Showing posts with label kampus. Show all posts
Showing posts with label kampus. Show all posts

Saturday, August 17, 2013

Antara TPA dan Karang Asri


Bismillah


Beberapa pekan bulan lalu kami (selaku pengurus TPA) mendapat kabar bahwa ada suatu komunitas yang akan berkunjung ke TPA Kalidadap. Komunitas ini berasal dari pemuda dan pemudi yang peduli akan pendidikan anak di  Indonesia. Sayangnya saya sudah lupa akan nama dari komunitas mereka, hehe. Anggota dari komunitas tersebut telah mencapai ribuan anggota yang berasal kan dari berbagai provinsi di Indonesia. Dan mereka pun telah berpetualang ke banyak tempat di Indonesia ini, menjelajah dari pulau ke pulau.

Saya cukup bahagia pada hari itu karena mengetahui lagi-lagi ada banyak orang yang peduli dengan TPA Kalidadap. Beberapa pekan sebelumnya, mahasiswa PKL dari Malaysia pun beberapa kali berkunjung dan ikut mengajar disana, dari fakultas bahkan kampus lain pun pernah datang untuk berbagi ilmu disana. Saya bahagia mengetahui fakta bahwa masih banyak remaja kita yang peduli dengan pendidikan anak-anak.

Nah kembali ke komunitas tadi, beberapa anggota yang ditunjuk sebagai perwakilan dari komunitas tersebut pun datang berkunjung pada hari minggu pagi, karena pada hari tersebut memang bukan jam mengajar kami, maka yang datang menyambut pun hanya sedikit dari kami, yaitu saya, Laily, mba Fanny, Arum, Ka Ojan, dan Riska. Pada awalnya kedatangan kami kesana adalah untuk membantu mereka dalam mengatur para anak TPA agar bisa tenang dan duduk diam selama proses belajar mengajar, namun kemudian salah satu dari mereka (yang sepertinya terlihat sebagai ketua) mengatakan bahwa ini adalah salah satu acara yang diadakan sebagai latihan bagi calon pengurus baru dari komunitas tersebut. Sehingga kami diminta untuk melihat hanya dari kejauhan (._.)


*Personil yang datang. Jilbab putih: Arum. Jilbab ungu: Riska. Jilbab putih: Laily. Jilbab abu: Mba Fann. Ka Ojan kebagian yang motho*


*Ngintip keadaan dari jendela. Itu sebenarnya yang saya gendong adalah Dhika, bukan Ochid (._.)*

Beberapa kali saya merasa sangat gatal untuk turut dalam membantu menangkap mengumpulkan anak­­-anak yang berlarian keluar ruangan, tapi sayangnya yang ingin dilatih bagi calon pengurus baru ini adalah tentang cara dalam melakukan manajemen kelas yang baik agar anak dapat belajar dengan tenang, yang.. entahlah bagaimana cara mereka akhirnya melakukannya. Karena saya dan teman-teman kemudian memutuskan untuk pergi ke tempat lain daripada hanya bisa mengganggu acara mereka kalau terus berada di TPA :p

Dan…. Tempat yang dituju lagi-lagi adalaaah…

Sunday, February 3, 2013

Make Dreams Come True. With Allah.


Assalamualaikum




Hyeaah.

Mahasiswa itu tipenya ada dua jika dilihat dari passion nya, ada yang akademis dan ada yang aktivis organisasi.

Saya ?

Terlihat jelas bahwa saya adalah tipe yang akademis. Jujur, saya bukan tipe yang terlalu suka dengan acara-acara  organisasi. Kadang, saya hanya menyukai membantu kegiatan sosialnya, namun bukan sebagai pihak yang me ‘manage’ kegiatan sosialnya. Walaupun… yah, saya terjebak dalam organisasi sekarang. Haha.  Tapi, inilah yang kata orang menambah pengalaman. Lagipula, organisasi memberikan banyak manfaat positif bagi diri saya sekarang. Dalam segi pergaulan misalnya. Saya mendapatkan banyak teman yang solidaritasnya sangat tinggi terhadap ‘saudaranya’, I mean teman yang sudah dianggap saudara.

Tapi, yang namanya passion memang tidak bisa dimanipulasi sedemikian rupa. Tetap saja, passion saya adalah pada bidang akademik. Entahlah, namun ketika suatu hal itu menyangkut tentang sesuatu yang berbau akademis seperti ‘asisten penelitian’ misalnya, saya begitu bersemangat dan berambisius untuk mencapainya. Contoh lain seperti PKM, Journal, dsb yang bagi banyak orang mungkin akan berkata “malesin banget” , tapi bagi saya hal itu menarik dan sangat menantang dibandingkan mengurus suatu organisasi. Walaupun masih perlu stress yang banyak sebenarnya saat dalam pengerjaan hal akademis itu.

