Showing posts with label surat. Show all posts
Showing posts with label surat. Show all posts

Tuesday, August 18, 2015

Surat ke- 7 : Nyaman Vs Cinta



Hai, apa kabar ? 

Wah, rasanya seperti sudah lama sekali tidak menulis surat untuk kamu. Aku sebenarnya ingin bilang, walau aku tidak menulis surat bukan berarti aku melupakanmu.. tapi, aku mengurungkan kembali niat itu. Hehe.. karena faktanya, aku mungkin memang sedikit melupakanmu. Aku benar-benar  lebih memilih jujur seperti ini dibanding harus berbohong padamu. Hm. Aku mungkin terlalu asyik bermain dengan teman-teman dan kehidupanku sendiri. Aku seperti tenggelam di dalamnya. Aku benar-benar minta maaf. 

Lalu, tak sengaja aku mendengar sebuah lagu yang mengingatkanku kembali tentangmu. Benar-benar yang terbayang pertama kali olehku adalah kamu, walau aku tidak tau bentukmu seperti apa. Tapi kamu masih berwujud manusia kan ? Haha, siapa tau kamu ternyata lebih mirip malaikat. Aku mulai pintar menggombal dari terakhir aku menuliskan surat untukmu. 

Coba cek lagunya.

Wednesday, April 23, 2014

Surat untuk Ichoy




Sahabat saya menikah, sahabat sedari tk. Yah, well, apa perasaanmu ? Tentu saja antara percaya dan tidak percaya. Karena kami sama-sama sulit untuk ‘dekat’ dengan laki-laki. Dekat dalam arti ingin mengenal lebih jauh tentang lawan jenis. Dan tiba-tibaaaaa…. Kabar pernikahan pun tiba. Saya kaget. Bahkan kami para sahabat sempat terpikir mungkin ini hanyalah sebuah reality show dari super tr*p . Well, itu mungkin saja kan :| ?

Tanpa panjang kata, ini hanyalah sebuah surat biasa dari surat yang terbiasa..

------------------------------------------------

Bismillaahirrahmaannirrahiim.

WAAA ICHOY AKHIRNYA KAWIN JUAAA *mata berkaca-kaca* <3

Haha. Okey. Test test test. *pasang dasi dan mengambil mikrofon*

…………………………… Bagian Serius …………………………

Friday, September 27, 2013

Cantik


Bismillah..




            Saya mendapat puisi ini dari sahabat saya, Risma. Dan ketika saya googling, sumber aslinya dapat dibaca melalui situs ini à Blog Duta

Puisi ini sangat indah. Bayangkan, jika yang menuliskan ini adalah.. jodoh kita. Rasanya.. seperti tidak ingin lagi mengkhianati dia yang masih belum diperlihatkan oleh Allah. Maka, mari kita sama-sama berusaha untuk setia kepada jodoh yang telah ditakdirkan Tuhan. Karena sejatinya, Cinta yang benar adalah cinta yang telah diizinkan oleh Allah. Cinta yang benar halal dan cinta yang benar dipergunakan sebagai wadah untuk mendekat kepada-Nya. Semoga kita semua sama-sama berhasil untuk berada dalam kesetiaan sampai yang halal benar-benar.. diberikan oleh Allah.

Selamat membaca!

Cantik.. izinkan aku menunduk..
Cukup sekilas ku lihat wajah indahmu jelmaan bidadari surga..
Karena jika lebih lama ku nikmati pesonamu, itu akan membuatku menjadi pendosa.
Dan ku salutkan kesempurnaanNYA dalam mencipta,

Cantik.. relakan aku berpaling
Bukan karena aku tak sudi untuk lebih lama mengagumi ke elokan parasmu
Yang berbalut jilbab suci
Karena semuanya akan berbeda jika mata ini menangkap keAnggunanmu
Lalu wajah tentrammu akan hadir dalam pejaman mata lelapku
Mengingatmu dan mulai merasakan fibrasi jantung yang membuatku menjadi pria paling bahagia didunia..

Aku tak ingin mencintaimu hanya karena tubuh dari tanah kotor dan mani jijik itu
Aku tak mau menempatkan ruang hatiku hanya untuk jasad fana milikmu

Kau sangat cantik.. subhanalloh..
Gersangnya sahara membeku oleh tutur katamu
Dinginnya kutub membara karena mengagumimu..

Cantik.. biarlah aku menunduk..
Jika kau anggap ini sikap tak bijak saat berbicara menghadapimu
Maka maafkan aku..
Namun inilah sikap yang seharusnya ditunjukan oleh lelaki diseluruh dunia..
Bukannya tak hormat wahai keindahan..
Mengertilah, bahwa mata ini akan diminta pertanggung jawaban atas apa yg dilihatnya
Bukan… bukan.. kau bukan kesalahan..
Kau melebihi eloknya senja sore.. kau melampaui embun pagi yang menetesi rerumputan
Karena keindahanmu tak terbanding kata dan karena keanggunanmu tak tereja bahasa

Saturday, September 21, 2013

Surat ke 6 : reflective


Bismillah..

