yang Manda takuti setiap ingin melangkahkan kaki kesana ? Kenapa
setiap mau les, Manda selalu minta doakan mama ? Seberapa menakutkan kah ? Tapi
kenapa Manda masih tetap ingin kesana ? “ –
Mungkin seperti ini perkataan mama
jika di translate ke bahasa Indonesia.
…………………………………………..
Hari ini saya merasa sukses, karena
berhasil menguasai suatu materi di les walaupun gak ada mbak Indry maupun Dimas
yang selalu duduk di dekat saya. Curang, mereka berdua tiba-tiba serempak untuk
tidak masuk les. Walaupun sebenarnya dengan si Dimas belum bisa dibilang akrab
juga sih. Hanya karena dia yang selalu menjadi partner tempat duduk disebelah
kanan saya, otomatis ia selalu menjadi tempat pembuangan pertanyaan saya ketika
mbak Indry juga tidak mengerti dengan materi. Sebenarnya juga ada Riska, tapi
Riska selalu duduk ditempat yang jauh sehingga sulit untuk bertanya kepadanya.
Biasanya, ketika mba Indry gak masuk
les, saya juga memutuskan untuk gak masuk les. Pernah saya memiliki pengalaman
gak menyenangkan sebelumnya ketika mba Indry dan Riska sama-sama gak
masuk les, dan saya pun sendirian di malam itu. Lalu Herr Uki meminta setiap
anak berpasangan untuk membuat sebuah drama dalam bahasa Jerman, maka mati lah
saya, karena saya takut jika harus berpasangan dengan laki-laki.
“ Ya, manda dengan wawan ya “
– ucap Herr Uki sambil menunjuk pria yang duduk disebelah saya.
Saya melihat ke arah Wawan.
Kelihatannya sih baik, dan ternyata……………… memang baik. Hanya saja ia
menyebalkan, sangat. Kebanyakan teman-teman disana berbicara dengan sangat
ramah kepada saya, tapi dia berbeda, dia berbicara dengan nada yang
benar-benar…………. nyolot. Akhirnya ketika kami tampil membawakan drama, kami
malah saling nyolot satu sama lain dan jadi bahan tertawaan di depan
kelas. Tapi, kenapa saya mengatakan dia baik ? Karena dia mau menurunkan grade dia
( yang wuuuh udah tinggi banget ) untuk saya yang masih belum lancar dalam
bahasa Jerman, sehingga dialog-dialog yang kami buat hanyalah kalimat-kalimat
sederhana saja. Si Wawan itu hanya gaya bicaranya saja yang nyebelin, tapi
setiap perkataan nya tidak pernah bermaksud menyakiti hati orang lain. Dia
hanya suka bercanda, tapi dengan nada bicara sok cool dan
nyolot. Gara-gara pengalaman itu lah, saya benar-benar merasa takut jika harus
masuk les tanpa mba Indry. Karena jika ada mba Indry, kami selalu dipasangkan
berdua. Bukan sama si orang nyolot tadi. Ya Allah, maafkan aim Ya Allah.
Thursday, October 24, 2013
at
9:53 AM
Labels:
{
curhat,
perasaan
}
Bismillahirrahmannirahiim
Huaaa.. sedih sekali ketika kau mengetahui bahwa dirimu adalah yang terbodoh di dalam kelas.
Jadi cerita nya begini, malam ini
adalah pertemuan ke 3 untuk les bahasa Jerman saya di pusman UGM. Pada
pertemuan awal, semua terasa wajar dan biasa saja. Saya masih sanggup untuk
mengikuti ritme belajar teman-teman sekelas saya yang lain, yang padahal notebene
nya kebanyakan dari mereka telah mempunyai dasar bahasa Jerman yang lumayan
kuat. Sedangkan saya ? Belum ada sama sekali. Saya pun masih kurang mengerti
alasan mengapa mereka memilih level 1 yang seharusnya adalah tempat bagi
seorang pemula seperti saya. Melihat hal itu, ritme belajar bahasa Jerman kami
pun dipercepat oleh coach nya.
Saya yang awalnya hanya melongo sedikit ketika berada di kelas, pada malam ini semakin
lebih melongo lagi dari sebelumnya. Hiks. Benar-benar seperti orang….. bego.
