Showing posts with label sahabat. Show all posts
Showing posts with label sahabat. Show all posts

Tuesday, March 24, 2015

KKN 121




Hai hai, postingan kali ini di sponsori oleh sulitnya mengumpulkan semangat untuk menulis lagi. Heyuuh.
*melakukan pemanasan jari*

Kali ini, saya ingin sekali menuliskan cerita tentang keluarga baru yang saya temukan selama proses KKN. Hehe, iya, saya sudah KKN looooooooooh. KKN yang super menyenangkaaaaan.
*tebar-tebar bunga ala emot line*

Sebenarnya ini adalah postingan yang telat untuk dituliskan, karena ingatan saya tentang KKN pun sedikit demi sedikit sudah mulai memudar. KKN sudah berakhir sekitar…… entahlah (karna sudah hampir setengah tahun lebih), walau begitu saya dan teman-teman masih tetap berhubungan erat. Eh, tidak erat-erat juga sih. *lalu dibuang dari kelompok KKN unit 121*

Yap.
Saya berada di unit 121 yang dipercayakan kepada desa Wonolelo, dusun Ngagrong, di gunung Merbabu. Saya tidak ingin bercerita tentang bagaimana indahnya pemandangan di dusun tersebut, karena pasti akan jadi postingan yang paaaaaaanjang sekali dalam melukiskan keindahan disana. Seakan tidak ada kata yang cukup dalam mengiaskan indahnya alam disana. Dari sana, seakan dunia adalah milik kita (baik ini agak lebay). Tapi, memang betul. Pertama kali saya tiba disana untuk observasi, saya hanya bisa terbengong-bengong bagai orang kampung yang tidak pernah melihat pemandangan alam sebagus disana, rasanya seakan berada di surga walau saya tidak pernah tahu surga itu seperti apa. Yah, walau begitu surga pasti beribu kali lipat lebih bagus lagi, wah kalau di Ngagrong saja sudah sebagus itu bagaimana indahnya surga nanti ya. Mungkin saya akan pingsan saking takjubnya.

Saya pun sebenarnya juga tidak ingin bercerita mengenai keramahan penduduk disana, bagaimana semuanya sudah saya anggap seperti keluarga sendiri. Keakraban antar tetangga yang mereka bina sungguh lebih dari keluarga sendiri. Mungkin karena rumah disana berdekatan semua, berbeda dengan di kota yang jauh dipisahkan oleh sebongkah pagar. Saya teringat ketika saya sedang sakit, tiba-tiba saja ketika keluar rumah hampir semua ibu-ibu, adik-adik, dan para remaja putri menanyakan kondisi saya.

“ Mbak manda lagi sakit ya katanya ? “ 
“ Mbak ayo sini mampir rumah saya dulu, nanti saya buatkan minuman jahe biar mbak cepat sembuh “  
“ Mbak ayo sini saya pijatkan saja ya “ 

Dan baaaaaaanyak lagi.
Ketika saya dan teman-teman saya sedang mendaki gunung Merbabu dan kami terlambat pulang karena suatu hal pun, para warga sangat mengkhawatirkan kami sampai-sampai ada yang menangis. Beberapa mencoba menghubungi, namun hp kami semua memang dalam keadaan off. Ketika keesokannya kami sampai di posko (rumah kami selama di Ngagrong), para warga langsung menggerubungi dan menanyakan kabar kami semua. Hhaah.. itu hanya 0.0001% cerita tentang keramahan para warga selama sebulan kami berada disana.

Dan yang paling saya banggakan dari dusun tersebut adalah tentang penghafal Qur’annya. Jadi, disana memang ada sebuah mesjid serta TPA untuk menghafal Qur’an. Baru sekitar 2 tahun berdiri, namun warga sangat menerima nya dengan antusias. Para remaja yang baru berumur 15 tahun dsb telah berhasil menghafalkan sekitar 5 juz dalam 2 tahun. Para warga pun, baik ibu-ibu, anak2, serta remaja telah menggunakan jilbab syar’I panjang yang sesuai dengan syariat Allah. Kami pernah berdiskusi dengan para remaja disana, dan mereka benar-benar membuat saya takjub. Mereka bercerita tentang menjaga pandangan serta pergaulan dengan lawan jenis, serta tentang bau parfum yang tidak boleh dicium oleh kaum adam. Mereka bahkan membatasi sms dengan lawan jenis karena takut mendekati zina. Banyak hal yang saya pelajari dan ambil maknanya dari setiap ucapan serta perbuatan mereka. Jujur, saya disana bukan mengajar selayaknya mahasiswa KKN, namun saya lebih banyak belajar dari para warga desa disana, terutama masalah akhlak dan moral.

Baik, karena saya sudah lama tidak menulis, guna tetap menjaga otot-otot jari saya (hihi), sepertinya saya pun harus membatasi cerita-cerita indah yang banyak sekali terjadi selama saya disana. Saya menyesal kenapa saya tidak membuat buku harian semacam diary ketika berada disana. Banyak hal terindah selama hidup saya yang terjadi disana. Seperti saat membantu warga untuk menanam sayuran di ladang, serta bermain dengan para anak-anak kecil ke tengah hutan demi melihat air terjun yang ternyata sudah mengering. Haha, benar-benar hutan! Bukan hutan mainan atau olahan yang sudah dijadikan tempat pariwisata. Enggaaaaak. Dan saya hanya sendirian orang dewasanya, sedangkan yang lain adalah anak kecil. Saat itu yang lain sedang tidur, sih.

Hobby baru saya selama disana adalah berjemur di pagi hari ketika ada matahari, karena suhu udara disana sangat lah dingin. Yaiyalah, dusun itu termasuk yang dekat dengan puncak gunung Merbabu dibanding dusun lainnya. Namun, matahari juga jarang menampakkan sinarnya, jadi ketika di pagi hari terlihat matahari saya akan berteriak kesenangan dan meloncat keluar untuk merasakan kehangatan (?) hahaha. Mandi serasa bagai diguyur air es, bahkan terkadang lebih dingin. Kalau keluar malam-malam keatap buat nongkrong, saya biasanya menggunakan sarung tangan. Karna kalau tidak seperti itu benar-benar bisa menggigil. Bahkan di sore hari saja, kami sangat sering menggigil karena kedinginan. Btw, atap adalah tempat nongkrong terasik. Karena dari sana pemandangan pagi, siang, sore, bahkan malam (untuk melihat bintang) teramat amat amat amat amat sangat indaaaaah. Kalaupun malam saya harus sendirian nongkrong naik keatap, saya berani melakukannya (terlebih buat cari sinyal telponan sih, hahaha). Padahal disana sangat gelap karna hampir tidak ada lampu jalan. Tapi berkat itu, bintang menjadi terlihat sangat indah dari sana.

Begitu pula dengan teman saudara-saudari sekelompok saya yang sudah menjadi keluarga baru saya, kenangan dengan mereka tak kalah indah. Kita semua berada di bawah atap yang sama selama sebulan, makan dan minum yang sama, memandang bintang dan langit yang sama, merasakan keramahan yang sama, menonton film yang sama dengan menggunakan proyektor, serta hal lainnya. Bagaimana kita setiap malam selalu melakukan hal-hal bodoh indah bersama, seperti duduk diatas atap sampai larut malam sambil memandang bintang dan saling curhat satu sama lain, melakukan permainan kartu dengan hukuman-hukuman yang sangat menyebalkan seperti harus jujur-jujuran menjawab berbagai pertanyaan, menonton film dari yang sedih sampai ngakak bersama-sama sampai laruuut malam, dimarahin bersama-sama karena terlalu keras tertawa saat larut malam, memasak dan membersihkan rumah bersama-sama, pergi ke pasar bergantian, dll. Kita pernah menangis dan tertawa bersama. Kita pernah dimarahi dinasehati dan disayangi bersama-sama oleh banyak orang. Kita sering mengkhawatirkan satu sama lain, dan terkadang kita berdebat akibat terlalu khawatir akan keadaan satu sama lain. Kalian tahu, mereka sangat berarti bagi saya. Mereka tahu berbagai sifat yang bahkan jarang orang lain mengetahuinya. Mereka mampu membuat saya benar-benar menjadi diri saya sendiri saat berada di dekat kalian. Mereka mampu mengungkap sifat-sifat buruk saya dan tetap menerimanya dengan hati terbuka. Mereka tahu bahwa saya adalah orang yang sangat suka berbasa-basi, moody, pemarah, ngeyel, dsb. Mereka tahu bahwa saya terkadang sangat suka menyimpan segala nya sendiri dan berkata baik-baik saja agar tidak membuat orang lain khawatir, tapi disaat tertentu dapat menjadi sangat sering mengeluh dan terus saja mengeluh. Saya terkadang menjadi menyebalkan dan senang sekali melakukan sebuah permainan psikologis untuk orang lain, mereka tahu bahwa terkadang saya bisa jadi sejahat itu. Mereka tahu bahwa saya sangat suka tiba-tiba menghilang tanpa kabar ketika berada di posko dan berjalan keluar sendirian. Mereka tahu bahwa saya sangat gengsi hanya untuk berkata rindu dengan mereka bahkan disaat saya benar-benar sangat rindu, tapi ketika hal tersebut sudah tidak dapat ditahan lagi maka saya pun akan mengatakannya dg jujur. Tentu saja, merindukan mereka adalah hal yang sangat mudah bagi saya.