Surat ke 6.

Dear.. Entahlah.

Seseorang pernah bertanya,  “seseorang seperti apa yang kamu inginkan ? “

Kemudian..

Aku pun menjawab, “Aku menginginkan seseorang yang dapat menjaga dirinya. Aku selalu berpikir ketika aku berhasil menjaga apa yang ku prinsipkan dengan teguh, maka ia pun tengah melakukan hal yang sama pula. Ketika aku menunggunya aku tengah berpikir bahwa ia pun sedang menungguku maka karena itu aku tidak ingin mengecewakan dan membuatnya sedih. Dan.. jika disuatu hari aku tahu bahwa ia tidak lah seperti itu, betapa menyedihkannya ini.. Rasanya seperti tengah berusaha sendirian. 


Naïve ? Ya, Mungkin.

Namun, ternyata aku lah yang paling menyedihkan diantara apa yang telah kupertahankan selama ini..

Itu lah faktanya.

Aku telah beberapa kali salah dalam mengenali. Karenanya.. ketika kita bertemu, maka marahi saja aku. Marah lah untuk aku yang ternyata belum dapat mengenali dengan baik. 

Hei, bagaimana jika disuatu saat itu aku kemudian kembali salah dalam mengenalimu ?

Monday, June 10, 2013

kamu-yang-benar-ditakdirkan-Allah.


- Bismillahirrahmanirrahiim -


Kamu itu pencemburu, manda. Tapi cemburunya kamu itu biasanya sering kamu tahan karena saking sukanya kamu sama seseorang. Ga baik buat kesehatan kamu! Kalau mau umur panjang, kamu harus cari calon suami yang gak terlalu mengumbar perhatian pada gadis lain! “ –
kata teman saya disuatu hari.

Pft. Saya pun sebenarnya tidak tahu apakah ini nyata atau tidak, tapi rasanya.. saya tidak terlalu cemburuan banget banget gitu juga, ciyuuus deh qaqa~ (Percaya ? musyrik!) . Ya beberapa sih bilang saya memang seorang dengan tipikal yang mudah cemburu, tapi cemburu kan tanda seseorang memang benar serius suka sama orang itu (Alasan ngeles paling okeh~) .

Tapi ya.. walau mudah cemburu, saya pun juga pintar ngontrol emosi dalam diri. Masih bisa berpikir dengan memakai logika dan tidak ingin marah sama suami-dimasa-depan nanti (Entah kenapa jadi malu nulisnya.. ). 

Ya kalau kelewatan ya pasti marah lah, tapi kalau bisa dimaklumi ya dimaklumi….. pengennya.

Tapi, nah ini masalahnya kata teman saya lagi, dia memandang bahwa hal tersebut lah yang menjadi salah satu faktor yang akan memperburuk kesehatan dimasa depan. 

Ya biasa lah orang psikologi, memandangnya dengan asumsi bahwa kalau terlalu banyak nahan hati bakal ga sehat di masa depannya. Haha.

Iya, po ?

Thursday, May 16, 2013

Surat ke-lima: Trust me :)



Bismillahirrahmannirahiim..



Mereka teman-teman yang berharga, dan mereka spesial. Tapi berbeda dengan spesial nya kamu yang sedang aku tunggu. Kamu jangan berpikiran buruk dulu, karena perasaan ku tidak semudah itu disentuh oleh sembarang orang. Karena teman adalah teman, dan kamu adalah kamu. Kalian berbeda, tapi sama-sama berharga. Jadi, kamu yang entah siapa, jangan khawatir dulu. Karena aku benar sedang menunggu kamu yang benar, lalu kemudian baru memutuskan untuk menjatuhkan hati. Kamu yang benar pasti akan dengan serius menuju kesini, kamu tahu kan 'serius' yang aku maksud seperti apa, serius dalam menjaga kita agar tetap berada di jalan yang benar, bukan malah membawa ke jalan yang salah ketika kita sama-sama belum mempunyai kesiapan. Aku yakin kamu adalah orang yang mengerti dengan pasti tentang hal ini :)

..
..

Sunday, April 28, 2013

Surat ke-empat : Hadiah


Assalamualaikum wr.wb.



Aku tahu.. aku sepertinya sekarang sudah mulai tidak bisa menjaga hatiku sendiri lagi. Mungkin kau akan kecewa. Mungkin saja aku yang lebih kecewa. Atau mungkin Tuhan yang sekarang sangat kecewa padaku. Aku sudah lelah untuk melakukan pembelaan diri, karena aku tahu aku lah yang salah dalam semua hal ini.

Aku menginginkan aku yang dulu. Aku yang lebih terjaga. Karena aku takut Tuhan dan kau akan sedih jika melihat aku yang seperti ini. Aku sadar bahwa aku telah salah, aku pun sadar bahwa aku telah sangat jauh dari hal yang mereka sebut dengan benar. Jika maaf saja  pun tak cukup sebagai penyesalan ini, maka harusnya aku berubah sesuai dengan apa yang seharusnya "benar" tekankan, kan.