Tapi, ya tergantung sikon juga sih, kalau saya memang sedang sibuk atau tidak mood, yo sama aja kayak yang lain, “malesin banget ngerjain kayak gituan” .

Tapi, saya mempunyai banyak mimpi. Dan tidak semua mimpi saya itu berhubungan dengan akademis semua. Mimpi saya yang berbau akademis pun bahkan memerlukan banyak uang untuk mencapainya.

 Nah….. pertanyaan yang mengusik batin saya, mana mungkin kan saya akan terus meminta uang dari orangtua saya ? Maka, saya ingin menjadi pengusaha sebagai sampingan saya, kemudian.

Ini mimpi saya. Mempunyai usaha sebelum lulus kuliah.

Saya tidak mau menjadi orang biasa, saya mau nya menjadi orang luar biasa. Yang luar biasa akan kebahagiaan dengan ukuran nya sendiri “ – saya.

Tuesday, January 8, 2013

Cerita dari Gunung Merapi


Assalamualaikum




Bismillaah..

Saya menyesali kebodohan saya untuk penyadaran diri yang terlambat ini.. Ternyata masih banyak banyak banyak dan sangat banyak orang yang membutuhkan bantuan dan kepedulian kita. Saya mengutuk kebodohan saya sendiri yang selama ini telah bersikap tidak peka terhadap masalah disekitar.

Malam ini memberikan sebuah arti tersendiri bagi hidup saya.. Cerita ini bukan untuk apa-apa, hanya sekedar share dari pemikiran seorang gadis bodoh yang berusaha keluar dari ketidakpekaannya.

Jadi dimulai lah cerita ini dari ketika saya selesai mengajar TPA anak kecil di desa kalidadap.

Entah angin apa, saya tertarik ikut mba zatta untuk mengajar di TPA gunung merapi tempat si mbah-mbah korban letusan mengungsi. Waktu mengajar di TPA mbah-mbah adalah selesai nya dari mengajar TPA anak kecil. Jadi jika TPA anak kecil dimulai dari jam 4 – maghrib. Maka TPA mbah-mbah dimulai dari maghrib – isya. Tempat TPA mbah-mbah itu adalah di shelter, yaitu sebuah pengungsian di dekat gunung merapi yang tidak terlewati oleh modus gembel, kalau ga salah sih (-__-) haha. Dari awal saya sudah pernah diperingatkan oleh pak sus bahwa jalan menuju kesana cukup jauh dan berbahaya, dan ternyata….. yah, beberapa kali saya memang hampir jatuh dan terserempet oleh truk, dan suhu nya pun lumayaaan dingin. Tapi Alhamdulillah nyawa saya masih bisa terselamatkan hingga sekarang. InsyaAllah masih disayang sama Allah.
          
Ketika sampai disana….. satu kata, Subhanallah.

Mesjid shelter tempat mengajar TPA nya memang masih bagus, tapi rumah ungsian penduduk korban bencana merapi terlalu…… mengasihankan. Bagaimana mungkin sebuah rumah yang hanya terbuat dari anyaman rotan bisa melindungi penghuni di dalamnya ? Bagaimana kalau hujan melanda ? Apalagi sekarang sedang musim hujan. Dan suhu di gunung pun tidak bisa disamakan dengan dinginnya suhu di kota, jauuuuh berkali-kali lipat lebih dingin suhu di gunung. Mengerikan, adalah kata pertama dalam benak saya ketika menyaksikan sendiri rumah ungsian korban merapi.

          Kehadiran saya disambut hangat oleh warga yang berada di mesjid, mereka semua ingin belajar ngaji. Ini si mbah-mbah loh yang belajar ngaji nya, subhanallah. Bahkan di usia senja pun mereka masih bersemangat untuk mempelajari kitab Allah. Sungguh saya malu pada diri saya yang malah masih malas dalam mempelajari lebih dalam kitab-Nya.

Friday, January 4, 2013

Birthday Surprises.



Bismillah..


Assalamualaikum wr wb

Hari ini… rasanya bahagia sekali.
Sangat berbeda dan sangat spesial.