Kita pernah menakhlukan gunung bersama-sama, kita juga pernah menakhlukan arung jeram bersama-sama, kita sering menakhlukan kesunyian malam dan berbagi cerita bersama. Bahkan jika yang kita bicarakan adalah hal yang sudah diungkit berkali-kali, kita tidak pernah bosan dan tetap tertawa. Karena hal konyol itu, cerita manis itu, hanya kita yang tau dan merasakan betapa berharganya itu. Mereka, harta berharga saya. Sungguh.

Sebelum ingatan itu semakin memudar satu demi satu, maka izinkan saya untuk menorehkan sekilas tentang mereka secara singkat. Kami ber9 adalah saudara kakak beradik, maka saya akan menuliskannya dari yang urutan nya paling tua.

Wednesday, April 23, 2014

Surat untuk Ichoy




Sahabat saya menikah, sahabat sedari tk. Yah, well, apa perasaanmu ? Tentu saja antara percaya dan tidak percaya. Karena kami sama-sama sulit untuk ‘dekat’ dengan laki-laki. Dekat dalam arti ingin mengenal lebih jauh tentang lawan jenis. Dan tiba-tibaaaaa…. Kabar pernikahan pun tiba. Saya kaget. Bahkan kami para sahabat sempat terpikir mungkin ini hanyalah sebuah reality show dari super tr*p . Well, itu mungkin saja kan :| ?

Tanpa panjang kata, ini hanyalah sebuah surat biasa dari surat yang terbiasa..

------------------------------------------------

Bismillaahirrahmaannirrahiim.

WAAA ICHOY AKHIRNYA KAWIN JUAAA *mata berkaca-kaca* <3

Haha. Okey. Test test test. *pasang dasi dan mengambil mikrofon*

…………………………… Bagian Serius …………………………

Sunday, December 8, 2013

Dinner Pusman UGM


Bismillahhirrahmannirrahiim -

Karena, bisa bertemu dan berkumpul dengan mereka yang mempunyai impian sama denganmu sangatlah menyenangkan. Tidak  ada kalimat untuk saling meragukan impian yang tertera, bahkan tercipta kalimat tentang kuat nya rasa percaya akan masing-masing dari kita yang mampu untuk menggapainya. Karena melangkah bersama akan terasa lebih ringan dibanding harus melangkah sendirian. Walau pada akhirnya nanti harus berpisah, namun satu yang akan teringat, bahwa disana masih ada mereka yang sedang mewujudkan mimpi yang sama seperti saya.

..
..

Seminggu yang lalu, 1 Desember 2013, saya mendapatkan pengalaman super menyenangkan bersama teman-teman keluarga di PUSMAN.

Saya merasa benar-benar menjadi diri saya sendiri ketika bersama mereka. Bersama mereka, saya tidak merasakan rasa takut seperti yang biasa saya rasakan jika bersebelahan dengan laki-laki lainnya. Karena mereka sudah benar-benar menjadi seperti keluarga bagi saya. Bahkan saking saya merasakan rasa nyaman ketika berada di dekat mereka, saya rasa perasaan cinta itu tidak akan muncul. Karena ada yang lebih dari cinta, yaitu perasaan sayang seakan kami benar-benar terikat oleh hubungan darah.

Saya tertawa. Tersenyum. Bertingkah kekanak-kanakan. Ngambek. Kadang terlihat egois. Kasar. Lemah. Semua terjadi begitu saja ketika berada di dekat mereka. Tidak ada perasaan lelah karena harus berpura-pura untuk bersikap baik.

Bersama mereka, saya mendapatkan banyak pelajaran berharga. Karena tak sedikit dari mereka adalah orang-orang yang telah sukses di bidangnya. Seperti mas Bagus yang seorang seniman, yang karya lukisannya dihargai sebesar 30juta, yang telah sering berangkat keluar negri tanpa harus mengeluarkan uang sendiri. Ada yang telah bekerja di perusahaan Jerman dan akan berangkat kesana tahun depan. Mereka semua tak hemat kata dalam membagi pengalaman-pengalaman dan nasihat-nasihat untuk mendorong kami yang belum seperti mereka untuk segera menyusul agar bisa jadi seperti mereka, atau bahkan lebih.

Dan saya kaget ketika mengetahui fakta bahwa Bimo, Bobi, dan Wawan masih mahasiswa angkatan 2013 ?! Lalu si Dimas yang ternyata juga baru angkatan 2012.  Saya dan Riska masih berada di tengah-tengah, yaitu angkatan 2011. Sedangkan Mas Ido, mas Hari dan Mba Erni adalah angkatan 2010. Mas Irvand angkatan 2009. Mas Fachmie yang sepertinya angkatan 2008. Mba Indri angkatan 2007. Mas Edo angkatan 2006.  Dan Mas Bagus yang…. Entah angkatan berapa ya kira-kira (.__.) ?

Karena hal tersebut, saya suka sekali mengatakan kepada Bimo, Bobi, Wawan dan Dimas, “Wah berarti kalian harus manggil aku dengan ‘mba’ dooong”. Dan tanpa bisa saya prediksi ternyata..… Bimo dan Bobi benar-benar melakukannya. JLEB. Tiba-tiba saya merasa menjadi sangat tua ketika dipanggil 'mba' oleh mereka. 

Oke.
Lanjut.

Jadi, sebelum berangkat ke tempat Mas Bagus, selaku yang mentraktir kami makan di rumah beliau, saya dan teman-teman sepakat untuk berkumpul terlebih dahulu di depan PUSMAN jam 5 sore. Tapi karena si Bobi dan Bimo datangnya telat, akhirnya kami baru bisa berangkat setelah maghrib dengan menggunakan mobil mas Edo. Dan saya baru tau kalau mas Edo ternyata alumni UII. Karena sebagian besar dari mereka adalah mahasiswa UGM, saya sempat mengira bahwa mas Edo termasuk di dalamnya.

Di dalam mobil kami berbicara mengenai banyak hal. Hal paling menggelikan adalah saat Bobi bertanya pada Bimo, “ Bim, lu bawa rantang gak ? “ . Hahaha, si Bobi emang yang paling excited terhadap dinner malam itu, bahkan dia terus mengirim sms ke mas Bagus untuk menanyakan apakah makanan sudah siap atau belum. Pun dia sempat bilang tentang makanan-makanan apa saja yang disukainya kepada mas Bagus #kodegariskeras.

Thursday, November 28, 2013

Rumah Singgah


Bismillahirrahmannirrahiim


“ Kenapa sih Manda harus les di tempat yang Manda takuti setiap ingin melangkahkan kaki kesana ? Kenapa setiap mau les, Manda selalu minta doakan mama ? Seberapa menakutkan kah ? Tapi kenapa Manda masih tetap ingin kesana ? “ –
Mungkin seperti ini perkataan mama jika di translate ke bahasa Indonesia.

…………………………………………..

Hari ini saya merasa sukses, karena berhasil menguasai suatu materi di les walaupun gak ada mbak Indry maupun Dimas yang selalu duduk di dekat saya. Curang, mereka berdua tiba-tiba serempak untuk tidak masuk les. Walaupun sebenarnya dengan si Dimas belum bisa dibilang akrab juga sih. Hanya karena dia yang selalu menjadi partner tempat duduk disebelah kanan saya, otomatis ia selalu menjadi tempat pembuangan pertanyaan saya ketika mbak Indry juga tidak mengerti dengan materi. Sebenarnya juga ada Riska, tapi Riska selalu duduk ditempat yang jauh sehingga sulit untuk bertanya kepadanya.

Biasanya, ketika mba Indry gak masuk les, saya juga memutuskan untuk gak masuk les. Pernah saya memiliki pengalaman gak menyenangkan sebelumnya  ketika mba Indry dan Riska sama-sama gak masuk les, dan saya pun sendirian di malam itu. Lalu Herr Uki meminta setiap anak berpasangan untuk membuat sebuah drama dalam bahasa Jerman, maka mati lah saya, karena saya takut jika harus berpasangan dengan laki-laki.

“ Ya, manda dengan wawan ya “ – ucap Herr Uki sambil menunjuk pria yang duduk disebelah saya.

Saya melihat ke arah Wawan. Kelihatannya sih baik, dan ternyata……………… memang baik. Hanya saja ia menyebalkan, sangat. Kebanyakan teman-teman disana berbicara dengan sangat ramah kepada saya, tapi dia berbeda, dia berbicara dengan nada yang benar-benar…………. nyolot. Akhirnya ketika kami tampil membawakan drama, kami malah saling nyolot satu sama lain dan  jadi bahan tertawaan di depan kelas.  Tapi, kenapa saya mengatakan dia baik ? Karena dia mau menurunkan grade dia ( yang wuuuh udah tinggi banget ) untuk saya yang masih belum lancar dalam bahasa Jerman, sehingga dialog-dialog yang kami buat hanyalah kalimat-kalimat sederhana saja. Si Wawan itu hanya gaya bicaranya saja yang nyebelin, tapi setiap perkataan nya tidak pernah bermaksud menyakiti hati orang lain. Dia hanya suka bercanda, tapi dengan nada bicara sok cool dan nyolot. Gara-gara pengalaman itu lah, saya benar-benar merasa takut jika harus masuk les tanpa mba Indry. Karena jika ada mba Indry, kami selalu dipasangkan berdua. Bukan sama si orang nyolot tadi. Ya Allah, maafkan aim Ya Allah.

