Saturday, October 24, 2015

The best Psychologist




Dalam sebulan ini, psikologis saya benar-benar terombang ambing. Ini lucu, saya adalah lulusan psikologi yang seakan membutuhkan seorang psikolog.

Di bulan ini, saya telah dua kali menolak pekerjaan, bukan murni karna kemauan saya, namun lebih didasari lingkungan yang tidak mendukung. Ini bukan pengalaman yang baik, namun ini lebih ke pengalaman yang buruk. Karena terkadang, menolak pekerjaan jauh lebih menyakitkan dibandingkan ditolak pekerjaan.

Pengalaman pertama saya menolak pekerjaan adalah dimulai ketika saya datang ke sebuah acara jobfair di Banjarmasin. Saya iseng meletakkan lamaran ke sebuah perusahaan yang lumayan besar dimana ia membuka cabang di kota saya ini. Saya mengikuti seleksi bersama seratusan orang, tes tersebut terbagi menjadi 3 tahap yang dilaksanakan dalam 2 bulan. Seleksi administrasi, psikotes, hingga wawancara. Saya pun lolos hingga tahap wawancara, dimana mulai muncul lah keraguan saya. Peserta yang lolos saat itu tertinggal menjadi 4 orang. Ketika wawancara, saya baru mengetahui bahwa wilayah kerja yang harus saya tangani adalah Kalimantan selatan dan Kalimantan tengah, dimana akan banyak perjalanan keluar kota yang harus di jalani. Dan ketika saya diskusikan ke keluarga, ternyata dari keluarga kurang memberikan dukungan. Betapa kagetnya saya ketika mas dari pihak perusahaan mengabari bahwa saya adalah satu-satunya yang terpilih untuk menjadi bagian dari perusahaan tersebut dan disiapkan untuk pergi menemui bos di kantor pusat di Jakarta sebelum bekerja di Banjarmasin. Posisi yang ditawarkan pun termasuk salah satu posisi tinggi untuk seorang fresh graduate seperti saya, hingga fasilitas-fasilitas dan gaji yang ditawarkan begitu sangat menggoda (yang tentu sesuai dengan beratnya tanggungjawab saya bila bekerja disitu).

Tuesday, August 18, 2015

Surat ke- 7 : Nyaman Vs Cinta



Hai, apa kabar ? 

Wah, rasanya seperti sudah lama sekali tidak menulis surat untuk kamu. Aku sebenarnya ingin bilang, walau aku tidak menulis surat bukan berarti aku melupakanmu.. tapi, aku mengurungkan kembali niat itu. Hehe.. karena faktanya, aku mungkin memang sedikit melupakanmu. Aku benar-benar  lebih memilih jujur seperti ini dibanding harus berbohong padamu. Hm. Aku mungkin terlalu asyik bermain dengan teman-teman dan kehidupanku sendiri. Aku seperti tenggelam di dalamnya. Aku benar-benar minta maaf. 

Lalu, tak sengaja aku mendengar sebuah lagu yang mengingatkanku kembali tentangmu. Benar-benar yang terbayang pertama kali olehku adalah kamu, walau aku tidak tau bentukmu seperti apa. Tapi kamu masih berwujud manusia kan ? Haha, siapa tau kamu ternyata lebih mirip malaikat. Aku mulai pintar menggombal dari terakhir aku menuliskan surat untukmu. 

Coba cek lagunya.

Monday, May 11, 2015

Entah..


Saya sudah mulai lelah..
Lelah dengan semua yang terjadi.

Tuesday, March 24, 2015

KKN 121




Hai hai, postingan kali ini di sponsori oleh sulitnya mengumpulkan semangat untuk menulis lagi. Heyuuh.
*melakukan pemanasan jari*

Kali ini, saya ingin sekali menuliskan cerita tentang keluarga baru yang saya temukan selama proses KKN. Hehe, iya, saya sudah KKN looooooooooh. KKN yang super menyenangkaaaaan.
*tebar-tebar bunga ala emot line*

Sebenarnya ini adalah postingan yang telat untuk dituliskan, karena ingatan saya tentang KKN pun sedikit demi sedikit sudah mulai memudar. KKN sudah berakhir sekitar…… entahlah (karna sudah hampir setengah tahun lebih), walau begitu saya dan teman-teman masih tetap berhubungan erat. Eh, tidak erat-erat juga sih. *lalu dibuang dari kelompok KKN unit 121*