Malam ini kami belajar tentang
angka dalam bahasa Jerman. Karena itu adalah hal yang umum, mungkin bagi mereka yang memang
telah mengenal bahasa Jerman menganggap bahwa materi tersebut adalah hal yang sangat
sepele. Mereka dapat menyebutnnya dengan cepat dan tepat tentang penyusunan dan
pengucapannya. Lah saya ? Masih terbelit-belit dengan aturan penulisan dan
pengucapannya. Otak saya masih memerlukan loading
yang cukup lama untuk memberikan respon balik atas susunan angka-angka
tersebut. Respon terlama adalah ketika coach
nya menyebut angka ribuan dan kami harus mengucapkannya dalam bahasa Jerman.
Misal :
6 = Sechs
16 = Sechzehn
60 = Sechzig
66 = Sechundsechzig
165 = Einhundertfá¹»ndundsechzig
6.145 = Sechtausendeinhundertfá¹»nfundvierzig
(WTH!)
Dan apesnya saya, saya
mendapat giliran untuk menyebutkan angka ribuan ketika coach nya mendiktekan angka bahasa Indo dan meminta pada
masing-masing anak untuk mentranslate
nya ke dalam bahasa Jerman. Kami hanya diberi waktu sepersekian detik untuk
berpikir. Bahkan sebelumnya untuk menghafal angka 1-12 dan mempelajari cara penyusunan
struktur tulisan, beliau hanya menjelaskannya dalam hitungan kurang dari 5 menit. Bagi mereka yang sudah biasa diajarkan dari dulu, ini hanya lah
sepele mungkin. Lah bagi saya yang baru pertama kali mendengar, ini adalah hal
yang SUPER sekali.
Tuesday, October 22, 2013
at
10:24 PM
Labels:
{
curhat,
perasaan,
pernyataan
}
Bismillaahirrahmannirrahiim..
Apa yang terjadi jika suatu yang
kau inginkan tiba-tiba berubah menjadi suatu yang kau takuti ?
Pernikahan, misalnya.
Siapa
yang tidak ingin menikah ? Semua pasti menginginkannya, hanya saja ada yang
menginginkannya sekarang, ada pula yang menginginkannya nanti. Saya, termasuk
yang dulunya menginginkan pernikahan pada usia dini. Usia dini yang saya maksud
pun adalah 21 tahun. Ya, saya menginginkan telah mempunyai pendamping hidup
pada umur sekian. Saya berpikir bahwa saya ingin mendidik anak saya secara
total tanpa terpaut umur yang jauh, sehingga kami bisa saling mengerti layaknya
seorang sahabat sebaya.
Tapi..
tiba-tiba perasaan itu berubah, saya menjadi takut. 21 tahun, hanya butuh
beberapa bulan lagi untuk mencapainya. Saya takut bukan karena khawatir tidak
mampu menemukan ‘nya’. Pun bukan takut karena khawatir akan gagal beradaptasi
dengan makhluk yang telah dituliskan Tuhan untuk menemani hidup saya. Karena,
saya percaya bahwa Allah selalu memberikan yang terbaik bagi hamba-Nya menurut
pandangan-Nya. Sebenarnya saya hanya takut.. takut karena harus meninggalkan
mama dan abah di rumah. Takut karena tidak bisa tinggal satu atap lagi dengan
mereka, mereka yang sangat saya sayangi. Takut karena khawatir tidak dapat lagi
merasakan bagaimana rasanya bangun tengah malam dan menyadari bahwa mama tengah
masuk ke kamar hanya untuk mengusap kepala kita. Takut karena khawatir tidak
dapat lagi mendengar lantunan ayat suci yang dibacakan mama sehabis sholat
malam. Takut karena khawatir tidak dapat lagi dibangunkan tengah malam oleh
abah ataupun mama hanya untuk minum obat ketika tengah sakit. Takut karena
khawatir tidak dapat lagi merasakan bagaimana terbangun karena kompres yang
ditaruh mama dikepala ketika tengah demam. Ataupun takut karena khawatir tidak
dapat lagi mendengar panggilan abah yang menyebut nama saya hanya untuk
membangunkan karena waktu sholat shubuh telah masuk. Saya menjadi takut untuk
kehilangan rasa dari semua itu.