Tuesday, November 26, 2013

Bahagia itu Sederhana



- Bismillahhirrahmannirrahiim -

..
..

Tidak terasa sudah hampir setahun sejak kejadian ini. Kejadian dimana kami pergi bersama-sama ke alkid dan kemudian besok paginya segera menyiapkan surprise untuk ulangtahun Uni dan ka Vikri.

Alkid ? Tempat umum yang paling umum di Jogja.
Kenapa harus Alkid ?

Sedikit konyol, hal ini dimulai ketika saya sangat ingin pergi ke Alkid karena belum pernah kesana bersama teman-teman. Ketika mereka mendengar ini, mereka hanya tertawa. Menertawakan keinginan saya yang mungkin bagi mereka terasa seperti keinginan seorang anak kecil. Terlalu banyak tempat bagus di Jogja, dan kenapa harus memilih Alkid yang sebenarnya biasa  saja ? 

" Seriusan Manda belum pernah kesana ? Manda udah berapa tahun emang di Jogja ? " - sampai mas Arif bisa bertanya begini.
Bukan, bukannya tidak pernah. Pernah saat itu sekali saat bersama keluarga, tapi kemudian tidak pernah kembali lagi, apalagi bersama teman-teman seperti ini.

Untung saat itu ada mba Fanny sama mba Ulfa yang mau mendengarkan, lalu mengabulkan permintaan kecil ini. 
Dan...

Jeng jeng.

Pergilah kami. 

Personil yang ikut : Saya, mba Ulfa, mba Fany, mba Alfi, temen mba Alfi, Deby, Feby, mas Arif, ka Ojan, Sanjaya, ka Alan, Arum, Yopi, Arni, Adi, Rijal.

Yang paling menyebalkan disana adalah ka Alan, karena kami sempat bermain tutup mata untuk melalui 2 buah pohon. Jadi, di Alkid memang ada mitos bahwa jika seseorang dapat melewati 2 buah pohon dengan jarak berapa meteer  gitu sambil matanya ditutup maka hatinya suci dan bersih. 
Waktu itu kebetulan yang menjaga saya ketika matanya ditutup adalah ka Alan, dan instruksi yang dia berikan cuman kata " lurus , jalan lurus " aja. Padahal saya sudah terbelok dari jalan yang seharusnya, kalau jalan lurus malah akan semakin terbelok lagi. Dan alhasil... saya gagal. Benar-benar instruksi yang sesat dari ka Alan.

Beberapa hal yang sangat saya rindukan adalah hal ini. Kebahagiaan dalam kebersamaan.





Lalu.. besok paginya, seperti biasa kami berkumpul di kost nya mba Ulfa & mba Fanny untuk menyiapkan surprise. Sayangnya mba Fany sudah pulang shubuhnya ke Lombok, jadi gak bisa ikut ngasih surprise ke Uni dan Ka Vikri.

Surprise  seperti apa ? Sebenarnya biasa aja sih, disiram-siram dengan ‘ramuan ajaib’ lalu dikasih kado. Diakhir kami akan berkumpul dan saling melantunkan doa untuk mereka yang sedang berulangtahun.

Kado seperti apa ? Kado yang besar-besar dan banyak, tapi isinya hanya lah barang bekas yang sudah tak terpakai lagi. Ada kulit durian, daun-daun, botol bekas, dan lain lain. Hahaha. Dan mereka harus menyimpannya dan tidak boleh membuka sampai jam 12 malam nanti.

Thursday, September 12, 2013

Hargai Karya Anak Bangsa



Bismillahirrahmannirrahiim


ART JOG 2013, semacam pagelaran seni yang menampilkan 158 artworks dari 115 artists , bertempat di Taman Budaya – Jogjakarta. Untuk lebih lengkapnya dapat stalk twitter @ArtJog , kebetulan saya berkesempatan untuk bersinggah kesana kemarin (bulan juli) bersama rekan saya Nike.









Kisah Hidup dengan Penuh Tawa


Bismillahirrahmanirrahiim


Kamis, 12 September 2013, tidak terasa sebentar lagi liburan akan berakhir. 3 hari, sisa waktu yang ada untuk pekan liburan kali ini. Otak pun akan kembali menjalani kewajibannya seperti biasa, berpikir dan terus berpikir untuk mencapai ideologi yang menurutnya benar.
*tiba-tiba teringat oknum ‘v’ dengan bahasa intelek nya*

Hah. Lupakan lah.

Liburan disini menghasilkan beraneka ragam cerita dan emosi, dari rasa senang, sedih, haru, gugup, kecewa, marah, takut, dan  kebersyukuran yang tiada akhir. Dari cerita berkumpul bersama teman-teman lama yang pernah melukis kisah semenjak TK, atau ketika tertawa bersama saat bertemu lagi dengan teman SD, atau ketika saling bertukar film dengan segala antusiasme dengan teman SMP,  dan cerita tentang surpise yang terbingkai kehangatan dengan teman-teman SMA. Semuanya selalu menarik, penuh dengan keterkejutan dan kegembiraan.

Sedang beberapa emosi negative yang saya tuliskan sebelumnya hanyalah refleksi dari cerita saya saat sedang sendiri dan merenungi kesalahan-kesalahan yang pernah dilakukan.
..
..
..

Saturday, August 17, 2013

Antara TPA dan Karang Asri


Bismillah


Beberapa pekan bulan lalu kami (selaku pengurus TPA) mendapat kabar bahwa ada suatu komunitas yang akan berkunjung ke TPA Kalidadap. Komunitas ini berasal dari pemuda dan pemudi yang peduli akan pendidikan anak di  Indonesia. Sayangnya saya sudah lupa akan nama dari komunitas mereka, hehe. Anggota dari komunitas tersebut telah mencapai ribuan anggota yang berasal kan dari berbagai provinsi di Indonesia. Dan mereka pun telah berpetualang ke banyak tempat di Indonesia ini, menjelajah dari pulau ke pulau.

Saya cukup bahagia pada hari itu karena mengetahui lagi-lagi ada banyak orang yang peduli dengan TPA Kalidadap. Beberapa pekan sebelumnya, mahasiswa PKL dari Malaysia pun beberapa kali berkunjung dan ikut mengajar disana, dari fakultas bahkan kampus lain pun pernah datang untuk berbagi ilmu disana. Saya bahagia mengetahui fakta bahwa masih banyak remaja kita yang peduli dengan pendidikan anak-anak.

Nah kembali ke komunitas tadi, beberapa anggota yang ditunjuk sebagai perwakilan dari komunitas tersebut pun datang berkunjung pada hari minggu pagi, karena pada hari tersebut memang bukan jam mengajar kami, maka yang datang menyambut pun hanya sedikit dari kami, yaitu saya, Laily, mba Fanny, Arum, Ka Ojan, dan Riska. Pada awalnya kedatangan kami kesana adalah untuk membantu mereka dalam mengatur para anak TPA agar bisa tenang dan duduk diam selama proses belajar mengajar, namun kemudian salah satu dari mereka (yang sepertinya terlihat sebagai ketua) mengatakan bahwa ini adalah salah satu acara yang diadakan sebagai latihan bagi calon pengurus baru dari komunitas tersebut. Sehingga kami diminta untuk melihat hanya dari kejauhan (._.)


*Personil yang datang. Jilbab putih: Arum. Jilbab ungu: Riska. Jilbab putih: Laily. Jilbab abu: Mba Fann. Ka Ojan kebagian yang motho*


*Ngintip keadaan dari jendela. Itu sebenarnya yang saya gendong adalah Dhika, bukan Ochid (._.)*

Beberapa kali saya merasa sangat gatal untuk turut dalam membantu menangkap mengumpulkan anak­­-anak yang berlarian keluar ruangan, tapi sayangnya yang ingin dilatih bagi calon pengurus baru ini adalah tentang cara dalam melakukan manajemen kelas yang baik agar anak dapat belajar dengan tenang, yang.. entahlah bagaimana cara mereka akhirnya melakukannya. Karena saya dan teman-teman kemudian memutuskan untuk pergi ke tempat lain daripada hanya bisa mengganggu acara mereka kalau terus berada di TPA :p

Dan…. Tempat yang dituju lagi-lagi adalaaah…

Thursday, May 30, 2013

Pertemuan di Mesjid, Sore Itu.


Bismillahirrahmannirahiim

..



"Bagaimana mbak bisa menemukan suami mbak sekarang ?

" Kamu gak akan pernah tau bahwa mungkin saja orang yang tidak sengaja berpapasan dengan kamu kemarin atau bahkan hari ini ternyata adalah suami kamu dimasa depan. Mana pernah saya menyangka kan bahwa org itu sekarang malah menjadi suami saya. Mengobrol saja bahkan tidak pernah. Cinta itu sederhana, dek. " –

..
..
..