Yap.
Saya berada di unit 121 yang dipercayakan kepada desa Wonolelo, dusun Ngagrong, di gunung Merbabu. Saya tidak ingin bercerita tentang bagaimana indahnya pemandangan di dusun tersebut, karena pasti akan jadi postingan yang paaaaaaanjang sekali dalam melukiskan keindahan disana. Seakan tidak ada kata yang cukup dalam mengiaskan indahnya alam disana. Dari sana, seakan dunia adalah milik kita (baik ini agak lebay). Tapi, memang betul. Pertama kali saya tiba disana untuk observasi, saya hanya bisa terbengong-bengong bagai orang kampung yang tidak pernah melihat pemandangan alam sebagus disana, rasanya seakan berada di surga walau saya tidak pernah tahu surga itu seperti apa. Yah, walau begitu surga pasti beribu kali lipat lebih bagus lagi, wah kalau di Ngagrong saja sudah sebagus itu bagaimana indahnya surga nanti ya. Mungkin saya akan pingsan saking takjubnya.

Saya pun sebenarnya juga tidak ingin bercerita mengenai keramahan penduduk disana, bagaimana semuanya sudah saya anggap seperti keluarga sendiri. Keakraban antar tetangga yang mereka bina sungguh lebih dari keluarga sendiri. Mungkin karena rumah disana berdekatan semua, berbeda dengan di kota yang jauh dipisahkan oleh sebongkah pagar. Saya teringat ketika saya sedang sakit, tiba-tiba saja ketika keluar rumah hampir semua ibu-ibu, adik-adik, dan para remaja putri menanyakan kondisi saya.

“ Mbak manda lagi sakit ya katanya ? “ 
“ Mbak ayo sini mampir rumah saya dulu, nanti saya buatkan minuman jahe biar mbak cepat sembuh “  
“ Mbak ayo sini saya pijatkan saja ya “ 

Dan baaaaaaanyak lagi.
Ketika saya dan teman-teman saya sedang mendaki gunung Merbabu dan kami terlambat pulang karena suatu hal pun, para warga sangat mengkhawatirkan kami sampai-sampai ada yang menangis. Beberapa mencoba menghubungi, namun hp kami semua memang dalam keadaan off. Ketika keesokannya kami sampai di posko (rumah kami selama di Ngagrong), para warga langsung menggerubungi dan menanyakan kabar kami semua. Hhaah.. itu hanya 0.0001% cerita tentang keramahan para warga selama sebulan kami berada disana.

Dan yang paling saya banggakan dari dusun tersebut adalah tentang penghafal Qur’annya. Jadi, disana memang ada sebuah mesjid serta TPA untuk menghafal Qur’an. Baru sekitar 2 tahun berdiri, namun warga sangat menerima nya dengan antusias. Para remaja yang baru berumur 15 tahun dsb telah berhasil menghafalkan sekitar 5 juz dalam 2 tahun. Para warga pun, baik ibu-ibu, anak2, serta remaja telah menggunakan jilbab syar’I panjang yang sesuai dengan syariat Allah. Kami pernah berdiskusi dengan para remaja disana, dan mereka benar-benar membuat saya takjub. Mereka bercerita tentang menjaga pandangan serta pergaulan dengan lawan jenis, serta tentang bau parfum yang tidak boleh dicium oleh kaum adam. Mereka bahkan membatasi sms dengan lawan jenis karena takut mendekati zina. Banyak hal yang saya pelajari dan ambil maknanya dari setiap ucapan serta perbuatan mereka. Jujur, saya disana bukan mengajar selayaknya mahasiswa KKN, namun saya lebih banyak belajar dari para warga desa disana, terutama masalah akhlak dan moral.