Saya… hanya ingin mengucapkan terimakasih. Terimakasih sudah mengingat dan hadir dalam kehidupan saya. Saya hanya tidak menyangka kalian ingat malah disaat saya tidak… ya seperti itu lah.

Namun bukan berarti yang tidak mengucapkan adalah hal yang salah, karena pada dasarnya saya pun juga pelupa masalah tanggal dan tidak jarang saya malah melewatkan hari ulangtahun teman-teman saya, maaf (--“)

Namun, sekali lagi terimakasih buat mereka:D

>> Abah, mama, amel, bella, tante, kaka Cynthia, yolanda, Nida, Hesti, anis, thira, echi, selly, icoy, mayla, isma, chopish, memey, ayu, femmy, renny, Nike, Odi, Adi, Nunu, iind, abduh, yar, asih, mentari, rahmolen,  Ka Lisa, devy, sharla, Titi, Ennoq, Vina, Haura, Aina, marlin, mitha, riska


Dan… khusus terimakasih juga buat mereka yang ga saya sangka tahu hari ulangtahun saya, walaupun saya pernah bilang mungkin tapi saya juga tidak menyangka mereka bisa ingat. Terimakasih yang lebih banyak buat mereka :D

>> Rini, mba nayu, ka arief, ka fajar, manda (fakultas Hukum), ka ozan, mas arief, mba fanny, mba ulfa, mba tami

*Apalagi manda dari fakultas hukum, aaaa sudah berapa bulan ya kita ga ketemu ? setengah tahun kah ? cuman pas rusunawa kemarin ketemu. Thira pasti yang ngasih tahu nya :D



Look!
Mereka membuat ini untuk saya. Dan aaaaa saya merasa sangat terharu sekali (.___.) Terimakasih hestuing, acil samarinda, aniiiss, echiek. Sayang kalian pakek bangettt :’D

Monday, October 15, 2012

The Second Step to Reach my Dream


Assalamualaikum



Hari ini saya hanya ingin meminta doa dari semua. Ini mungkin postingan terkacau bagi saya, tapi saya tetap ingin menuliskan apa yang ada dalam pikiran saya sekarang. Maafkan jika tata bahasa atau penulisan yang “sangat” hancur pada postingan ini. Free time saya sekarang sangat limit soalnya.

*sok sibuk*

*langsung digantung ditiang bendera*


        Hari ini saya memutuskan untuk mengikuti lomba karya tulis ilmiah yang batas pengumpulan akhirnya adalah 23 November. Bagi saya yang hanya mempunyai ilmu secuil, itu adalah waktu yang singkat.

        Sebelumnya saya sempat ragu untuk mengikuti lomba karya tulis ini, tapi akhirnya dengan bantuan support secara tidak langsung oleh dosen cross-cultural psychology , pak arief fahmi, maka saya memutuskan untuk mengikutinya.

        Cerita awalnya adalah saat saya mengikuti mata kuliah cross-cultural psychology di semester tiga ini yang berbasis internasional, pak arief menawarkan tugas sekaligus tantangan bagi kami semua. Pilihannya ada 3, yaitu :

Thursday, June 21, 2012

Tuhan memaksamu untuk maju, mand.



"Assalamualaikum"





Bismillah..

Apakah... Err... kalian merasakan suatu kekagetan yang luar biasa besarnya karena design blog saya yang.. berubah drastis ?
Haha. Sebenarnya.. saya lah yang paling kaget. Sekian.

Seriously, this is a random night for me.
 Super sekali.
Begitu kata pa Mario Teguh kalau menanggapi ini.

Tanya Mengapa ?
Begini, ijinkan saya bercerita dari awal dulu. Kalaupun tak diijinkan.. saya akan tetap bercerita. Masalah buat lo ?
*Langsung dibuang.. ke pelukan yonghwa. *

            Jadi, jam tidur saya beberapa malam ini sangat terbatas. Kampus saya sedang gempar- gempornya melakukan pemaksaan pada mahasiswa agar belajar untuk final test. Stress para mahasiswa meningkat drastis. Fakultas saya memang yang paling baik  dalam bersikap di waktu menjelang final test ini, yap, mereka sama sekali tidak memberikan minggu tenang pada mahasiswanya. Cukup baik ?  yeah. Tidak cukup itu, tugas-tugaspun diberikan berkilo-kilo tanpa mengenal belas kasihan. Hingga sampai hari menjelang final testpun kami masih sibuk pada tugas dibanding memasuki kegiatan belajar untuk final. Baik, ini lebay. But, this is true.