Maaf.
Dan lihat lah.
Aku akan berusaha untuk berubah.
Kembali menjadi seperti aku yang dulu.
Dan kalau mungkin menjadi lebih baik lagi.

Ya Allah..
Mohon bantu hamba dengan keridhaan-Mu.
Lapisi hati dan diri hamba dengan hijab-Mu hingga dia yang benar datang.
Dia yang benar telah Engkau benar kan untuk diri hamba.

------------------------------------------------------------

Surat ke empat..

Kau, tetaplah tenang saja disana. Beberapa pekan lalu aku terlalu memaksamu untuk menampakkan diri. Tapi ternyata.. sekarang aku yang harus bersembunyi dulu. Karena begitu banyak yang perlu aku benahi sebelum bertemu kamu. Aku harus menjadi lebih dewasa dan benar-benar membersihkan hatiku sendiri. Karena itu, tetaplah tenang disana. Jangan datang sebelum aku benar-benar siap. Aku tidak mau kau melihat aku dalam keadaan yang berantakan dan kacau seperti ini, aku pun seperti gadis lainnya yang ingin terlihat mempesona didepan orang yang dicintainya kelak ketika bertemu, ya.. orang yang dicintainya kelak untuk seumur hidupnya. 

Dan itu, kamu.

Oh ya, apakah kamu tahu, ada yang pernah berkata bahwa ungkapan pertama ketika dua hati yang benar ditakdirkan bertemu yang paling diharapkan adalah....

" terimakasih Tuhan, kau telah mempertemukan aku dengan sosok yang seperti ini " -

Saturday, March 16, 2013

Believe in God's Story


Assalamualaikum..



Pernah kah kalian mengalami ini ?

 Ketika merasa tidak terbiasa jika.. seorang laki-laki datang ke rumah atau kostmu ?

 Saya pernah. Entah kenapa.. saya memang terlalu penakut. Padahal beberapa datang dikarenakan adanya sebuah urusan. Tapi.. saya benar-benar tidak terbiasa dan merasa sangat tidak nyaman. Saya kira saya sudah sembuh dari penyakit takut ini. Ternyata penyakit ini memang masih bersisa.

Dulu, saat SMA, saya sangat penakut sekali terhadap lawan jenis. Dan sangat menjaga jarak dengan mereka. Pernah beberapa sampai ada yang nekat datang ke rumah, dan tentu saja.. pintu tetap tidak saya buka. Saya benar-benar takut yang sangat takut. Tapi dahulu.. itu malah menjadi permainan bagi mereka.. Apalagi saat di sekolah. Jalan saya beberapa kali pernah dihalangi, dan saya hanya bisa bersembunyi di balik punggung sahabat saya yang menjadi “hero” saat itu.

Namun, disaat naik ke kelas 3 SMA, rasa penakut terhadap lawan jenis ini sudah mulai berkurang. Saya sudah mulai bisa berteman dan mempercayai beberapa dari mereka. Dan.. ketika memasuki lingkungan perkuliahan, semuanya terasa sudah menghilang saya rasa. Mungkin karena saya bergabung ke dalam sebuah organisasi, sehingga saya menjadi terbiasa berinteraksi dengan mereka. Tapi ternyata jika berduaan saja disuatu tempat dengan laki-laki, pada kenyataannya saya memang masih belum terlalu biasa, rasa tidak nyaman dan takut dalam pikiran saya masih terus menyerang. Semacam alarm berbahaya yang terkoneksi di otak saya menyala-nyala penuh bahaya. Entah apakah ini hal yang gawat atau tidak, bagaimana masa depan saya nanti ya -_______________-

Dan..

Beberapa hari yang lalu pernah seorang laki-laki datang ke kost, kami hanya berdua bertemu untuk urusan rapat. Karena pekerjaan saya sebagai sekretaris mengharuskan untuk banyak berinteraksi dengan dia sebagai ketua. Tapi hal aneh terjadi.. entah kenapa saya akhirnya tidak terlalu merasa takut lagi. Mungkin karena dia adik angkatan saya sendiri. 

Saya kira rasa takut saya sudah benar-benar sembuh.

 Namun ternyata ketika seseorang berkata akan datang ke kost saya lagi (untuk sebuah urusan tentu saja), ternyata saya masih tetap takut dan menolak mati-matian.

Friday, November 23, 2012

Jembatan menuju Arah Bahagia



Assalamualaikum wr wb




Bismillaah..


Hai, bagaimana kabarmu hari ini ?

                Hari ini aktivitas masih sama seperti hari yang kemarin, mengajar adek-adek tpa  di desa kalidadap.

Tapi hari ini rasanya.... entah kenapa senaaaaaang sekali, senang nya nambah gituh nah dibanding hari-hari biasanya. Mungkin karena aku telah berencana untuk bahagia hari ini. Dan ternyata aku memang benar bahagia loh. Hehe. 


Emang sih teorinya kalau pikiran positif kita akan menimbulkan kebahagiaan bagi diri kita sendiri.