Baik, karena saya sudah lama tidak menulis, guna tetap menjaga otot-otot jari saya (hihi), sepertinya saya pun harus membatasi cerita-cerita indah yang banyak sekali terjadi selama saya disana. Saya menyesal kenapa saya tidak membuat buku harian semacam diary ketika berada disana. Banyak hal terindah selama hidup saya yang terjadi disana. Seperti saat membantu warga untuk menanam sayuran di ladang, serta bermain dengan para anak-anak kecil ke tengah hutan demi melihat air terjun yang ternyata sudah mengering. Haha, benar-benar hutan! Bukan hutan mainan atau olahan yang sudah dijadikan tempat pariwisata. Enggaaaaak. Dan saya hanya sendirian orang dewasanya, sedangkan yang lain adalah anak kecil. Saat itu yang lain sedang tidur, sih.

Hobby baru saya selama disana adalah berjemur di pagi hari ketika ada matahari, karena suhu udara disana sangat lah dingin. Yaiyalah, dusun itu termasuk yang dekat dengan puncak gunung Merbabu dibanding dusun lainnya. Namun, matahari juga jarang menampakkan sinarnya, jadi ketika di pagi hari terlihat matahari saya akan berteriak kesenangan dan meloncat keluar untuk merasakan kehangatan (?) hahaha. Mandi serasa bagai diguyur air es, bahkan terkadang lebih dingin. Kalau keluar malam-malam keatap buat nongkrong, saya biasanya menggunakan sarung tangan. Karna kalau tidak seperti itu benar-benar bisa menggigil. Bahkan di sore hari saja, kami sangat sering menggigil karena kedinginan. Btw, atap adalah tempat nongkrong terasik. Karena dari sana pemandangan pagi, siang, sore, bahkan malam (untuk melihat bintang) teramat amat amat amat amat sangat indaaaaah. Kalaupun malam saya harus sendirian nongkrong naik keatap, saya berani melakukannya (terlebih buat cari sinyal telponan sih, hahaha). Padahal disana sangat gelap karna hampir tidak ada lampu jalan. Tapi berkat itu, bintang menjadi terlihat sangat indah dari sana.

Begitu pula dengan teman saudara-saudari sekelompok saya yang sudah menjadi keluarga baru saya, kenangan dengan mereka tak kalah indah. Kita semua berada di bawah atap yang sama selama sebulan, makan dan minum yang sama, memandang bintang dan langit yang sama, merasakan keramahan yang sama, menonton film yang sama dengan menggunakan proyektor, serta hal lainnya. Bagaimana kita setiap malam selalu melakukan hal-hal bodoh indah bersama, seperti duduk diatas atap sampai larut malam sambil memandang bintang dan saling curhat satu sama lain, melakukan permainan kartu dengan hukuman-hukuman yang sangat menyebalkan seperti harus jujur-jujuran menjawab berbagai pertanyaan, menonton film dari yang sedih sampai ngakak bersama-sama sampai laruuut malam, dimarahin bersama-sama karena terlalu keras tertawa saat larut malam, memasak dan membersihkan rumah bersama-sama, pergi ke pasar bergantian, dll. Kita pernah menangis dan tertawa bersama. Kita pernah dimarahi dinasehati dan disayangi bersama-sama oleh banyak orang. Kita sering mengkhawatirkan satu sama lain, dan terkadang kita berdebat akibat terlalu khawatir akan keadaan satu sama lain. Kalian tahu, mereka sangat berarti bagi saya. Mereka tahu berbagai sifat yang bahkan jarang orang lain mengetahuinya. Mereka mampu membuat saya benar-benar menjadi diri saya sendiri saat berada di dekat kalian. Mereka mampu mengungkap sifat-sifat buruk saya dan tetap menerimanya dengan hati terbuka. Mereka tahu bahwa saya adalah orang yang sangat suka berbasa-basi, moody, pemarah, ngeyel, dsb. Mereka tahu bahwa saya terkadang sangat suka menyimpan segala nya sendiri dan berkata baik-baik saja agar tidak membuat orang lain khawatir, tapi disaat tertentu dapat menjadi sangat sering mengeluh dan terus saja mengeluh. Saya terkadang menjadi menyebalkan dan senang sekali melakukan sebuah permainan psikologis untuk orang lain, mereka tahu bahwa terkadang saya bisa jadi sejahat itu. Mereka tahu bahwa saya sangat suka tiba-tiba menghilang tanpa kabar ketika berada di posko dan berjalan keluar sendirian. Mereka tahu bahwa saya sangat gengsi hanya untuk berkata rindu dengan mereka bahkan disaat saya benar-benar sangat rindu, tapi ketika hal tersebut sudah tidak dapat ditahan lagi maka saya pun akan mengatakannya dg jujur. Tentu saja, merindukan mereka adalah hal yang sangat mudah bagi saya.