Pada
akhirnya saya mengerti.. Kenapa Allah belum ‘mempersadarkan’ saya akan identitas
seorang yang telah Ia titipkan sebagai pembimbing saya dalam hidup ini. Seorang
yang Ia titipkan untuk saya jaga dengan sepenuh hati, seorang yang bahagia -dunia
akhirat- nya yang akan saya jaga dengan erat seerat genggaman tangan anak kecil
pada ibunya. Dan ternyata, jawaban dari semua pertanyaan saya dahulu adalah..
karena memang saya yang masih belum siap untuk melakukan itu. Saya masih belum sanggup
untuk meninggalkan kehidupan saya sekarang yang dipenuhi dengan kehangatan
keluarga dan sahabat. Dan bahkan.. saya tidak tahu kapan kah saya dapat sanggup
dengan semua perubahan yang nantinya kau tawarkan.
Jika
kamu muncul sekarang, tentu saya masih belum mempunyai tenaga untuk berlari ke
arahmu. Sependek apapun jarak yang takdir berikan. Ya, saya hanya masih belum
bisa. Walaupun, saya benar menginginkan dan telah memimpikannya sedari dahulu, tapi ternyata mimpi dan kenyataan itu sekarang bertabrakan.
Tuesday, September 17, 2013
at
8:12 AM
Labels:
{
curhat,
perasaan
}
Bismillah..
Apa yang
akan kau lakukan ketika kau merasa hidupmu seakan benar-benar kosong bahkan
ketika ada banyak orang disekitarmu ?
Rasanya
seperti kertas kosong yang sengaja disediakan di dalam sebuah buku tebal yang
berisi ribuan kata.
Aku perlu
pena untuk menulisnya.
Pena yang tak
sengaja tertinggal dan tak terbawa kesini.
Seakan hatiku benar-benar telah tertinggal disana.
Hei. Aku ingin kembali. Kembali ke kotaku. Banjarmasin.
Aku
sudah mulai lelah untuk berusaha sok kuat.
Thursday, September 12, 2013
at
8:10 PM
Labels:
{
curhat,
kehidupan,
perasaan,
sahabat
}
Bismillahirrahmanirrahiim
Kamis,
12 September 2013, tidak terasa sebentar lagi liburan akan berakhir. 3 hari,
sisa waktu yang ada untuk pekan liburan kali ini. Otak pun akan kembali
menjalani kewajibannya seperti biasa, berpikir dan terus berpikir untuk mencapai
ideologi yang menurutnya benar.
*tiba-tiba
teringat oknum ‘v’ dengan bahasa intelek nya*
Hah. Lupakan lah.
Liburan
disini menghasilkan beraneka ragam cerita dan emosi, dari rasa senang, sedih,
haru, gugup, kecewa, marah, takut, dan
kebersyukuran yang tiada akhir. Dari cerita berkumpul bersama
teman-teman lama yang pernah melukis kisah semenjak TK, atau ketika tertawa
bersama saat bertemu lagi dengan teman SD, atau ketika saling bertukar film
dengan segala antusiasme dengan teman SMP,
dan cerita tentang surpise
yang terbingkai kehangatan dengan teman-teman SMA. Semuanya selalu menarik,
penuh dengan keterkejutan dan kegembiraan.
Sedang
beberapa emosi negative yang saya
tuliskan sebelumnya hanyalah refleksi dari cerita saya saat sedang sendiri dan
merenungi kesalahan-kesalahan yang pernah dilakukan.
..
..
..
Thursday, July 4, 2013
at
9:24 PM
Labels:
{
curhat,
kehidupan,
perasaan,
pernyataan
}
Bismillahirrahmannirrahiim..
Entah apa
yang diinginkan hati, ia terus berjalan untuk menjauh namun pada akhirnya
kembali di titik yang sama. Lelah kah ? Tentu tidak. Aku tidak ingin lagi kata “lelah” terucap dari mulutku yang sedang berusaha
mengikhlaskan kamu.