-     Aku harap kamupun merasakan hal yang sama – 

               
 Hmm oh ya, hari ini.. aku merasa semakin bertambah dekat dengan mereka, adek-adek tpa. Semakin hari semakin dekat saja rasanya. Semakin aku tambah sayang pula terhadap mereka. Sayang yang sangat sayang.

  
              Kemudian,  seperti biasanya hari ini si kecil ra’uf ikut belajar tpa lagi loh. Emang sih dia masih belum bisa ngomong dan belajar, tapi rasanya senang aja kalau melihat dia ikut datang ke tpa an nur kalidadap ini. Si fakhri juga datang kesini awalnya, tapi karena dia lupa dipasangin pampers sama ibunya, akhirnya jadi pulang lagi deh. Awalnya aku bilang ke rengga, kakak fakhri, kalau si fakhri kebablasan ngompol maka rengga lah yang bertanggung jawab nge pel lantai musholla ini. Haha. Si Rengga langsung ngambek loooh, lucuuuu banget wajahnya. Akhirnya karena ga tega ngerjain lebih jauh yasudah akhirnya aku ngalah dan bilang kalau aku yang akan tanggungjawab. Seketika dia langsung senyum. Hahaha, lucu banget wajah rengga sama fakhri. Seharusnya kamu lihat. Seharusnya kamu ada disini... menyaksikannya bersamaku.

Saturday, November 17, 2012

Harapan untuk bahagia yang memelukmu


Assalamualaikum  




Aku takut..

        Sebenarnya aku takut bagaimana jika aku menyukai seseorang yang ternyata bukan lah ‘kamu’. Karenanya aku pun menjadi lebih defensif dan mencoba untuk mengunci hatiku sendiri dari perasaan yang ‘terlalu’ spesial.

Tapi kemudian aku pun menjadi lebih takut.. Bagaimana cara untuk mengetahui bahwa itu adalah ‘kamu’ ? Bagaimana jika... ternyata kamu termasuk dari mereka yang kuabaikan ?


Lalu. Cerita ini pun kerap dipenuhi dengan kebingungan.

Dan tentu. Ketakutan.


Saturday, October 13, 2012

Behind The Scene Perahu Kertas


 **saya suka sekali dengan foto ini entah kenapa**








Dear Neptunus,


Aku mencintainya

Di depannya aku menjadi diriku sendiri

Seperti airmu yang selalu membawa pesanku

Diapun begitu

Membuatku hanyut oleh sorot matanya

Membuatku lupa oleh kesedihan dalam suaranya

Sampai aku tak bisa katakan apa-apa padanya

Bahkan untuk sekedar bilang, "rindu" atau "butuh"

Banyak yang nggak ngerti

Lalu terluka dan saling menyalahkan

Karena itu aku takut bicara tentang hati

Maka aku tuliskan saja

Lalu kusimpan

Dan mungkin kukirimkan ke... entah ke mana


-----------------------

Hari ini aku bermimpi.

Aku bermimpi menuliskan buku dongeng pertamaku.

Sejak kamu membuatkanku ilustrasi-ilustrasi ini,

aku merasa mimpiku semakin dekat.

Belum pernah sedekat ini.

Hari ini aku juga bermimpi.

Aku bermimpi bisa selamanya menulis dongeng.

Aku bermimpi bisa berbagi dunia itu bersama kamu dan ilustrasimu.

Bersama kamu, aku tidak takut lagi menjadi pemimpi.

Bersama kamu, aku ingin memberi judul bagi buku ini.

Karena hanya bersama kamu, segalanya terasa dekat,

segala sesuatunya ada, segala sesuatunya benar.

Dan Bumi hanyalah sebutir debu di bawah telapak kaki kita.

-------------------

Tuesday, October 2, 2012

Surat ke-tiga


Assalamualaikum



Hai.

Ini kutulis saat aku sedang memandang pohon-pohon gersang di tempat yang sedang kupijak kini, Jogjakarta.

Mungkin ini akan menjadi postinganku yang  ternorak  selama aku menulis blog, tapi entah kenapa aku tetap ingin menuliskan hal yang sedang ada di dalam pikiranku saat ini. Hehe.

*Hmm.. terdengar imut tidak ? aku merasa cukup imut setiap kali menuliskan kata ‘hehe’ . Hehe. *

Thursday, May 10, 2012

Sebuah surat untuk mama tersayang



Hari ini mama meninggalkan manda lagi sendirian di jogja..
Tau, bukan karena mama pengen, tapi memang karena harus kembali ke banjarmasin kan ?
Iya.. manda ngerti..

Monday, April 23, 2012

The person I’m waiting for, it is you

Ada translated lagu yang akhir-akhir ini benar-benar aku suka.



The Person I Will love

Lee seul bi



English Translation
this image is so unfamiliar
because it’s the first time I’m showing myself to you
enduring it alone and holding back
because I know how lonely and difficult it is
it seems to be an excuse that I’m waiting for you
I hate to be burden to you, but I keep holding on to you
the person I will love, please look at me

Sunday, April 22, 2012

The Person I Will Love



And..
I am just waiting for you.
Waiting the day when you come.
The day when i will give my heart to you.. I meant.