Sore itu di mesjid dekat malioboro, Jogjakarta, tiba-tiba seorang perempuan datang menyapa seraya tersenyum. Entah siapa orang ini, pikir saya pertama kali. Dia menyapa dengan lembut selembut perangai dan jilbab panjangnya. Teduh, pikir saya lagi. Sore itu saya sengaja mendiamkan diri di mesjid untuk mengerjakan tugas dengan laptop yang siap sedia ditangan sambil menunggu kedatangan mama yang sedang asyik membeli pesanan ini itu di Malioboro, sampai perempuan ini tiba-tiba datang menyapa.

Wednesday, May 8, 2013

Hadiah dari Allah


Assalamualaikum wrwb




Jogja..

Suatu tempat dimana saya bisa menemukan hal-hal baru yang sangat berharga bagi kehidupan saya.  Disini.. saya menemukan teman, sahabat, keluarga, dan semuanyaa. Mereka itu begitu berlebihan.. Misalnya, berlebihan dalam berbuat kebaikan :)

Dan hari ini..

mereka membuat saya terharu.. Sangat. Lagi dan lagi.

Hari ini, tanggal 8 Mei 2013, seharusnya kami semua berlibur ke kebun teh di Karang Anyer, Solo.  Hari ini harusnya Semua bergembira..  Makanya, saya begitu  berharap setelah kembali ke Jogja mereka bisa mempunyai kenangan yang berharga sebagai pengingat tali kekeluargaan yang telah tercipta :)

..
..
..
Tapi.. saya sedikit banyak mengecewakan mereka hari ini. Rasanya sedih tapi juga sangat terharu atas semua yang terjadi hari ini. Singkat cerita, karena disebabkan keegoisan saya.. akhirnya saya memutuskan untuk tidak jadi bergabung ke dalam acara tersebut. Oh, Bukan karena acara itu tidak menyenangkan atau bagaimana (bahkan bisa dibilang itu acara "TER-WOW" selama saya di Jogja, soalnya sampai sengaja nyewa travel coba, gimana bisa dibilang acara yang tidak menarik?) namun saya mempunyai suatu alasan pribadi tertentu mengapa saya memutuskan untuk membatalkan join berangkat dengan mereka.

Lalu….
Nah gini.. ini nih sikap kamu yang saya gak suka “ –
 Kata seseorang.

Blojjest.. jujur, saya sedih mendengar kalimat itu.Malam tadi, seseorang mengatakannya pada saya setelah kami berdiskusi tentang keputusan saya ini. Tapi saya tetap pada pendirian saya, saya masih merasa apa yang saya lakukan tidak ada salahnya dan tidak merugikan siapapun. Bahkan sampai saat ini saya masih terus berpikiran seperti itu. Hingga malam itu kami bertiga terus beradu argument dengan hasil pendirian saya yang tidak berubah.

Yah jadi begitulah, karena suatu alasan, saya batal pergi ke Karang Anyer hari ini. Lalu.. yang membuat saya terharu adalah…….

 Mereka semua (ber-14 orang)…………. datang ke kost saya dengan memakai travel dan mengajak (atau kata lainnya sedikit memaksa) untuk jadi ikut ke Karang Anyer tadi pagi………………..

Haha. Saya kaget mereka bisa senekat dan sengotot itu ternyata.

Thursday, February 7, 2013

Sweet Memories


*ini tulisan yang saya buat pada tahun 2012. Sebenarnya saya ingin mengasih note di setiap foto, tapi maaf mungkin waktunya kemarin belum sempat. Saya ingat ini ketika membuka draft-draft lama dari blog saya, tapi semoga hal itu tidak merusak atau mengurangi indahnya kenangan yang saya miliki:)

Assalamualaikum


                Sebenarnya saat ini kepala saya sedang sakit sekali. Entah apa penyebabnya. Tapi indikasi terbesar menurut saya adalah karena hari ini saya kembali ‘terlalu fokus melihat seseorang’ , sehingga aura nya menjadi terlihat sangat jelas di mata saya. Kali ini dosen saya. Dia mempunyai aura yang berwarna hijau. Terang dan jelas. Padahal sama sekali gada niat buat melihat.

                Seperti biasa, sehabis melihat aura, malamnya kepala saya sering menjadi sangat sakit. Ini bagian yang sangat saya tidak suka. Padahal biasanya, jika hanya satu orang maka kepala saya tidak akan mengalami sakit nyut-nyut seperti ini. Baru kemarinnya saya melihat aura 2 orang, dan malamnya kepala saya masih terasa fine-fine saja.

                Mengingat alasan yang lain.. mungkin karena malam tadi saya begadang sampai jam 5 subuh untuk mengerjakan tugas. Aish. Tugas semester 3 ini benar-benar........... Sesuatu.
*suara piano horror~ JRENG. *

banyak observasi langsung soalnya.

Padat merayap tugasnya itu. Tapi kata salah satu dosen saya, ini hanyalah pemanasan untuk semester-semester selanjutnya yang bakalan lebih berat lagi.


Okeh. Diulang. Pe-ma-na-san! Panas memang.

Heuuh..

*kipas-kipas*


                Btw, bicara soal aura lagi, entah apakah saya sudah pernah memosting tentang saya yang ingin sekali menghilangkan penglihatan ini atau malah belum sempat ke posting.

Hm, sudah pernah kah sebelumnya saya bilang tentang saya yang selalu merasa diikuti oleh beberapa makhluk you-know-what ?

                Atau tulisan kemarin hanya sempat saya jadikan draft dan belum di posting, ya ? Padahal di semester 1 loh saya nulis postingan yang judulnya “mistis di Jogja” , tapi kayaknya emang belum sempat saya posting ya. Hehe. Kalian harus tahu, draft postingan saya sangat banjir loh seperti banjirnya Jakarta. Ihiks.  Entah itu posting yang memang belum sama sekali ditampilkan, atau memang posting yang telah pernah saya update namun kemudian saya simpan lagi karena berbagai alasan pribadi.

Okeh. Kembali ke topik, pemirsa.

Iya. Terinspirasi dari pak sus yang menghilangkan kekuatan bathin nya, saya pun menjadi semakin banyak berdoa kepada Allah agar diberikan yang terbaik saja. Saya tidak ingin kemampuan yang semakin bertambah hingga akhirnya dapat melihat mereka yang “you-know-what” .
*iklan*
*wkakakaka semacam voldemort ya jadi disebut “you-know-what” . Jadi kangen harpot.*
*kembali ke blog*

Friday, January 4, 2013

Birthday Surprises.



Bismillah..


Assalamualaikum wr wb

Hari ini… rasanya bahagia sekali.
Sangat berbeda dan sangat spesial.


Saya… hanya ingin mengucapkan terimakasih. Terimakasih sudah mengingat dan hadir dalam kehidupan saya. Saya hanya tidak menyangka kalian ingat malah disaat saya tidak… ya seperti itu lah.

Namun bukan berarti yang tidak mengucapkan adalah hal yang salah, karena pada dasarnya saya pun juga pelupa masalah tanggal dan tidak jarang saya malah melewatkan hari ulangtahun teman-teman saya, maaf (--“)

Namun, sekali lagi terimakasih buat mereka:D

>> Abah, mama, amel, bella, tante, kaka Cynthia, yolanda, Nida, Hesti, anis, thira, echi, selly, icoy, mayla, isma, chopish, memey, ayu, femmy, renny, Nike, Odi, Adi, Nunu, iind, abduh, yar, asih, mentari, rahmolen,  Ka Lisa, devy, sharla, Titi, Ennoq, Vina, Haura, Aina, marlin, mitha, riska


Dan… khusus terimakasih juga buat mereka yang ga saya sangka tahu hari ulangtahun saya, walaupun saya pernah bilang mungkin tapi saya juga tidak menyangka mereka bisa ingat. Terimakasih yang lebih banyak buat mereka :D

>> Rini, mba nayu, ka arief, ka fajar, manda (fakultas Hukum), ka ozan, mas arief, mba fanny, mba ulfa, mba tami

*Apalagi manda dari fakultas hukum, aaaa sudah berapa bulan ya kita ga ketemu ? setengah tahun kah ? cuman pas rusunawa kemarin ketemu. Thira pasti yang ngasih tahu nya :D



Look!
Mereka membuat ini untuk saya. Dan aaaaa saya merasa sangat terharu sekali (.___.) Terimakasih hestuing, acil samarinda, aniiiss, echiek. Sayang kalian pakek bangettt :’D

Wednesday, January 2, 2013

Stay Forever, please

Assalamualaikum
source --> http://aelkeleith.blogspot.com










































Ketika saya membaca postingan tersebut, saya kembali menerawang. "Best Friends" . Ya, saya mempunyai mereka, teman terbaik selama ini :') *mengelap ingus yg berceceran.


Pernah membayangkan bahwa saya dan mereka telah berteman lebih dari 10 tahun ?

Iya.

 Waktu yang cukup untuk mengetahui segala sifat yang ada pada sahabatmu. Mencoba mengerti satu sama lain selama belasan tahun. 

 Saya mempunyai banyak sahabat yang sangat saya sayangi keberadaannya, entah yang telah mengenal saya lama atau yang baru saja kenal. Namun kali ini, izinkan saya bercerita tentang mereka  dari para sahabat saya yang telah mengenal saya sejak lama dan mengisi scene-scene di cerita kehidupan saya.