Tapi seperti kata pepatah mengatakan,

Tuhan tidak akan memberi ujian melebihi kemampuan hamba-Nya , tapi dosen.. bisa. “

Showing posts with label kampus. Show all posts
Showing posts with label kampus. Show all posts

Antara TPA dan Karang Asri


Bismillah


Beberapa pekan bulan lalu kami (selaku pengurus TPA) mendapat kabar bahwa ada suatu komunitas yang akan berkunjung ke TPA Kalidadap. Komunitas ini berasal dari pemuda dan pemudi yang peduli akan pendidikan anak di  Indonesia. Sayangnya saya sudah lupa akan nama dari komunitas mereka, hehe. Anggota dari komunitas tersebut telah mencapai ribuan anggota yang berasal kan dari berbagai provinsi di Indonesia. Dan mereka pun telah berpetualang ke banyak tempat di Indonesia ini, menjelajah dari pulau ke pulau.

Saya cukup bahagia pada hari itu karena mengetahui lagi-lagi ada banyak orang yang peduli dengan TPA Kalidadap. Beberapa pekan sebelumnya, mahasiswa PKL dari Malaysia pun beberapa kali berkunjung dan ikut mengajar disana, dari fakultas bahkan kampus lain pun pernah datang untuk berbagi ilmu disana. Saya bahagia mengetahui fakta bahwa masih banyak remaja kita yang peduli dengan pendidikan anak-anak.

Nah kembali ke komunitas tadi, beberapa anggota yang ditunjuk sebagai perwakilan dari komunitas tersebut pun datang berkunjung pada hari minggu pagi, karena pada hari tersebut memang bukan jam mengajar kami, maka yang datang menyambut pun hanya sedikit dari kami, yaitu saya, Laily, mba Fanny, Arum, Ka Ojan, dan Riska. Pada awalnya kedatangan kami kesana adalah untuk membantu mereka dalam mengatur para anak TPA agar bisa tenang dan duduk diam selama proses belajar mengajar, namun kemudian salah satu dari mereka (yang sepertinya terlihat sebagai ketua) mengatakan bahwa ini adalah salah satu acara yang diadakan sebagai latihan bagi calon pengurus baru dari komunitas tersebut. Sehingga kami diminta untuk melihat hanya dari kejauhan (._.)


*Personil yang datang. Jilbab putih: Arum. Jilbab ungu: Riska. Jilbab putih: Laily. Jilbab abu: Mba Fann. Ka Ojan kebagian yang motho*


*Ngintip keadaan dari jendela. Itu sebenarnya yang saya gendong adalah Dhika, bukan Ochid (._.)*

Beberapa kali saya merasa sangat gatal untuk turut dalam membantu menangkap mengumpulkan anak­­-anak yang berlarian keluar ruangan, tapi sayangnya yang ingin dilatih bagi calon pengurus baru ini adalah tentang cara dalam melakukan manajemen kelas yang baik agar anak dapat belajar dengan tenang, yang.. entahlah bagaimana cara mereka akhirnya melakukannya. Karena saya dan teman-teman kemudian memutuskan untuk pergi ke tempat lain daripada hanya bisa mengganggu acara mereka kalau terus berada di TPA :p

Dan…. Tempat yang dituju lagi-lagi adalaaah…

Make Dreams Come True. With Allah.


Assalamualaikum




Hyeaah.

Mahasiswa itu tipenya ada dua jika dilihat dari passion nya, ada yang akademis dan ada yang aktivis organisasi.

Saya ?

Terlihat jelas bahwa saya adalah tipe yang akademis. Jujur, saya bukan tipe yang terlalu suka dengan acara-acara  organisasi. Kadang, saya hanya menyukai membantu kegiatan sosialnya, namun bukan sebagai pihak yang me ‘manage’ kegiatan sosialnya. Walaupun… yah, saya terjebak dalam organisasi sekarang. Haha.  Tapi, inilah yang kata orang menambah pengalaman. Lagipula, organisasi memberikan banyak manfaat positif bagi diri saya sekarang. Dalam segi pergaulan misalnya. Saya mendapatkan banyak teman yang solidaritasnya sangat tinggi terhadap ‘saudaranya’, I mean teman yang sudah dianggap saudara.