Aku mencoba untuk tidak mengkhawatirkan sesuatu yang telah jelas ditakdirkan oleh Allah.
Hanya menunggu waktu sampai Allah memperlihatkanmu padaku kan :) ?

Wednesday, January 25, 2012

Kepada Kamu di Masa Depan

Assalamualaikum

 




Showing posts with label surat. Show all posts
Showing posts with label surat. Show all posts

Surat ke- 7 : Nyaman Vs Cinta



Hai, apa kabar ? 

Wah, rasanya seperti sudah lama sekali tidak menulis surat untuk kamu. Aku sebenarnya ingin bilang, walau aku tidak menulis surat bukan berarti aku melupakanmu.. tapi, aku mengurungkan kembali niat itu. Hehe.. karena faktanya, aku mungkin memang sedikit melupakanmu. Aku benar-benar  lebih memilih jujur seperti ini dibanding harus berbohong padamu. Hm. Aku mungkin terlalu asyik bermain dengan teman-teman dan kehidupanku sendiri. Aku seperti tenggelam di dalamnya. Aku benar-benar minta maaf. 

Lalu, tak sengaja aku mendengar sebuah lagu yang mengingatkanku kembali tentangmu. Benar-benar yang terbayang pertama kali olehku adalah kamu, walau aku tidak tau bentukmu seperti apa. Tapi kamu masih berwujud manusia kan ? Haha, siapa tau kamu ternyata lebih mirip malaikat. Aku mulai pintar menggombal dari terakhir aku menuliskan surat untukmu. 

Coba cek lagunya.

Surat untuk Ichoy




Sahabat saya menikah, sahabat sedari tk. Yah, well, apa perasaanmu ? Tentu saja antara percaya dan tidak percaya. Karena kami sama-sama sulit untuk ‘dekat’ dengan laki-laki. Dekat dalam arti ingin mengenal lebih jauh tentang lawan jenis. Dan tiba-tibaaaaa…. Kabar pernikahan pun tiba. Saya kaget. Bahkan kami para sahabat sempat terpikir mungkin ini hanyalah sebuah reality show dari super tr*p . Well, itu mungkin saja kan :| ?

Tanpa panjang kata, ini hanyalah sebuah surat biasa dari surat yang terbiasa..

------------------------------------------------

Bismillaahirrahmaannirrahiim.

WAAA ICHOY AKHIRNYA KAWIN JUAAA *mata berkaca-kaca* <3

Haha. Okey. Test test test. *pasang dasi dan mengambil mikrofon*

…………………………… Bagian Serius …………………………

Cantik


Bismillah..




            Saya mendapat puisi ini dari sahabat saya, Risma. Dan ketika saya googling, sumber aslinya dapat dibaca melalui situs ini à Blog Duta

Puisi ini sangat indah. Bayangkan, jika yang menuliskan ini adalah.. jodoh kita. Rasanya.. seperti tidak ingin lagi mengkhianati dia yang masih belum diperlihatkan oleh Allah. Maka, mari kita sama-sama berusaha untuk setia kepada jodoh yang telah ditakdirkan Tuhan. Karena sejatinya, Cinta yang benar adalah cinta yang telah diizinkan oleh Allah. Cinta yang benar halal dan cinta yang benar dipergunakan sebagai wadah untuk mendekat kepada-Nya. Semoga kita semua sama-sama berhasil untuk berada dalam kesetiaan sampai yang halal benar-benar.. diberikan oleh Allah.

Selamat membaca!

Cantik.. izinkan aku menunduk..
Cukup sekilas ku lihat wajah indahmu jelmaan bidadari surga..
Karena jika lebih lama ku nikmati pesonamu, itu akan membuatku menjadi pendosa.
Dan ku salutkan kesempurnaanNYA dalam mencipta,

Cantik.. relakan aku berpaling
Bukan karena aku tak sudi untuk lebih lama mengagumi ke elokan parasmu
Yang berbalut jilbab suci
Karena semuanya akan berbeda jika mata ini menangkap keAnggunanmu
Lalu wajah tentrammu akan hadir dalam pejaman mata lelapku
Mengingatmu dan mulai merasakan fibrasi jantung yang membuatku menjadi pria paling bahagia didunia..

Aku tak ingin mencintaimu hanya karena tubuh dari tanah kotor dan mani jijik itu
Aku tak mau menempatkan ruang hatiku hanya untuk jasad fana milikmu

Kau sangat cantik.. subhanalloh..
Gersangnya sahara membeku oleh tutur katamu
Dinginnya kutub membara karena mengagumimu..

Cantik.. biarlah aku menunduk..
Jika kau anggap ini sikap tak bijak saat berbicara menghadapimu
Maka maafkan aku..
Namun inilah sikap yang seharusnya ditunjukan oleh lelaki diseluruh dunia..
Bukannya tak hormat wahai keindahan..
Mengertilah, bahwa mata ini akan diminta pertanggung jawaban atas apa yg dilihatnya
Bukan… bukan.. kau bukan kesalahan..
Kau melebihi eloknya senja sore.. kau melampaui embun pagi yang menetesi rerumputan
Karena keindahanmu tak terbanding kata dan karena keanggunanmu tak tereja bahasa

Surat ke 6 : reflective


Bismillah..