        Belasan tahun lalu kami bertemu. Tanpa mengetahui bahwa akan selama ini persahabatan ini bertahan, dan memang selalu dan selalu untuk terus berharap agar ini bisa selamanya.Walau berbeda sekolah, walau berbeda kota nantinya.


Showing posts with label sahabat. Show all posts
Showing posts with label sahabat. Show all posts

KKN 121




Hai hai, postingan kali ini di sponsori oleh sulitnya mengumpulkan semangat untuk menulis lagi. Heyuuh.
*melakukan pemanasan jari*

Kali ini, saya ingin sekali menuliskan cerita tentang keluarga baru yang saya temukan selama proses KKN. Hehe, iya, saya sudah KKN looooooooooh. KKN yang super menyenangkaaaaan.
*tebar-tebar bunga ala emot line*

Sebenarnya ini adalah postingan yang telat untuk dituliskan, karena ingatan saya tentang KKN pun sedikit demi sedikit sudah mulai memudar. KKN sudah berakhir sekitar…… entahlah (karna sudah hampir setengah tahun lebih), walau begitu saya dan teman-teman masih tetap berhubungan erat. Eh, tidak erat-erat juga sih. *lalu dibuang dari kelompok KKN unit 121*

Yap.
Saya berada di unit 121 yang dipercayakan kepada desa Wonolelo, dusun Ngagrong, di gunung Merbabu. Saya tidak ingin bercerita tentang bagaimana indahnya pemandangan di dusun tersebut, karena pasti akan jadi postingan yang paaaaaaanjang sekali dalam melukiskan keindahan disana. Seakan tidak ada kata yang cukup dalam mengiaskan indahnya alam disana. Dari sana, seakan dunia adalah milik kita (baik ini agak lebay). Tapi, memang betul. Pertama kali saya tiba disana untuk observasi, saya hanya bisa terbengong-bengong bagai orang kampung yang tidak pernah melihat pemandangan alam sebagus disana, rasanya seakan berada di surga walau saya tidak pernah tahu surga itu seperti apa. Yah, walau begitu surga pasti beribu kali lipat lebih bagus lagi, wah kalau di Ngagrong saja sudah sebagus itu bagaimana indahnya surga nanti ya. Mungkin saya akan pingsan saking takjubnya.

Saya pun sebenarnya juga tidak ingin bercerita mengenai keramahan penduduk disana, bagaimana semuanya sudah saya anggap seperti keluarga sendiri. Keakraban antar tetangga yang mereka bina sungguh lebih dari keluarga sendiri. Mungkin karena rumah disana berdekatan semua, berbeda dengan di kota yang jauh dipisahkan oleh sebongkah pagar. Saya teringat ketika saya sedang sakit, tiba-tiba saja ketika keluar rumah hampir semua ibu-ibu, adik-adik, dan para remaja putri menanyakan kondisi saya.

“ Mbak manda lagi sakit ya katanya ? “ 
“ Mbak ayo sini mampir rumah saya dulu, nanti saya buatkan minuman jahe biar mbak cepat sembuh “  
“ Mbak ayo sini saya pijatkan saja ya “ 

Dan baaaaaaanyak lagi.
Ketika saya dan teman-teman saya sedang mendaki gunung Merbabu dan kami terlambat pulang karena suatu hal pun, para warga sangat mengkhawatirkan kami sampai-sampai ada yang menangis. Beberapa mencoba menghubungi, namun hp kami semua memang dalam keadaan off. Ketika keesokannya kami sampai di posko (rumah kami selama di Ngagrong), para warga langsung menggerubungi dan menanyakan kabar kami semua. Hhaah.. itu hanya 0.0001% cerita tentang keramahan para warga selama sebulan kami berada disana.

Dan yang paling saya banggakan dari dusun tersebut adalah tentang penghafal Qur’annya. Jadi, disana memang ada sebuah mesjid serta TPA untuk menghafal Qur’an. Baru sekitar 2 tahun berdiri, namun warga sangat menerima nya dengan antusias. Para remaja yang baru berumur 15 tahun dsb telah berhasil menghafalkan sekitar 5 juz dalam 2 tahun. Para warga pun, baik ibu-ibu, anak2, serta remaja telah menggunakan jilbab syar’I panjang yang sesuai dengan syariat Allah. Kami pernah berdiskusi dengan para remaja disana, dan mereka benar-benar membuat saya takjub. Mereka bercerita tentang menjaga pandangan serta pergaulan dengan lawan jenis, serta tentang bau parfum yang tidak boleh dicium oleh kaum adam. Mereka bahkan membatasi sms dengan lawan jenis karena takut mendekati zina. Banyak hal yang saya pelajari dan ambil maknanya dari setiap ucapan serta perbuatan mereka. Jujur, saya disana bukan mengajar selayaknya mahasiswa KKN, namun saya lebih banyak belajar dari para warga desa disana, terutama masalah akhlak dan moral.

Baik, karena saya sudah lama tidak menulis, guna tetap menjaga otot-otot jari saya (hihi), sepertinya saya pun harus membatasi cerita-cerita indah yang banyak sekali terjadi selama saya disana. Saya menyesal kenapa saya tidak membuat buku harian semacam diary ketika berada disana. Banyak hal terindah selama hidup saya yang terjadi disana. Seperti saat membantu warga untuk menanam sayuran di ladang, serta bermain dengan para anak-anak kecil ke tengah hutan demi melihat air terjun yang ternyata sudah mengering. Haha, benar-benar hutan! Bukan hutan mainan atau olahan yang sudah dijadikan tempat pariwisata. Enggaaaaak. Dan saya hanya sendirian orang dewasanya, sedangkan yang lain adalah anak kecil. Saat itu yang lain sedang tidur, sih.

Hobby baru saya selama disana adalah berjemur di pagi hari ketika ada matahari, karena suhu udara disana sangat lah dingin. Yaiyalah, dusun itu termasuk yang dekat dengan puncak gunung Merbabu dibanding dusun lainnya. Namun, matahari juga jarang menampakkan sinarnya, jadi ketika di pagi hari terlihat matahari saya akan berteriak kesenangan dan meloncat keluar untuk merasakan kehangatan (?) hahaha. Mandi serasa bagai diguyur air es, bahkan terkadang lebih dingin. Kalau keluar malam-malam keatap buat nongkrong, saya biasanya menggunakan sarung tangan. Karna kalau tidak seperti itu benar-benar bisa menggigil. Bahkan di sore hari saja, kami sangat sering menggigil karena kedinginan. Btw, atap adalah tempat nongkrong terasik. Karena dari sana pemandangan pagi, siang, sore, bahkan malam (untuk melihat bintang) teramat amat amat amat amat sangat indaaaaah. Kalaupun malam saya harus sendirian nongkrong naik keatap, saya berani melakukannya (terlebih buat cari sinyal telponan sih, hahaha). Padahal disana sangat gelap karna hampir tidak ada lampu jalan. Tapi berkat itu, bintang menjadi terlihat sangat indah dari sana.

Begitu pula dengan teman saudara-saudari sekelompok saya yang sudah menjadi keluarga baru saya, kenangan dengan mereka tak kalah indah. Kita semua berada di bawah atap yang sama selama sebulan, makan dan minum yang sama, memandang bintang dan langit yang sama, merasakan keramahan yang sama, menonton film yang sama dengan menggunakan proyektor, serta hal lainnya. Bagaimana kita setiap malam selalu melakukan hal-hal bodoh indah bersama, seperti duduk diatas atap sampai larut malam sambil memandang bintang dan saling curhat satu sama lain, melakukan permainan kartu dengan hukuman-hukuman yang sangat menyebalkan seperti harus jujur-jujuran menjawab berbagai pertanyaan, menonton film dari yang sedih sampai ngakak bersama-sama sampai laruuut malam, dimarahin bersama-sama karena terlalu keras tertawa saat larut malam, memasak dan membersihkan rumah bersama-sama, pergi ke pasar bergantian, dll. Kita pernah menangis dan tertawa bersama. Kita pernah dimarahi dinasehati dan disayangi bersama-sama oleh banyak orang. Kita sering mengkhawatirkan satu sama lain, dan terkadang kita berdebat akibat terlalu khawatir akan keadaan satu sama lain. Kalian tahu, mereka sangat berarti bagi saya. Mereka tahu berbagai sifat yang bahkan jarang orang lain mengetahuinya. Mereka mampu membuat saya benar-benar menjadi diri saya sendiri saat berada di dekat kalian. Mereka mampu mengungkap sifat-sifat buruk saya dan tetap menerimanya dengan hati terbuka. Mereka tahu bahwa saya adalah orang yang sangat suka berbasa-basi, moody, pemarah, ngeyel, dsb. Mereka tahu bahwa saya terkadang sangat suka menyimpan segala nya sendiri dan berkata baik-baik saja agar tidak membuat orang lain khawatir, tapi disaat tertentu dapat menjadi sangat sering mengeluh dan terus saja mengeluh. Saya terkadang menjadi menyebalkan dan senang sekali melakukan sebuah permainan psikologis untuk orang lain, mereka tahu bahwa terkadang saya bisa jadi sejahat itu. Mereka tahu bahwa saya sangat suka tiba-tiba menghilang tanpa kabar ketika berada di posko dan berjalan keluar sendirian. Mereka tahu bahwa saya sangat gengsi hanya untuk berkata rindu dengan mereka bahkan disaat saya benar-benar sangat rindu, tapi ketika hal tersebut sudah tidak dapat ditahan lagi maka saya pun akan mengatakannya dg jujur. Tentu saja, merindukan mereka adalah hal yang sangat mudah bagi saya.