Monday, June 10, 2013
at
10:16 PM
Labels:
{
curhat,
impian,
surat
}
-
Bismillahirrahmanirrahiim -
“ Kamu
itu pencemburu, manda. Tapi cemburunya kamu itu biasanya sering kamu tahan karena saking sukanya kamu sama seseorang. Ga baik buat kesehatan kamu! Kalau mau umur
panjang, kamu harus cari calon suami yang gak terlalu mengumbar perhatian pada
gadis lain! “ –
kata teman saya disuatu
hari.
Pft. Saya pun sebenarnya tidak tahu apakah ini nyata atau tidak, tapi rasanya..
saya tidak terlalu cemburuan banget banget gitu juga, ciyuuus deh qaqa~ (Percaya
? musyrik!) . Ya
beberapa sih bilang saya memang seorang dengan tipikal yang mudah cemburu, tapi cemburu kan tanda seseorang memang benar serius suka sama orang
itu (Alasan
ngeles paling okeh~) .
Tapi ya.. walau mudah cemburu, saya pun juga pintar ngontrol emosi dalam diri. Masih bisa berpikir dengan memakai logika dan tidak ingin marah sama suami-dimasa-depan nanti (Entah kenapa jadi malu nulisnya.. ).
Ya kalau kelewatan ya pasti marah lah, tapi kalau bisa dimaklumi ya dimaklumi…..
pengennya.
Tapi, nah ini masalahnya kata teman saya lagi, dia memandang bahwa hal tersebut lah yang menjadi salah satu faktor yang akan memperburuk
kesehatan dimasa depan.
Ya biasa lah orang psikologi, memandangnya dengan
asumsi bahwa kalau terlalu banyak nahan hati bakal ga sehat di masa depannya. Haha.
Iya, po ?
Friday, April 26, 2013
at
11:10 AM
Labels:
{
curhat,
kehidupan,
perasaan,
promosi
}
Assalamualaikum wr.wb.
Dulu..
Mama
pernah mengesampingkan keinginannya demi saya. Demi saya yang menyukai
dia, seorang yang berasal dari daerah yang berbeda, sedang mama
menginginkan seorang yang.. tentu saja yang sedaerah. Tapi mama selalu mendukung saya yang menyukainya, dulu dan bahkan sampai sekarang.
Baik,
saat ini kita sedang berbicara tentang cross cultural.
Namun, kini berbeda.. saya mungkin telah belajar tentang
keikhlasan untuk merelakan dia yang saya suka. Pun telah merelakan perasaan ini
untuk tetap diam seperti ini selamanya. Dulu saya pernah berjanji dalam hati
untuk menjaga bahagianya semampu yang saya bisa, bahkan walaupun itu hanya bisa
saya lakukan dari belakang. Bahkan jika perasaan saya kepadanya menjadi biasa,
saya tetap ingin menjaga bahagianya. Karena dia orang yang pernah menolong dan
sangat saya hormati keberadaannya.
Saya menemukan buku yang bagus sekali, karya dari Ahmad Rifa'i Rif'an berjudul "Ya Allah, Siapa Jodohku? " , beliau menuliskan dalam salah satu bab yang berjudul "Cinta tak harus memiliki" bahwa:
Saturday, April 13, 2013
at
4:42 PM
Labels:
{
curhat,
impian,
kehidupan,
promosi
}
Assalamualaikum
Hehe akhirnya punya waktu lagi
untuk bisa duduk sejenak sambil kemudian bercerita tentang apa-apa yang
dialami.
Saya baru balik dari pare, KAMPUNG
INGGRIS XD !!!
Seru banget disana. Walau di
awal-awal saya selalu pengen pulang ke rumah terus. Hehe.
Oh ya, pada akhirnya saya cuman
mengambil 2 minggu disana, dan sisa liburan 2 minggu nya saya pakai buat
jalan-jalan di Banjarmasin. Awalnya mau balik ke Jogja atau nyambung lagi di
pare selama 2 minggu, tapi akhirnya mama nyuruh buat pulang ke Banjarmasin saja
karena ada suatu keperluan.
Hm…….
Ayo kita mulai cerita nya.
Saya menuju Pare dari Jogja dengan
menggunakan travel. Tapi beberapa accident terjadi, saya diturunkan di tempat
yang tidak seharusnya saat sudah tiba di pare (-____-)
Memang dari awal kesalahan saya
yang tidak menanyakan alamat yang jelas dengan office camp saya yang di pare.