Surat ke 6.

Dear.. Entahlah.

Seseorang pernah bertanya,  “seseorang seperti apa yang kamu inginkan ? “

Kemudian..

Aku pun menjawab, “Aku menginginkan seseorang yang dapat menjaga dirinya. Aku selalu berpikir ketika aku berhasil menjaga apa yang ku prinsipkan dengan teguh, maka ia pun tengah melakukan hal yang sama pula. Ketika aku menunggunya aku tengah berpikir bahwa ia pun sedang menungguku maka karena itu aku tidak ingin mengecewakan dan membuatnya sedih. Dan.. jika disuatu hari aku tahu bahwa ia tidak lah seperti itu, betapa menyedihkannya ini.. Rasanya seperti tengah berusaha sendirian. 


Naïve ? Ya, Mungkin.

Namun, ternyata aku lah yang paling menyedihkan diantara apa yang telah kupertahankan selama ini..

Itu lah faktanya.

Aku telah beberapa kali salah dalam mengenali. Karenanya.. ketika kita bertemu, maka marahi saja aku. Marah lah untuk aku yang ternyata belum dapat mengenali dengan baik. 

Hei, bagaimana jika disuatu saat itu aku kemudian kembali salah dalam mengenalimu ?

kamu-yang-benar-ditakdirkan-Allah.


- Bismillahirrahmanirrahiim -


Kamu itu pencemburu, manda. Tapi cemburunya kamu itu biasanya sering kamu tahan karena saking sukanya kamu sama seseorang. Ga baik buat kesehatan kamu! Kalau mau umur panjang, kamu harus cari calon suami yang gak terlalu mengumbar perhatian pada gadis lain! “ –
kata teman saya disuatu hari.

Pft. Saya pun sebenarnya tidak tahu apakah ini nyata atau tidak, tapi rasanya.. saya tidak terlalu cemburuan banget banget gitu juga, ciyuuus deh qaqa~ (Percaya ? musyrik!) . Ya beberapa sih bilang saya memang seorang dengan tipikal yang mudah cemburu, tapi cemburu kan tanda seseorang memang benar serius suka sama orang itu (Alasan ngeles paling okeh~) .

Tapi ya.. walau mudah cemburu, saya pun juga pintar ngontrol emosi dalam diri. Masih bisa berpikir dengan memakai logika dan tidak ingin marah sama suami-dimasa-depan nanti (Entah kenapa jadi malu nulisnya.. ). 

Ya kalau kelewatan ya pasti marah lah, tapi kalau bisa dimaklumi ya dimaklumi….. pengennya.

Tapi, nah ini masalahnya kata teman saya lagi, dia memandang bahwa hal tersebut lah yang menjadi salah satu faktor yang akan memperburuk kesehatan dimasa depan. 

Ya biasa lah orang psikologi, memandangnya dengan asumsi bahwa kalau terlalu banyak nahan hati bakal ga sehat di masa depannya. Haha.

Iya, po ?

Surat ke-lima: Trust me :)



Bismillahirrahmannirahiim..



Mereka teman-teman yang berharga, dan mereka spesial. Tapi berbeda dengan spesial nya kamu yang sedang aku tunggu. Kamu jangan berpikiran buruk dulu, karena perasaan ku tidak semudah itu disentuh oleh sembarang orang. Karena teman adalah teman, dan kamu adalah kamu. Kalian berbeda, tapi sama-sama berharga. Jadi, kamu yang entah siapa, jangan khawatir dulu. Karena aku benar sedang menunggu kamu yang benar, lalu kemudian baru memutuskan untuk menjatuhkan hati. Kamu yang benar pasti akan dengan serius menuju kesini, kamu tahu kan 'serius' yang aku maksud seperti apa, serius dalam menjaga kita agar tetap berada di jalan yang benar, bukan malah membawa ke jalan yang salah ketika kita sama-sama belum mempunyai kesiapan. Aku yakin kamu adalah orang yang mengerti dengan pasti tentang hal ini :)

..
..

Surat ke-empat : Hadiah


Assalamualaikum wr.wb.



Aku tahu.. aku sepertinya sekarang sudah mulai tidak bisa menjaga hatiku sendiri lagi. Mungkin kau akan kecewa. Mungkin saja aku yang lebih kecewa. Atau mungkin Tuhan yang sekarang sangat kecewa padaku. Aku sudah lelah untuk melakukan pembelaan diri, karena aku tahu aku lah yang salah dalam semua hal ini.

Aku menginginkan aku yang dulu. Aku yang lebih terjaga. Karena aku takut Tuhan dan kau akan sedih jika melihat aku yang seperti ini. Aku sadar bahwa aku telah salah, aku pun sadar bahwa aku telah sangat jauh dari hal yang mereka sebut dengan benar. Jika maaf saja  pun tak cukup sebagai penyesalan ini, maka harusnya aku berubah sesuai dengan apa yang seharusnya "benar" tekankan, kan.