Kita pernah menakhlukan gunung bersama-sama, kita juga pernah menakhlukan arung jeram bersama-sama, kita sering menakhlukan kesunyian malam dan berbagi cerita bersama. Bahkan jika yang kita bicarakan adalah hal yang sudah diungkit berkali-kali, kita tidak pernah bosan dan tetap tertawa. Karena hal konyol itu, cerita manis itu, hanya kita yang tau dan merasakan betapa berharganya itu. Mereka, harta berharga saya. Sungguh.

Sebelum ingatan itu semakin memudar satu demi satu, maka izinkan saya untuk menorehkan sekilas tentang mereka secara singkat. Kami ber9 adalah saudara kakak beradik, maka saya akan menuliskannya dari yang urutan nya paling tua.

Surat untuk Ichoy




Sahabat saya menikah, sahabat sedari tk. Yah, well, apa perasaanmu ? Tentu saja antara percaya dan tidak percaya. Karena kami sama-sama sulit untuk ‘dekat’ dengan laki-laki. Dekat dalam arti ingin mengenal lebih jauh tentang lawan jenis. Dan tiba-tibaaaaa…. Kabar pernikahan pun tiba. Saya kaget. Bahkan kami para sahabat sempat terpikir mungkin ini hanyalah sebuah reality show dari super tr*p . Well, itu mungkin saja kan :| ?

Tanpa panjang kata, ini hanyalah sebuah surat biasa dari surat yang terbiasa..

------------------------------------------------

Bismillaahirrahmaannirrahiim.

WAAA ICHOY AKHIRNYA KAWIN JUAAA *mata berkaca-kaca* <3

Haha. Okey. Test test test. *pasang dasi dan mengambil mikrofon*

…………………………… Bagian Serius …………………………

Dinner Pusman UGM


Bismillahhirrahmannirrahiim -

Karena, bisa bertemu dan berkumpul dengan mereka yang mempunyai impian sama denganmu sangatlah menyenangkan. Tidak  ada kalimat untuk saling meragukan impian yang tertera, bahkan tercipta kalimat tentang kuat nya rasa percaya akan masing-masing dari kita yang mampu untuk menggapainya. Karena melangkah bersama akan terasa lebih ringan dibanding harus melangkah sendirian. Walau pada akhirnya nanti harus berpisah, namun satu yang akan teringat, bahwa disana masih ada mereka yang sedang mewujudkan mimpi yang sama seperti saya.

..
..

Seminggu yang lalu, 1 Desember 2013, saya mendapatkan pengalaman super menyenangkan bersama teman-teman keluarga di PUSMAN.

Saya merasa benar-benar menjadi diri saya sendiri ketika bersama mereka. Bersama mereka, saya tidak merasakan rasa takut seperti yang biasa saya rasakan jika bersebelahan dengan laki-laki lainnya. Karena mereka sudah benar-benar menjadi seperti keluarga bagi saya. Bahkan saking saya merasakan rasa nyaman ketika berada di dekat mereka, saya rasa perasaan cinta itu tidak akan muncul. Karena ada yang lebih dari cinta, yaitu perasaan sayang seakan kami benar-benar terikat oleh hubungan darah.

Saya tertawa. Tersenyum. Bertingkah kekanak-kanakan. Ngambek. Kadang terlihat egois. Kasar. Lemah. Semua terjadi begitu saja ketika berada di dekat mereka. Tidak ada perasaan lelah karena harus berpura-pura untuk bersikap baik.

Bersama mereka, saya mendapatkan banyak pelajaran berharga. Karena tak sedikit dari mereka adalah orang-orang yang telah sukses di bidangnya. Seperti mas Bagus yang seorang seniman, yang karya lukisannya dihargai sebesar 30juta, yang telah sering berangkat keluar negri tanpa harus mengeluarkan uang sendiri. Ada yang telah bekerja di perusahaan Jerman dan akan berangkat kesana tahun depan. Mereka semua tak hemat kata dalam membagi pengalaman-pengalaman dan nasihat-nasihat untuk mendorong kami yang belum seperti mereka untuk segera menyusul agar bisa jadi seperti mereka, atau bahkan lebih.

Dan saya kaget ketika mengetahui fakta bahwa Bimo, Bobi, dan Wawan masih mahasiswa angkatan 2013 ?! Lalu si Dimas yang ternyata juga baru angkatan 2012.  Saya dan Riska masih berada di tengah-tengah, yaitu angkatan 2011. Sedangkan Mas Ido, mas Hari dan Mba Erni adalah angkatan 2010. Mas Irvand angkatan 2009. Mas Fachmie yang sepertinya angkatan 2008. Mba Indri angkatan 2007. Mas Edo angkatan 2006.  Dan Mas Bagus yang…. Entah angkatan berapa ya kira-kira (.__.) ?

Karena hal tersebut, saya suka sekali mengatakan kepada Bimo, Bobi, Wawan dan Dimas, “Wah berarti kalian harus manggil aku dengan ‘mba’ dooong”. Dan tanpa bisa saya prediksi ternyata..… Bimo dan Bobi benar-benar melakukannya. JLEB. Tiba-tiba saya merasa menjadi sangat tua ketika dipanggil 'mba' oleh mereka. 

Oke.
Lanjut.

Jadi, sebelum berangkat ke tempat Mas Bagus, selaku yang mentraktir kami makan di rumah beliau, saya dan teman-teman sepakat untuk berkumpul terlebih dahulu di depan PUSMAN jam 5 sore. Tapi karena si Bobi dan Bimo datangnya telat, akhirnya kami baru bisa berangkat setelah maghrib dengan menggunakan mobil mas Edo. Dan saya baru tau kalau mas Edo ternyata alumni UII. Karena sebagian besar dari mereka adalah mahasiswa UGM, saya sempat mengira bahwa mas Edo termasuk di dalamnya.

Di dalam mobil kami berbicara mengenai banyak hal. Hal paling menggelikan adalah saat Bobi bertanya pada Bimo, “ Bim, lu bawa rantang gak ? “ . Hahaha, si Bobi emang yang paling excited terhadap dinner malam itu, bahkan dia terus mengirim sms ke mas Bagus untuk menanyakan apakah makanan sudah siap atau belum. Pun dia sempat bilang tentang makanan-makanan apa saja yang disukainya kepada mas Bagus #kodegariskeras.

Rumah Singgah


Bismillahirrahmannirrahiim


“ Kenapa sih Manda harus les di tempat yang Manda takuti setiap ingin melangkahkan kaki kesana ? Kenapa setiap mau les, Manda selalu minta doakan mama ? Seberapa menakutkan kah ? Tapi kenapa Manda masih tetap ingin kesana ? “ –
Mungkin seperti ini perkataan mama jika di translate ke bahasa Indonesia.

…………………………………………..

Hari ini saya merasa sukses, karena berhasil menguasai suatu materi di les walaupun gak ada mbak Indry maupun Dimas yang selalu duduk di dekat saya. Curang, mereka berdua tiba-tiba serempak untuk tidak masuk les. Walaupun sebenarnya dengan si Dimas belum bisa dibilang akrab juga sih. Hanya karena dia yang selalu menjadi partner tempat duduk disebelah kanan saya, otomatis ia selalu menjadi tempat pembuangan pertanyaan saya ketika mbak Indry juga tidak mengerti dengan materi. Sebenarnya juga ada Riska, tapi Riska selalu duduk ditempat yang jauh sehingga sulit untuk bertanya kepadanya.

Biasanya, ketika mba Indry gak masuk les, saya juga memutuskan untuk gak masuk les. Pernah saya memiliki pengalaman gak menyenangkan sebelumnya  ketika mba Indry dan Riska sama-sama gak masuk les, dan saya pun sendirian di malam itu. Lalu Herr Uki meminta setiap anak berpasangan untuk membuat sebuah drama dalam bahasa Jerman, maka mati lah saya, karena saya takut jika harus berpasangan dengan laki-laki.

“ Ya, manda dengan wawan ya “ – ucap Herr Uki sambil menunjuk pria yang duduk disebelah saya.

Saya melihat ke arah Wawan. Kelihatannya sih baik, dan ternyata……………… memang baik. Hanya saja ia menyebalkan, sangat. Kebanyakan teman-teman disana berbicara dengan sangat ramah kepada saya, tapi dia berbeda, dia berbicara dengan nada yang benar-benar…………. nyolot. Akhirnya ketika kami tampil membawakan drama, kami malah saling nyolot satu sama lain dan  jadi bahan tertawaan di depan kelas.  Tapi, kenapa saya mengatakan dia baik ? Karena dia mau menurunkan grade dia ( yang wuuuh udah tinggi banget ) untuk saya yang masih belum lancar dalam bahasa Jerman, sehingga dialog-dialog yang kami buat hanyalah kalimat-kalimat sederhana saja. Si Wawan itu hanya gaya bicaranya saja yang nyebelin, tapi setiap perkataan nya tidak pernah bermaksud menyakiti hati orang lain. Dia hanya suka bercanda, tapi dengan nada bicara sok cool dan nyolot. Gara-gara pengalaman itu lah, saya benar-benar merasa takut jika harus masuk les tanpa mba Indry. Karena jika ada mba Indry, kami selalu dipasangkan berdua. Bukan sama si orang nyolot tadi. Ya Allah, maafkan aim Ya Allah.