Tapi, yang namanya passion memang tidak bisa dimanipulasi sedemikian rupa. Tetap saja, passion saya adalah pada bidang akademik. Entahlah, namun ketika suatu hal itu menyangkut tentang sesuatu yang berbau akademis seperti ‘asisten penelitian’ misalnya, saya begitu bersemangat dan berambisius untuk mencapainya. Contoh lain seperti PKM, Journal, dsb yang bagi banyak orang mungkin akan berkata “malesin banget” , tapi bagi saya hal itu menarik dan sangat menantang dibandingkan mengurus suatu organisasi. Walaupun masih perlu stress yang banyak sebenarnya saat dalam pengerjaan hal akademis itu.

Tapi, ya tergantung sikon juga sih, kalau saya memang sedang sibuk atau tidak mood, yo sama aja kayak yang lain, “malesin banget ngerjain kayak gituan” .

Tapi, saya mempunyai banyak mimpi. Dan tidak semua mimpi saya itu berhubungan dengan akademis semua. Mimpi saya yang berbau akademis pun bahkan memerlukan banyak uang untuk mencapainya.

 Nah….. pertanyaan yang mengusik batin saya, mana mungkin kan saya akan terus meminta uang dari orangtua saya ? Maka, saya ingin menjadi pengusaha sebagai sampingan saya, kemudian.

Ini mimpi saya. Mempunyai usaha sebelum lulus kuliah.

Saya tidak mau menjadi orang biasa, saya mau nya menjadi orang luar biasa. Yang luar biasa akan kebahagiaan dengan ukuran nya sendiri “ – saya.

Cerita dari Gunung Merapi


Assalamualaikum




Bismillaah..

Saya menyesali kebodohan saya untuk penyadaran diri yang terlambat ini.. Ternyata masih banyak banyak banyak dan sangat banyak orang yang membutuhkan bantuan dan kepedulian kita. Saya mengutuk kebodohan saya sendiri yang selama ini telah bersikap tidak peka terhadap masalah disekitar.

Malam ini memberikan sebuah arti tersendiri bagi hidup saya.. Cerita ini bukan untuk apa-apa, hanya sekedar share dari pemikiran seorang gadis bodoh yang berusaha keluar dari ketidakpekaannya.

Jadi dimulai lah cerita ini dari ketika saya selesai mengajar TPA anak kecil di desa kalidadap.

Entah angin apa, saya tertarik ikut mba zatta untuk mengajar di TPA gunung merapi tempat si mbah-mbah korban letusan mengungsi. Waktu mengajar di TPA mbah-mbah adalah selesai nya dari mengajar TPA anak kecil. Jadi jika TPA anak kecil dimulai dari jam 4 – maghrib. Maka TPA mbah-mbah dimulai dari maghrib – isya. Tempat TPA mbah-mbah itu adalah di shelter, yaitu sebuah pengungsian di dekat gunung merapi yang tidak terlewati oleh modus gembel, kalau ga salah sih (-__-) haha. Dari awal saya sudah pernah diperingatkan oleh pak sus bahwa jalan menuju kesana cukup jauh dan berbahaya, dan ternyata….. yah, beberapa kali saya memang hampir jatuh dan terserempet oleh truk, dan suhu nya pun lumayaaan dingin. Tapi Alhamdulillah nyawa saya masih bisa terselamatkan hingga sekarang. InsyaAllah masih disayang sama Allah.
          
Ketika sampai disana….. satu kata, Subhanallah.

Mesjid shelter tempat mengajar TPA nya memang masih bagus, tapi rumah ungsian penduduk korban bencana merapi terlalu…… mengasihankan. Bagaimana mungkin sebuah rumah yang hanya terbuat dari anyaman rotan bisa melindungi penghuni di dalamnya ? Bagaimana kalau hujan melanda ? Apalagi sekarang sedang musim hujan. Dan suhu di gunung pun tidak bisa disamakan dengan dinginnya suhu di kota, jauuuuh berkali-kali lipat lebih dingin suhu di gunung. Mengerikan, adalah kata pertama dalam benak saya ketika menyaksikan sendiri rumah ungsian korban merapi.

          Kehadiran saya disambut hangat oleh warga yang berada di mesjid, mereka semua ingin belajar ngaji. Ini si mbah-mbah loh yang belajar ngaji nya, subhanallah. Bahkan di usia senja pun mereka masih bersemangat untuk mempelajari kitab Allah. Sungguh saya malu pada diri saya yang malah masih malas dalam mempelajari lebih dalam kitab-Nya.

Birthday Surprises.



Bismillah..


Assalamualaikum wr wb

Hari ini… rasanya bahagia sekali.
Sangat berbeda dan sangat spesial.


Saya… hanya ingin mengucapkan terimakasih. Terimakasih sudah mengingat dan hadir dalam kehidupan saya. Saya hanya tidak menyangka kalian ingat malah disaat saya tidak… ya seperti itu lah.