Akhirnya saya diturunkan di tengah jalan dengan segenggam koper besar ditangan.
Krik Krik.
Takut ?
Jelas. Apalagi saya sendirian
kesana.
Tapi Alhamdulillah, dengan
keberanian untuk Tanya menanya sana-sini dengan orang, akhirnya saya menemukan office
dari camp yang akan saya tempati selama 2 minggu.
Namun…………………. Ketidakberuntungan
saya tidak berhenti sampai disitu saja.
Ternyata………………….
Office nya TUTUP karena saya
datangnya di hari minggu. ALAMAK (-________________-)
Wednesday, April 3, 2013
at
4:10 PM
Labels:
{
Campus,
curhat,
kehidupan
}
Huaaa
hiks hiks hiks
*peluk senpai senri
shiki kenceng-kenceng*
Blojjessssst, huaaaaaaa
*Bersimbah air mata*
*Jadi mutiara*
Ini bener-bener tragedi memalukan di hari rabu.
Padahal
hari ini saya lagi seneng bangett yang seneng nya sangat seneng seneng banget deh pokonya karena suatu hal.
Selain itu, saya pun juga sangat senang
karena baru saja mendapat pinjaman proyektor "gratis" dari mas tri
(sekretaris umum JAFANA) , dan tanpa perlu membuat surat-surat peminjaman segala pula! Lucky~ Pokonya seneng nya numpuk lah hari ini.
Tapi……..
hiks hiks…
Suatu hal terjadi................
Mari dimulai cerita ini dari awal kembali…
*mutar kaset ulang*
Jadi gini….
Sunday, March 31, 2013
at
5:10 PM
Labels:
{
Campus,
curhat,
kehidupan
}
Assalamualaikum
wrwb
* Jedotin
kepala ke dinding*
Akhir-akhir
ini saya lemah sekali blojest. Perlu terapi penyadaran dulu kayaknya.
*lanjut
ngejedotin kepala*
Haha. Mungkin saya perlu disadarkan kembali
bahwasanya yang namanya Amanda Noviana ini sebenarnya adalah makhluk yang cukup
kuat.
*udah, situ iya-iya in aja ya apa katanya sini*
Akhir-akhir ini, saya sedang disayang oleh Allah
SWT, Allah pengen ngehapus sedikit dosa dari banyak nya dosa yang telah saya
perbuat, hehe.
Makanya itu, saya harus kuat dengan segala apa yang Allah kehendaki buat saya
sekarang. Saya kan superman kan ya, pokoknya saya kuatttttt banget.
Masalah-masalah kecil gini mah gada berat-beratnya kalau Allah selalu
menguatkan saya. Makanya, saya harus diingatkan terus untuk rajin bersyukur,
soalnya saya sering ga tahu diri nih blojest. Masa buat bersyukur aja kadang
saya sering lupa. Keterlaluan banget ya diri saya, ckck.
Baik, sesi ngeluh nya ditutup dulu. Hyatttt.
Oh ya, sekarang TPA lagi sibuk-sibuknya mempersiapkan acara pensi loooooh.
Saya sekretarisnya, makanya kemarin sibuk bikin proposal sama dana-dana an,
soalnya dana belum turun e. Padahal rencananya tanggal 20 April ini mau
diadain.
Nah, di PENSI itu nanti bakal ditampilin Tartil Al Qur’an, drama,
musik menari, sama baca puisi. Karena dalam rangka latihan pensi lah, sekarang
setiap hari minggu saya juga rajin berangkat ke TPA untuk ngelatih tambahan
mereka. Hihi.
*peluk satu-satu adeknya*
Awalnya saya sebagai pelatih
drama, tapi…. Hihihi karena mungkin saya curang kali ya sebagai sekretaris,
maka saya hapus nama saya dari kepanitiaan buat ngelatih drama. Dan mengganti ketiadaan saya itu dengan nama ketua kami di kepanitian buat acara pensi. Hihi.