Maaf.
Dan lihat lah.
Aku akan berusaha untuk berubah.
Kembali menjadi seperti aku yang dulu.
Dan kalau mungkin menjadi lebih baik lagi.

Ya Allah..
Mohon bantu hamba dengan keridhaan-Mu.
Lapisi hati dan diri hamba dengan hijab-Mu hingga dia yang benar datang.
Dia yang benar telah Engkau benar kan untuk diri hamba.

------------------------------------------------------------

Surat ke empat..

Kau, tetaplah tenang saja disana. Beberapa pekan lalu aku terlalu memaksamu untuk menampakkan diri. Tapi ternyata.. sekarang aku yang harus bersembunyi dulu. Karena begitu banyak yang perlu aku benahi sebelum bertemu kamu. Aku harus menjadi lebih dewasa dan benar-benar membersihkan hatiku sendiri. Karena itu, tetaplah tenang disana. Jangan datang sebelum aku benar-benar siap. Aku tidak mau kau melihat aku dalam keadaan yang berantakan dan kacau seperti ini, aku pun seperti gadis lainnya yang ingin terlihat mempesona didepan orang yang dicintainya kelak ketika bertemu, ya.. orang yang dicintainya kelak untuk seumur hidupnya. 

Dan itu, kamu.

Oh ya, apakah kamu tahu, ada yang pernah berkata bahwa ungkapan pertama ketika dua hati yang benar ditakdirkan bertemu yang paling diharapkan adalah....

" terimakasih Tuhan, kau telah mempertemukan aku dengan sosok yang seperti ini " -

Believe in God's Story


Assalamualaikum..



Pernah kah kalian mengalami ini ?

 Ketika merasa tidak terbiasa jika.. seorang laki-laki datang ke rumah atau kostmu ?

 Saya pernah. Entah kenapa.. saya memang terlalu penakut. Padahal beberapa datang dikarenakan adanya sebuah urusan. Tapi.. saya benar-benar tidak terbiasa dan merasa sangat tidak nyaman. Saya kira saya sudah sembuh dari penyakit takut ini. Ternyata penyakit ini memang masih bersisa.

Dulu, saat SMA, saya sangat penakut sekali terhadap lawan jenis. Dan sangat menjaga jarak dengan mereka. Pernah beberapa sampai ada yang nekat datang ke rumah, dan tentu saja.. pintu tetap tidak saya buka. Saya benar-benar takut yang sangat takut. Tapi dahulu.. itu malah menjadi permainan bagi mereka.. Apalagi saat di sekolah. Jalan saya beberapa kali pernah dihalangi, dan saya hanya bisa bersembunyi di balik punggung sahabat saya yang menjadi “hero” saat itu.

Namun, disaat naik ke kelas 3 SMA, rasa penakut terhadap lawan jenis ini sudah mulai berkurang. Saya sudah mulai bisa berteman dan mempercayai beberapa dari mereka. Dan.. ketika memasuki lingkungan perkuliahan, semuanya terasa sudah menghilang saya rasa. Mungkin karena saya bergabung ke dalam sebuah organisasi, sehingga saya menjadi terbiasa berinteraksi dengan mereka. Tapi ternyata jika berduaan saja disuatu tempat dengan laki-laki, pada kenyataannya saya memang masih belum terlalu biasa, rasa tidak nyaman dan takut dalam pikiran saya masih terus menyerang. Semacam alarm berbahaya yang terkoneksi di otak saya menyala-nyala penuh bahaya. Entah apakah ini hal yang gawat atau tidak, bagaimana masa depan saya nanti ya -_______________-

Dan..

Beberapa hari yang lalu pernah seorang laki-laki datang ke kost, kami hanya berdua bertemu untuk urusan rapat. Karena pekerjaan saya sebagai sekretaris mengharuskan untuk banyak berinteraksi dengan dia sebagai ketua. Tapi hal aneh terjadi.. entah kenapa saya akhirnya tidak terlalu merasa takut lagi. Mungkin karena dia adik angkatan saya sendiri. 

Saya kira rasa takut saya sudah benar-benar sembuh.

 Namun ternyata ketika seseorang berkata akan datang ke kost saya lagi (untuk sebuah urusan tentu saja), ternyata saya masih tetap takut dan menolak mati-matian.

Jembatan menuju Arah Bahagia



Assalamualaikum wr wb




Bismillaah..


Hai, bagaimana kabarmu hari ini ?

                Hari ini aktivitas masih sama seperti hari yang kemarin, mengajar adek-adek tpa  di desa kalidadap.

Tapi hari ini rasanya.... entah kenapa senaaaaaang sekali, senang nya nambah gituh nah dibanding hari-hari biasanya. Mungkin karena aku telah berencana untuk bahagia hari ini. Dan ternyata aku memang benar bahagia loh. Hehe. 


Emang sih teorinya kalau pikiran positif kita akan menimbulkan kebahagiaan bagi diri kita sendiri.


-     Aku harap kamupun merasakan hal yang sama – 

               
 Hmm oh ya, hari ini.. aku merasa semakin bertambah dekat dengan mereka, adek-adek tpa. Semakin hari semakin dekat saja rasanya. Semakin aku tambah sayang pula terhadap mereka. Sayang yang sangat sayang.