Bahagia itu Sederhana



- Bismillahhirrahmannirrahiim -

..
..

Tidak terasa sudah hampir setahun sejak kejadian ini. Kejadian dimana kami pergi bersama-sama ke alkid dan kemudian besok paginya segera menyiapkan surprise untuk ulangtahun Uni dan ka Vikri.

Alkid ? Tempat umum yang paling umum di Jogja.
Kenapa harus Alkid ?

Sedikit konyol, hal ini dimulai ketika saya sangat ingin pergi ke Alkid karena belum pernah kesana bersama teman-teman. Ketika mereka mendengar ini, mereka hanya tertawa. Menertawakan keinginan saya yang mungkin bagi mereka terasa seperti keinginan seorang anak kecil. Terlalu banyak tempat bagus di Jogja, dan kenapa harus memilih Alkid yang sebenarnya biasa  saja ? 

" Seriusan Manda belum pernah kesana ? Manda udah berapa tahun emang di Jogja ? " - sampai mas Arif bisa bertanya begini.
Bukan, bukannya tidak pernah. Pernah saat itu sekali saat bersama keluarga, tapi kemudian tidak pernah kembali lagi, apalagi bersama teman-teman seperti ini.

Untung saat itu ada mba Fanny sama mba Ulfa yang mau mendengarkan, lalu mengabulkan permintaan kecil ini. 
Dan...

Jeng jeng.

Pergilah kami. 

Personil yang ikut : Saya, mba Ulfa, mba Fany, mba Alfi, temen mba Alfi, Deby, Feby, mas Arif, ka Ojan, Sanjaya, ka Alan, Arum, Yopi, Arni, Adi, Rijal.

Yang paling menyebalkan disana adalah ka Alan, karena kami sempat bermain tutup mata untuk melalui 2 buah pohon. Jadi, di Alkid memang ada mitos bahwa jika seseorang dapat melewati 2 buah pohon dengan jarak berapa meteer  gitu sambil matanya ditutup maka hatinya suci dan bersih. 
Waktu itu kebetulan yang menjaga saya ketika matanya ditutup adalah ka Alan, dan instruksi yang dia berikan cuman kata " lurus , jalan lurus " aja. Padahal saya sudah terbelok dari jalan yang seharusnya, kalau jalan lurus malah akan semakin terbelok lagi. Dan alhasil... saya gagal. Benar-benar instruksi yang sesat dari ka Alan.

Beberapa hal yang sangat saya rindukan adalah hal ini. Kebahagiaan dalam kebersamaan.





Lalu.. besok paginya, seperti biasa kami berkumpul di kost nya mba Ulfa & mba Fanny untuk menyiapkan surprise. Sayangnya mba Fany sudah pulang shubuhnya ke Lombok, jadi gak bisa ikut ngasih surprise ke Uni dan Ka Vikri.

Surprise  seperti apa ? Sebenarnya biasa aja sih, disiram-siram dengan ‘ramuan ajaib’ lalu dikasih kado. Diakhir kami akan berkumpul dan saling melantunkan doa untuk mereka yang sedang berulangtahun.

Kado seperti apa ? Kado yang besar-besar dan banyak, tapi isinya hanya lah barang bekas yang sudah tak terpakai lagi. Ada kulit durian, daun-daun, botol bekas, dan lain lain. Hahaha. Dan mereka harus menyimpannya dan tidak boleh membuka sampai jam 12 malam nanti.

Hargai Karya Anak Bangsa



Bismillahirrahmannirrahiim


ART JOG 2013, semacam pagelaran seni yang menampilkan 158 artworks dari 115 artists , bertempat di Taman Budaya – Jogjakarta. Untuk lebih lengkapnya dapat stalk twitter @ArtJog , kebetulan saya berkesempatan untuk bersinggah kesana kemarin (bulan juli) bersama rekan saya Nike.









Kisah Hidup dengan Penuh Tawa


Bismillahirrahmanirrahiim


Kamis, 12 September 2013, tidak terasa sebentar lagi liburan akan berakhir. 3 hari, sisa waktu yang ada untuk pekan liburan kali ini. Otak pun akan kembali menjalani kewajibannya seperti biasa, berpikir dan terus berpikir untuk mencapai ideologi yang menurutnya benar.
*tiba-tiba teringat oknum ‘v’ dengan bahasa intelek nya*

Hah. Lupakan lah.

Liburan disini menghasilkan beraneka ragam cerita dan emosi, dari rasa senang, sedih, haru, gugup, kecewa, marah, takut, dan  kebersyukuran yang tiada akhir. Dari cerita berkumpul bersama teman-teman lama yang pernah melukis kisah semenjak TK, atau ketika tertawa bersama saat bertemu lagi dengan teman SD, atau ketika saling bertukar film dengan segala antusiasme dengan teman SMP,  dan cerita tentang surpise yang terbingkai kehangatan dengan teman-teman SMA. Semuanya selalu menarik, penuh dengan keterkejutan dan kegembiraan.

Sedang beberapa emosi negative yang saya tuliskan sebelumnya hanyalah refleksi dari cerita saya saat sedang sendiri dan merenungi kesalahan-kesalahan yang pernah dilakukan.
..
..
..

Antara TPA dan Karang Asri


Bismillah


Beberapa pekan bulan lalu kami (selaku pengurus TPA) mendapat kabar bahwa ada suatu komunitas yang akan berkunjung ke TPA Kalidadap. Komunitas ini berasal dari pemuda dan pemudi yang peduli akan pendidikan anak di  Indonesia. Sayangnya saya sudah lupa akan nama dari komunitas mereka, hehe. Anggota dari komunitas tersebut telah mencapai ribuan anggota yang berasal kan dari berbagai provinsi di Indonesia. Dan mereka pun telah berpetualang ke banyak tempat di Indonesia ini, menjelajah dari pulau ke pulau.

Saya cukup bahagia pada hari itu karena mengetahui lagi-lagi ada banyak orang yang peduli dengan TPA Kalidadap. Beberapa pekan sebelumnya, mahasiswa PKL dari Malaysia pun beberapa kali berkunjung dan ikut mengajar disana, dari fakultas bahkan kampus lain pun pernah datang untuk berbagi ilmu disana. Saya bahagia mengetahui fakta bahwa masih banyak remaja kita yang peduli dengan pendidikan anak-anak.

Nah kembali ke komunitas tadi, beberapa anggota yang ditunjuk sebagai perwakilan dari komunitas tersebut pun datang berkunjung pada hari minggu pagi, karena pada hari tersebut memang bukan jam mengajar kami, maka yang datang menyambut pun hanya sedikit dari kami, yaitu saya, Laily, mba Fanny, Arum, Ka Ojan, dan Riska. Pada awalnya kedatangan kami kesana adalah untuk membantu mereka dalam mengatur para anak TPA agar bisa tenang dan duduk diam selama proses belajar mengajar, namun kemudian salah satu dari mereka (yang sepertinya terlihat sebagai ketua) mengatakan bahwa ini adalah salah satu acara yang diadakan sebagai latihan bagi calon pengurus baru dari komunitas tersebut. Sehingga kami diminta untuk melihat hanya dari kejauhan (._.)


*Personil yang datang. Jilbab putih: Arum. Jilbab ungu: Riska. Jilbab putih: Laily. Jilbab abu: Mba Fann. Ka Ojan kebagian yang motho*


*Ngintip keadaan dari jendela. Itu sebenarnya yang saya gendong adalah Dhika, bukan Ochid (._.)*

Beberapa kali saya merasa sangat gatal untuk turut dalam membantu menangkap mengumpulkan anak­­-anak yang berlarian keluar ruangan, tapi sayangnya yang ingin dilatih bagi calon pengurus baru ini adalah tentang cara dalam melakukan manajemen kelas yang baik agar anak dapat belajar dengan tenang, yang.. entahlah bagaimana cara mereka akhirnya melakukannya. Karena saya dan teman-teman kemudian memutuskan untuk pergi ke tempat lain daripada hanya bisa mengganggu acara mereka kalau terus berada di TPA :p

Dan…. Tempat yang dituju lagi-lagi adalaaah…

Pertemuan di Mesjid, Sore Itu.


Bismillahirrahmannirahiim

..



"Bagaimana mbak bisa menemukan suami mbak sekarang ?

" Kamu gak akan pernah tau bahwa mungkin saja orang yang tidak sengaja berpapasan dengan kamu kemarin atau bahkan hari ini ternyata adalah suami kamu dimasa depan. Mana pernah saya menyangka kan bahwa org itu sekarang malah menjadi suami saya. Mengobrol saja bahkan tidak pernah. Cinta itu sederhana, dek. " –

..
..
..