Kebetulan dia adik angkatan saya, jadi bisa lah dimanfaatin, fufu. Dengan
kecantikan luar biasa ini, apa sih ya yang ga bisa dibujuk~~~~~

*senyum super manis*
* langsung keinjek kulit pisang*
Friday, March 29, 2013
at
10:24 AM
Labels:
{
curhat,
kehidupan
}
" Assalamualaikum "
Saya harus lebih mampu menjaga diri sendiri.
Harus lebih mampu menjaga
perasaan.
Ini harus segera dibatasi.
Ini sudah waktunya.
Sebelum sesuatu kembali terjadi. Entah dari salah satu pihak
manapun. Semua terasa salah. Karena, ketika seseorang menyukaimu, yang akan
merasa bersalah diakhir.. adalah yang disukai. Perasaan yang sangat menekan dan
menyakitkan karena rasa bersalah. Saya tidak ingin salah satu merasakan
perasaan itu. Karena dia, teman laki-laki saya yang pertama yang mampu membuat
saya menjadi diri saya sendiri tanpa kepalsuan atau sifat tertahan apapun
'disini'.
Seseorang pernah berkata
bahwa kekhawatiran saya begitu terlalu besar.
Namun, bahwa saya hanya tidak ingin merasakan suatu
kehilangan adalah alasan yang
jelas. Entah dari pihak manapun yang memulai, kehilangan
tetap lah kehilangan, dan itu menyakitkan.
Saya bosan.
Saturday, March 16, 2013
at
5:47 PM
Labels:
{
curhat,
surat
}
Assalamualaikum..
Pernah kah kalian mengalami ini ?
Ketika merasa tidak terbiasa jika.. seorang laki-laki datang
ke rumah atau kostmu ?
Saya pernah. Entah kenapa.. saya memang terlalu penakut. Padahal
beberapa datang dikarenakan adanya sebuah urusan. Tapi.. saya benar-benar tidak
terbiasa dan merasa sangat tidak nyaman. Saya kira saya sudah sembuh dari
penyakit takut ini. Ternyata penyakit ini memang masih bersisa.
Dulu,
saat SMA, saya sangat penakut sekali terhadap lawan jenis. Dan sangat menjaga
jarak dengan mereka. Pernah beberapa sampai ada yang nekat datang ke rumah, dan
tentu saja.. pintu tetap tidak saya buka. Saya benar-benar takut yang sangat
takut. Tapi dahulu.. itu malah menjadi permainan bagi mereka.. Apalagi saat di
sekolah. Jalan saya beberapa kali pernah dihalangi, dan saya hanya bisa
bersembunyi di balik punggung sahabat saya yang menjadi “hero” saat itu.
Namun,
disaat naik ke kelas 3 SMA, rasa penakut terhadap lawan jenis ini sudah mulai
berkurang. Saya sudah mulai bisa berteman dan mempercayai beberapa dari mereka.
Dan.. ketika memasuki lingkungan perkuliahan, semuanya terasa sudah menghilang
saya rasa. Mungkin karena saya bergabung ke dalam sebuah organisasi, sehingga saya menjadi
terbiasa berinteraksi dengan mereka. Tapi ternyata jika berduaan saja disuatu
tempat dengan laki-laki, pada kenyataannya saya memang masih belum terlalu
biasa, rasa tidak nyaman dan takut dalam pikiran saya masih terus menyerang.
Semacam alarm berbahaya yang terkoneksi di otak saya menyala-nyala penuh bahaya.
Entah apakah ini hal yang gawat atau tidak, bagaimana masa depan saya nanti ya -_______________-
Dan..
Beberapa
hari yang lalu pernah seorang laki-laki datang ke kost, kami hanya berdua
bertemu untuk urusan rapat. Karena pekerjaan saya sebagai sekretaris
mengharuskan untuk banyak berinteraksi dengan dia sebagai ketua. Tapi hal aneh
terjadi.. entah kenapa saya akhirnya tidak terlalu merasa takut lagi. Mungkin
karena dia adik angkatan saya sendiri.
Saya kira rasa takut saya sudah benar-benar
sembuh.
Namun ternyata ketika seseorang berkata akan datang ke kost saya lagi
(untuk sebuah urusan tentu saja), ternyata saya masih tetap takut dan menolak
mati-matian.