Kita pernah menakhlukan gunung bersama-sama, kita juga pernah menakhlukan arung jeram bersama-sama, kita sering menakhlukan kesunyian malam dan berbagi cerita bersama. Bahkan jika yang kita bicarakan adalah hal yang sudah diungkit berkali-kali, kita tidak pernah bosan dan tetap tertawa. Karena hal konyol itu, cerita manis itu, hanya kita yang tau dan merasakan betapa berharganya itu. Mereka, harta berharga saya. Sungguh.

Sebelum ingatan itu semakin memudar satu demi satu, maka izinkan saya untuk menorehkan sekilas tentang mereka secara singkat. Kami ber9 adalah saudara kakak beradik, maka saya akan menuliskannya dari yang urutan nya paling tua.

Monday, February 9, 2015

Puskaga



Banyak sekali yang tidak sempat saya tuliskan disini. Bahkan kenangan super berharga seperti kkn, moment ulangtahun, dsb nya pun sudah tak sempat lagi teruraikan dalam halaman blog ini. Salah satu yang membuat waktu saya sangat tersita dalam beberapa bulan ini (dan beberapa bulan yang akan datang) adalah PEKERJAAN. Haha, sumpah serasa jadi orang sok sibuk banget. Iyuh.

Sunday, February 8, 2015

Surat teruntuk Diri Sendiri




Rasanya aneh, ketika -dengan tiba2- masa lalu mulai mengetuk kembali ruang ingatan kita. Mengetahui apa yang dulu tidak kamu ketahui, membuatmu berusaha menerka-nerka kejadian dulu yang pernah singgah. Hal itu tentu saja membuat memori-memori manis yang sempat kamu lupakan menjadi teringat lagi.
Semoga perasaan itu tidak kembali lagi, pinta hatimu.
Tapi apa daya, siapa yang tahu isi hati manusia selanjutnya kecuali Allah ? Dia Yang Maha Pengatur. Yang membuatmu lupa, dan membuatmu mengingat kembali.
Kata “seandainya dulu..” terus bermain di kepala.
Mengapa tiba-tiba harus mengetahuinya sekarang ?
Menyesal ? Tapi bukankah masa itu telah berlalu ? Mengetahuinya sekarang pun harusnya tidak akan mengubah apapun kan ?
Hanya saja.. ada sesuatu yang aneh disini, di hati. Seakan masih ada rasa yang tersisa.
Bahkan, jika dulu pun dapat mengetahuinya, apa yang akan berubah ? Kalian tetap akan seperti ini, jauh. Walau sebenarnya jarak ini terkadang menyakitkan. Namun, percaya lah bahwa Allah punya takdir-Nya sendiri, takdir yang jauh lebih indah. Dan kamu tidak ingin menodai nya dengan hal-hal buruk yang tidak disukai-Nya kan. Kau tahu, bahwa ia adalah orang yang benar-benar paham akan hal ini. 

Monday, November 24, 2014

Hey, smile.





Haha apa ya yang ingin aku tulis. Sebenarnya aku pun juga tidak tahu apa yang ingin aku tulis. Hanya saja, rasanya ingin sekali menuliskan sesuatu hingga terasa lega.

Lagi-lagi ini tentang rindu. Entah kenapa aku selalu dilemahkan oleh rindu. Aku tau, aku bukan lah orang yang cukup baik. Karna orang yang baik tau bagaimana cara mengontrol rindu disaat yang bukan waktunya. Aku seperti ini, wanita yang bisa jadi terdiam lama hanya karna rindu yang tiba-tiba datang. Aku harus bagaimana. Ini menyebalkan, aku begitu merindukannya, tapi aku tidak dapat berbuat apa-apa.

Pernah disuatu hari aku begitu ingin menemuimu dan tiba-tiba kita dipertemukan secara tidak sengaja, kau tahu, jantungku berdetak dengan sangat kencangnya hingga aku benar-benar bingung dan tidak tau harus berbuat apa saat itu. Yang bisa aku lakukan hanyalah terdiam seakan aku tidak terlalu peduli padamu. Aku terlalu sibuk menata detak jantungku sendiri. 