  
              Kemudian,  seperti biasanya hari ini si kecil ra’uf ikut belajar tpa lagi loh. Emang sih dia masih belum bisa ngomong dan belajar, tapi rasanya senang aja kalau melihat dia ikut datang ke tpa an nur kalidadap ini. Si fakhri juga datang kesini awalnya, tapi karena dia lupa dipasangin pampers sama ibunya, akhirnya jadi pulang lagi deh. Awalnya aku bilang ke rengga, kakak fakhri, kalau si fakhri kebablasan ngompol maka rengga lah yang bertanggung jawab nge pel lantai musholla ini. Haha. Si Rengga langsung ngambek loooh, lucuuuu banget wajahnya. Akhirnya karena ga tega ngerjain lebih jauh yasudah akhirnya aku ngalah dan bilang kalau aku yang akan tanggungjawab. Seketika dia langsung senyum. Hahaha, lucu banget wajah rengga sama fakhri. Seharusnya kamu lihat. Seharusnya kamu ada disini... menyaksikannya bersamaku.

Harapan untuk bahagia yang memelukmu


Assalamualaikum  




Aku takut..

        Sebenarnya aku takut bagaimana jika aku menyukai seseorang yang ternyata bukan lah ‘kamu’. Karenanya aku pun menjadi lebih defensif dan mencoba untuk mengunci hatiku sendiri dari perasaan yang ‘terlalu’ spesial.

Tapi kemudian aku pun menjadi lebih takut.. Bagaimana cara untuk mengetahui bahwa itu adalah ‘kamu’ ? Bagaimana jika... ternyata kamu termasuk dari mereka yang kuabaikan ?


Lalu. Cerita ini pun kerap dipenuhi dengan kebingungan.

Dan tentu. Ketakutan.


Behind The Scene Perahu Kertas


 **saya suka sekali dengan foto ini entah kenapa**








Dear Neptunus,


Aku mencintainya

Di depannya aku menjadi diriku sendiri

Seperti airmu yang selalu membawa pesanku

Diapun begitu

Membuatku hanyut oleh sorot matanya

Membuatku lupa oleh kesedihan dalam suaranya

Sampai aku tak bisa katakan apa-apa padanya

Bahkan untuk sekedar bilang, "rindu" atau "butuh"

Banyak yang nggak ngerti

Lalu terluka dan saling menyalahkan

Karena itu aku takut bicara tentang hati

Maka aku tuliskan saja

Lalu kusimpan

Dan mungkin kukirimkan ke... entah ke mana


-----------------------

Hari ini aku bermimpi.

Aku bermimpi menuliskan buku dongeng pertamaku.

Sejak kamu membuatkanku ilustrasi-ilustrasi ini,

aku merasa mimpiku semakin dekat.

Belum pernah sedekat ini.

Hari ini aku juga bermimpi.

Aku bermimpi bisa selamanya menulis dongeng.

Aku bermimpi bisa berbagi dunia itu bersama kamu dan ilustrasimu.

Bersama kamu, aku tidak takut lagi menjadi pemimpi.

Bersama kamu, aku ingin memberi judul bagi buku ini.

Karena hanya bersama kamu, segalanya terasa dekat,

segala sesuatunya ada, segala sesuatunya benar.

Dan Bumi hanyalah sebutir debu di bawah telapak kaki kita.

-------------------

Surat ke-tiga


Assalamualaikum



Hai.

Ini kutulis saat aku sedang memandang pohon-pohon gersang di tempat yang sedang kupijak kini, Jogjakarta.

Mungkin ini akan menjadi postinganku yang  ternorak  selama aku menulis blog, tapi entah kenapa aku tetap ingin menuliskan hal yang sedang ada di dalam pikiranku saat ini. Hehe.

*Hmm.. terdengar imut tidak ? aku merasa cukup imut setiap kali menuliskan kata ‘hehe’ . Hehe. *

Sebuah surat untuk mama tersayang



Hari ini mama meninggalkan manda lagi sendirian di jogja..
Tau, bukan karena mama pengen, tapi memang karena harus kembali ke banjarmasin kan ?
Iya.. manda ngerti..

The person I’m waiting for, it is you

Ada translated lagu yang akhir-akhir ini benar-benar aku suka.



The Person I Will love

Lee seul bi



English Translation
this image is so unfamiliar
because it’s the first time I’m showing myself to you
enduring it alone and holding back
because I know how lonely and difficult it is
it seems to be an excuse that I’m waiting for you
I hate to be burden to you, but I keep holding on to you
the person I will love, please look at me

The Person I Will Love



And..
I am just waiting for you.
Waiting the day when you come.
The day when i will give my heart to you.. I meant.


Aku mencoba untuk tidak mengkhawatirkan sesuatu yang telah jelas ditakdirkan oleh Allah.
Hanya menunggu waktu sampai Allah memperlihatkanmu padaku kan :) ?

Kepada Kamu di Masa Depan

Assalamualaikum