Namun bukan berarti yang tidak mengucapkan adalah hal yang salah, karena pada dasarnya saya pun juga pelupa masalah tanggal dan tidak jarang saya malah melewatkan hari ulangtahun teman-teman saya, maaf (--“)

Namun, sekali lagi terimakasih buat mereka:D

>> Abah, mama, amel, bella, tante, kaka Cynthia, yolanda, Nida, Hesti, anis, thira, echi, selly, icoy, mayla, isma, chopish, memey, ayu, femmy, renny, Nike, Odi, Adi, Nunu, iind, abduh, yar, asih, mentari, rahmolen,  Ka Lisa, devy, sharla, Titi, Ennoq, Vina, Haura, Aina, marlin, mitha, riska


Dan… khusus terimakasih juga buat mereka yang ga saya sangka tahu hari ulangtahun saya, walaupun saya pernah bilang mungkin tapi saya juga tidak menyangka mereka bisa ingat. Terimakasih yang lebih banyak buat mereka :D

>> Rini, mba nayu, ka arief, ka fajar, manda (fakultas Hukum), ka ozan, mas arief, mba fanny, mba ulfa, mba tami

*Apalagi manda dari fakultas hukum, aaaa sudah berapa bulan ya kita ga ketemu ? setengah tahun kah ? cuman pas rusunawa kemarin ketemu. Thira pasti yang ngasih tahu nya :D



Look!
Mereka membuat ini untuk saya. Dan aaaaa saya merasa sangat terharu sekali (.___.) Terimakasih hestuing, acil samarinda, aniiiss, echiek. Sayang kalian pakek bangettt :’D

The Second Step to Reach my Dream


Assalamualaikum



Hari ini saya hanya ingin meminta doa dari semua. Ini mungkin postingan terkacau bagi saya, tapi saya tetap ingin menuliskan apa yang ada dalam pikiran saya sekarang. Maafkan jika tata bahasa atau penulisan yang “sangat” hancur pada postingan ini. Free time saya sekarang sangat limit soalnya.

*sok sibuk*

*langsung digantung ditiang bendera*


        Hari ini saya memutuskan untuk mengikuti lomba karya tulis ilmiah yang batas pengumpulan akhirnya adalah 23 November. Bagi saya yang hanya mempunyai ilmu secuil, itu adalah waktu yang singkat.

        Sebelumnya saya sempat ragu untuk mengikuti lomba karya tulis ini, tapi akhirnya dengan bantuan support secara tidak langsung oleh dosen cross-cultural psychology , pak arief fahmi, maka saya memutuskan untuk mengikutinya.

        Cerita awalnya adalah saat saya mengikuti mata kuliah cross-cultural psychology di semester tiga ini yang berbasis internasional, pak arief menawarkan tugas sekaligus tantangan bagi kami semua. Pilihannya ada 3, yaitu :

Tuhan memaksamu untuk maju, mand.



"Assalamualaikum"





Bismillah..

Apakah... Err... kalian merasakan suatu kekagetan yang luar biasa besarnya karena design blog saya yang.. berubah drastis ?
Haha. Sebenarnya.. saya lah yang paling kaget. Sekian.

Seriously, this is a random night for me.
 Super sekali.
Begitu kata pa Mario Teguh kalau menanggapi ini.

Tanya Mengapa ?
Begini, ijinkan saya bercerita dari awal dulu. Kalaupun tak diijinkan.. saya akan tetap bercerita. Masalah buat lo ?
*Langsung dibuang.. ke pelukan yonghwa. *

            Jadi, jam tidur saya beberapa malam ini sangat terbatas. Kampus saya sedang gempar- gempornya melakukan pemaksaan pada mahasiswa agar belajar untuk final test. Stress para mahasiswa meningkat drastis. Fakultas saya memang yang paling baik  dalam bersikap di waktu menjelang final test ini, yap, mereka sama sekali tidak memberikan minggu tenang pada mahasiswanya. Cukup baik ?  yeah. Tidak cukup itu, tugas-tugaspun diberikan berkilo-kilo tanpa mengenal belas kasihan. Hingga sampai hari menjelang final testpun kami masih sibuk pada tugas dibanding memasuki kegiatan belajar untuk final. Baik, ini lebay. But, this is true.

Tapi seperti kata pepatah mengatakan,

Tuhan tidak akan memberi ujian melebihi kemampuan hamba-Nya , tapi dosen.. bisa. “