Friday, September 19, 2014

Moved.





Beberapa hal telah terjadi dan mulai mengubahku perlahan. Mungkin Manda yang dulu, akan berbeda dengan Manda yang sekarang. Aku merasa lebih kuat dalam menghadapi sesuatu. Beberapa hal itu menempa dan membangunkan kekuatan dalam diriku. Mungkin benar kata orang, semakin banyak cobaan yang menimpamu maka akan semakin matang pula kekuatanmu. Aku tidak pernah tau kalau aku ternyata sekuat ini, ya mungkin seberapa kuatnya diri seseorang itu memang akan terlihat ketika cobaan itu datang. Sebagaimana ia dapat menghadapi cobaan itu dengan tetap tegar berdiri. Aku pernah ingin menyerah dan melarikan diri, tentu saja. Sebelum "hal" itu datang, aku telah berencana untuk melarikan diri dan bersembunyi darinya. Namun, tentu saja aku telah menampar diriku sendiri atas rencana bodoh tersebut.

Monday, September 15, 2014

Cerita Iseng di Malam Hari




Bukankah manusia gak bisa memilih untuk jatuh cinta dengan siapa ?
Lalu, bagaimana jika akhirnya dia jatuh cinta pada orang yang salah ?
Yang bahkan tanpa disadarinya tiba-tiba namanya terus disebut dalam doa di tiap-tiap pertemuannya dengan Tuhan.
Ia tengah mencoba untuk tidak menyebut nama itu lagi di hadapan Tuhannya.
Namun, ia tidak bisa. Ia gagal.
Nama itu terus terucap tanpa disadari.
Bukan untuk meminta agar orang itu dapat menyukainya kembali, melainkan doa agar orang yang namanya terus disebut itu mendapatkan bahagia dan perlindungan yang besar dari-Nya.
Naïve.
Tentu saja.
Baginya, entah bodoh atau apa, jatuh cinta pada orang tersebut bukan tentang segala usaha untuk mendapatkannya.
Melainkan, tentang segala usaha agar dapat menyaksikan orang tersebut bahagia.
Karena baginya, melihat orang itu terus tersenyum sudah sangat menenangkan hatinya.

Monday, May 26, 2014

Autumn.





Ada orang yang hadir sesaat hanya untuk memperlihatkan kepada saya manisnya dicintai. Terimakasih karena telah pernah ada dan membuat saya tersenyum dengan pesan-pesan singkat yang sempat hadir, baik yang secara langsung anda tuliskan maupun yang dititipkan melalui sapaan orang lain. Kali ini, anda harus menemukan kebahagiaan anda yang sebenarnya. Yang ada padanya, tentu saja. Jangan tersesat terlalu jauh disini. Mungkin, saya bukan autumn yang dicari, saya hanya seorang summer bagi anda. Sebuah tempat singgah sebelum anda sempat menyadari perasaan yang sebenarnya. Kali ini, kita sama-sama harus terus bergerak. Bergerak memperbaiki diri. Seperti anda yang harus menemukan autumn anda sendiri, dan saya yang akan menjadi autumn bagi seorang yang lain.

Cerita ini, terimakasih. Terimakasih. Terimakasih. 

Friday, May 9, 2014

May's Music




Baek Ah Yeon : Three Things I Have Left
(Ost. Angel Eyes)


Translate lyric:

 I don’t know how to forget you
So I ask other people
How do I do it?
How can I forget him?
Can you teach me?
Whoever I meet
I always ask about breaking up
Should I do this?
Then can I forget him?
I am learning one by one
The first thing I learned
Is to not cry without you
Second, to not walk alone
Third, even if it hurts, to not call your name
And look for your warm hands
Even if I live for just one day
I said I wanted to look into your eyes and smile
You are still breathing inside of me like this
So how can I forget you?
The first thing I learned
Is to not cry without you
Second, to not walk alone
Third, even if it hurts, to not call your name
And look for your warm hands
To always smile even without you
To not say the words, I miss you
Even if I’m sad, even if it hurts
To not call your name and look for you again
Just remember this
Even if I go back to you
Don’t smile and look at me
The first thing I learned
Is to not cry without you
Second, to not walk alone
Third, even if it hurts, to not call your name
And look for your warm hands

Source : popgasa

Thursday, May 1, 2014

Baik dan Buruk.