Sore itu di mesjid dekat malioboro, Jogjakarta, tiba-tiba seorang perempuan datang menyapa seraya tersenyum. Entah siapa orang ini, pikir saya pertama kali. Dia menyapa dengan lembut selembut perangai dan jilbab panjangnya. Teduh, pikir saya lagi. Sore itu saya sengaja mendiamkan diri di mesjid untuk mengerjakan tugas dengan laptop yang siap sedia ditangan sambil menunggu kedatangan mama yang sedang asyik membeli pesanan ini itu di Malioboro, sampai perempuan ini tiba-tiba datang menyapa.

Hadiah dari Allah


Assalamualaikum wrwb




Jogja..

Suatu tempat dimana saya bisa menemukan hal-hal baru yang sangat berharga bagi kehidupan saya.  Disini.. saya menemukan teman, sahabat, keluarga, dan semuanyaa. Mereka itu begitu berlebihan.. Misalnya, berlebihan dalam berbuat kebaikan :)

Dan hari ini..

mereka membuat saya terharu.. Sangat. Lagi dan lagi.

Hari ini, tanggal 8 Mei 2013, seharusnya kami semua berlibur ke kebun teh di Karang Anyer, Solo.  Hari ini harusnya Semua bergembira..  Makanya, saya begitu  berharap setelah kembali ke Jogja mereka bisa mempunyai kenangan yang berharga sebagai pengingat tali kekeluargaan yang telah tercipta :)

..
..
..
Tapi.. saya sedikit banyak mengecewakan mereka hari ini. Rasanya sedih tapi juga sangat terharu atas semua yang terjadi hari ini. Singkat cerita, karena disebabkan keegoisan saya.. akhirnya saya memutuskan untuk tidak jadi bergabung ke dalam acara tersebut. Oh, Bukan karena acara itu tidak menyenangkan atau bagaimana (bahkan bisa dibilang itu acara "TER-WOW" selama saya di Jogja, soalnya sampai sengaja nyewa travel coba, gimana bisa dibilang acara yang tidak menarik?) namun saya mempunyai suatu alasan pribadi tertentu mengapa saya memutuskan untuk membatalkan join berangkat dengan mereka.

Lalu….
Nah gini.. ini nih sikap kamu yang saya gak suka “ –
 Kata seseorang.

Blojjest.. jujur, saya sedih mendengar kalimat itu.Malam tadi, seseorang mengatakannya pada saya setelah kami berdiskusi tentang keputusan saya ini. Tapi saya tetap pada pendirian saya, saya masih merasa apa yang saya lakukan tidak ada salahnya dan tidak merugikan siapapun. Bahkan sampai saat ini saya masih terus berpikiran seperti itu. Hingga malam itu kami bertiga terus beradu argument dengan hasil pendirian saya yang tidak berubah.

Yah jadi begitulah, karena suatu alasan, saya batal pergi ke Karang Anyer hari ini. Lalu.. yang membuat saya terharu adalah…….

 Mereka semua (ber-14 orang)…………. datang ke kost saya dengan memakai travel dan mengajak (atau kata lainnya sedikit memaksa) untuk jadi ikut ke Karang Anyer tadi pagi………………..

Haha. Saya kaget mereka bisa senekat dan sengotot itu ternyata.

Sweet Memories


*ini tulisan yang saya buat pada tahun 2012. Sebenarnya saya ingin mengasih note di setiap foto, tapi maaf mungkin waktunya kemarin belum sempat. Saya ingat ini ketika membuka draft-draft lama dari blog saya, tapi semoga hal itu tidak merusak atau mengurangi indahnya kenangan yang saya miliki:)

Assalamualaikum


                Sebenarnya saat ini kepala saya sedang sakit sekali. Entah apa penyebabnya. Tapi indikasi terbesar menurut saya adalah karena hari ini saya kembali ‘terlalu fokus melihat seseorang’ , sehingga aura nya menjadi terlihat sangat jelas di mata saya. Kali ini dosen saya. Dia mempunyai aura yang berwarna hijau. Terang dan jelas. Padahal sama sekali gada niat buat melihat.

                Seperti biasa, sehabis melihat aura, malamnya kepala saya sering menjadi sangat sakit. Ini bagian yang sangat saya tidak suka. Padahal biasanya, jika hanya satu orang maka kepala saya tidak akan mengalami sakit nyut-nyut seperti ini. Baru kemarinnya saya melihat aura 2 orang, dan malamnya kepala saya masih terasa fine-fine saja.

                Mengingat alasan yang lain.. mungkin karena malam tadi saya begadang sampai jam 5 subuh untuk mengerjakan tugas. Aish. Tugas semester 3 ini benar-benar........... Sesuatu.
*suara piano horror~ JRENG. *

banyak observasi langsung soalnya.

Padat merayap tugasnya itu. Tapi kata salah satu dosen saya, ini hanyalah pemanasan untuk semester-semester selanjutnya yang bakalan lebih berat lagi.


Okeh. Diulang. Pe-ma-na-san! Panas memang.

Heuuh..

*kipas-kipas*


                Btw, bicara soal aura lagi, entah apakah saya sudah pernah memosting tentang saya yang ingin sekali menghilangkan penglihatan ini atau malah belum sempat ke posting.

Hm, sudah pernah kah sebelumnya saya bilang tentang saya yang selalu merasa diikuti oleh beberapa makhluk you-know-what ?

                Atau tulisan kemarin hanya sempat saya jadikan draft dan belum di posting, ya ? Padahal di semester 1 loh saya nulis postingan yang judulnya “mistis di Jogja” , tapi kayaknya emang belum sempat saya posting ya. Hehe. Kalian harus tahu, draft postingan saya sangat banjir loh seperti banjirnya Jakarta. Ihiks.  Entah itu posting yang memang belum sama sekali ditampilkan, atau memang posting yang telah pernah saya update namun kemudian saya simpan lagi karena berbagai alasan pribadi.

Okeh. Kembali ke topik, pemirsa.

Iya. Terinspirasi dari pak sus yang menghilangkan kekuatan bathin nya, saya pun menjadi semakin banyak berdoa kepada Allah agar diberikan yang terbaik saja. Saya tidak ingin kemampuan yang semakin bertambah hingga akhirnya dapat melihat mereka yang “you-know-what” .
*iklan*
*wkakakaka semacam voldemort ya jadi disebut “you-know-what” . Jadi kangen harpot.*
*kembali ke blog*

Birthday Surprises.



Bismillah..


Assalamualaikum wr wb

Hari ini… rasanya bahagia sekali.
Sangat berbeda dan sangat spesial.


Saya… hanya ingin mengucapkan terimakasih. Terimakasih sudah mengingat dan hadir dalam kehidupan saya. Saya hanya tidak menyangka kalian ingat malah disaat saya tidak… ya seperti itu lah.

Namun bukan berarti yang tidak mengucapkan adalah hal yang salah, karena pada dasarnya saya pun juga pelupa masalah tanggal dan tidak jarang saya malah melewatkan hari ulangtahun teman-teman saya, maaf (--“)

Namun, sekali lagi terimakasih buat mereka:D

>> Abah, mama, amel, bella, tante, kaka Cynthia, yolanda, Nida, Hesti, anis, thira, echi, selly, icoy, mayla, isma, chopish, memey, ayu, femmy, renny, Nike, Odi, Adi, Nunu, iind, abduh, yar, asih, mentari, rahmolen,  Ka Lisa, devy, sharla, Titi, Ennoq, Vina, Haura, Aina, marlin, mitha, riska


Dan… khusus terimakasih juga buat mereka yang ga saya sangka tahu hari ulangtahun saya, walaupun saya pernah bilang mungkin tapi saya juga tidak menyangka mereka bisa ingat. Terimakasih yang lebih banyak buat mereka :D

>> Rini, mba nayu, ka arief, ka fajar, manda (fakultas Hukum), ka ozan, mas arief, mba fanny, mba ulfa, mba tami

*Apalagi manda dari fakultas hukum, aaaa sudah berapa bulan ya kita ga ketemu ? setengah tahun kah ? cuman pas rusunawa kemarin ketemu. Thira pasti yang ngasih tahu nya :D



Look!
Mereka membuat ini untuk saya. Dan aaaaa saya merasa sangat terharu sekali (.___.) Terimakasih hestuing, acil samarinda, aniiiss, echiek. Sayang kalian pakek bangettt :’D

Stay Forever, please

Assalamualaikum
source --> http://aelkeleith.blogspot.com










































Ketika saya membaca postingan tersebut, saya kembali menerawang. "Best Friends" . Ya, saya mempunyai mereka, teman terbaik selama ini :') *mengelap ingus yg berceceran.


Pernah membayangkan bahwa saya dan mereka telah berteman lebih dari 10 tahun ?

Iya.

 Waktu yang cukup untuk mengetahui segala sifat yang ada pada sahabatmu. Mencoba mengerti satu sama lain selama belasan tahun. 

 Saya mempunyai banyak sahabat yang sangat saya sayangi keberadaannya, entah yang telah mengenal saya lama atau yang baru saja kenal. Namun kali ini, izinkan saya bercerita tentang mereka  dari para sahabat saya yang telah mengenal saya sejak lama dan mengisi scene-scene di cerita kehidupan saya.

        Belasan tahun lalu kami bertemu. Tanpa mengetahui bahwa akan selama ini persahabatan ini bertahan, dan memang selalu dan selalu untuk terus berharap agar ini bisa selamanya.Walau berbeda sekolah, walau berbeda kota nantinya.