“ Apa yang akan terjadi, ketika tiba-tiba suatu hari, hatimu bilang; ternyata dialah orangnya, dialah orang yang ingin kunikahi. Bukan sosok yang kuimpi-impikan selama ini, tapi sosok yang mengenalku luar dan dalam. Yang dihadapannya aku bisa jadi manusia paling norak dan paling sok. Yang dihadapannya aku bisa menangis dan marah semauku tanpa takut dia hilang. “ –
Falafu

Beberapa hari ini saya ingin sekali menuliskan berbagai macam hal mengenai pikiran-pikiran yang berlarian di kepala. Namun, saya hanya malas untuk membuka word dan kemudian mulai menuangkannya. Salah satu sifat buruk saya. Padahal ketika saya memutuskan untuk menyimpannya sendiri sama saja dengan saya membiarkan diri saya semakin tenggelam di dalamnya. Dan ketika akhirnya saya memutuskan untuk menuliskannya, maka hal itu akan mengalir keluar dari kepala dan membuat saya lega. Begitu saja dan sangat sederhana. Yang akhirnya membuat saya kemudian menjadi lega sekali. Sangat.

Ya, mungkin kebanyakan perempuan ingin menikah dengan seorang yang telah mengenalnya luar dan dalam. Yang katanya, di depannya kita bisa menjadi apa saja, baik dan buruknya dari kita. Saya termasuk dari mereka yang menginginkannya. Tentu saja. Namun, bagaimana jika akhirnya kita tidak dapat menemukannya. Atau mungkin, kita pernah menemukannya namun akhirnya sengaja melewatkannya, karena ternyata ia tidak merasakan seperti yang kita rasakan. Ada masa saya akhirnya menangis bahkan tanpa sempat saya sadari ketika teralun sebuah lagu, hanya karena mengingat seorang sosok yang kita inginkan bahagianya diatas bahagia kita. Ya, karena dia adalah sosok yang selalu terbayang di kepala kita ketika semua lagu teralun, baik dan buruknya dia. Karena buruk dari ia pun bahkan telah kau terima tanpa kau bisa membantahnya. Ya, begitulah cinta.  Berjalan begitu saja sebelum sempat kita sadari, sebelum kita hendak berpikir untuk mengelaknya. Ketika kau begitu ingin membencinya namun ternyata telah terlambat, karena semua sifat buruknya pun telah dapat kau terima. Dan saya, pernah mencintai seseorang dengan sebegitunya. Mungkin, hal tersebutlah yang akhirnya membuat saya begitu menginginkan seorang pria yang dapat mencintai saya dengan begitu baiknya pula seperti yang pernah saya lakukan.

Namun bagaimana jika saya adalah termasuk dari para perempuan yang takut, takut ketika mendengar seseorang ternyata telah menyukai kita tanpa sempat kita sadar sebelumnya. Kita bahkan tidak bisa menerka apa yang telah membuat mereka jatuh cinta, sejak kapan, dan bagaimana cinta itu bisa bertahan dalam diri mereka. Saya hanya takut untuk mempercayai. Karena beberapa pikiran seperti; ‘mungkin ia hanya menyukai apa yang terlihat saja, bagaimana mungkin ia bisa menyukai bahkan tanpa ia mengetahui bagaimana sebenarnya saya yang sesungguhnya’ , ‘mungkin itu hanya cinta sesaatnya saja’, ‘mungkin ia hanya terlalu baik dan ingin menghibur karena kita terlihat begitu menyedihkan di matanya’, dan sebagainya yang terus berlarian di kepala saya. Ya, bagaimana mungkin seseorang bisa memutuskan untuk berani menyukai seseorang yang lain bahkan tanpa ia tahu sifat yang sesungguhnya dari orang tersebut ? Ia, mungkin hanya suka. Namun, bukan cinta.

Wednesday, April 23, 2014

Surat untuk Ichoy




Sahabat saya menikah, sahabat sedari tk. Yah, well, apa perasaanmu ? Tentu saja antara percaya dan tidak percaya. Karena kami sama-sama sulit untuk ‘dekat’ dengan laki-laki. Dekat dalam arti ingin mengenal lebih jauh tentang lawan jenis. Dan tiba-tibaaaaa…. Kabar pernikahan pun tiba. Saya kaget. Bahkan kami para sahabat sempat terpikir mungkin ini hanyalah sebuah reality show dari super tr*p . Well, itu mungkin saja kan :| ?

Tanpa panjang kata, ini hanyalah sebuah surat biasa dari surat yang terbiasa..

------------------------------------------------

Bismillaahirrahmaannirrahiim.

WAAA ICHOY AKHIRNYA KAWIN JUAAA *mata berkaca-kaca* <3

Haha. Okey. Test test test. *pasang dasi dan mengambil mikrofon*

…………………………… Bagian Serius …………………………

Friday, April 4, 2014

Benar-benar.



Pada akhirnya, apa yang harus aku lakukan ?
Rasanya seperti ingin mengatakan, " Biar aku yang menghilang dan pergi. " .
Sampai semuanya kembali membaik, pun bahagia.
Dan..
Sebelum akhirnya, semua pemeran terperosot semakin dalam di alur cerita yang salah.
Itu benar-benar tidak baik, kan ?

Tapi.. yah, entahlah.
Aku hanya benar-benar ingin melihat bahwa setiap dari mereka mendapatkan bahagianya. :)


Friday, March 28, 2014

Skenario Allah.


Beberapa hari ini rasanya mood saya seperti diaduk-aduk oleh berbagai macam kejadian. Ada yang menyenangkan, namun ada pula yang sedikit.. yah, sedikit membuat  terdiam dan merenung. Ada pula beberapa hal  konyol yang terjadi dalam hidup sehingga membuat saya malu bahkan hanya untuk sekedar mengingat.

Mereka bilang itu namanya “ terlalu polos “ .
Namun saya menyebutnya dengan “ Terlalu polos dan terlalu bego itu beda tipis “ .

“Engga, kamu engga bego. Kamu hanya terlalu telmi, mand. “ – Hesti bisa-bisanya bilang begitu. Entah harus senang atau sedih mendengarnya.

Ada masa dimana saya mulai mempermalukan diri sendiri dan menjadi bahan tertawaan orang lain. Orang lain menganggapnya lucu, saya menganggapnya mencemaskan. Saya takut, dan mereka tertawa. Yah, terkadang memang tidak ada salahnya membahagiakan orang lain dengan kebodohan kita. Ingat kata pak Sus, luangkan waktu untuk membahagiakan orang lain. *kemudian mencoba untuk tersenyum*.

Sunday, March 23, 2014

Cerita Dongeng dari Negeri Antah Berantah




Diceritakan dalam sebuah kisah tentang seorang gadis biasa yang menyukai pangeran. Namun, ibu dari sang gadis tidak menyetujuinya dikarenakan beberapa alasan. Salah satunya adalah karena adanya ketidakinginan melihat kesedihan putrinya yang bertahan dalam kisah kasih yang diam. Singkat kata, ibunya akhirnya berusaha menjodohkan anak gadisnya tersebut dengan lelaki lainnya. Namun, sang gadis tetap keras kepala. Hingga.. pada suatu saat akhirnya ia pun menyerah. Menyerah bukan karena ia mulai membenci sang pangeran, namun menyerah karena ia tahu pangeran akan lebih bahagia jika hidup dengan perempuan yang lainnya, perempuan yang mungkin lebih pantas untuknya. Sang Ibu pun riang bukan main, namun juga sedih melihat betapa gadisnya bertutur dengan jujur tentang perasaan ikhlas yang ia tujukan dalam melepas sang pangeran. Sang Ibu berhenti menjodohkan gadisnya dalam beberapa waktu. Akhirnya, sang gadis merasa bahagia dengan perasaan sendirinya tanpa harus cemas memikirkan apakah orang yang sedang ia pikirkan sedang dipeluk bahagia atau tidak, apakah ia bisa tidur nyenyak atau malah sedang bermimpi buruk, apakah senyum tetap mengembang atau bahkan sedang tertahankan oleh dunia yang kadang iseng ingin mengujinya, dan.. ya sang gadis saat ini hanya tidak harus memikirkan tentang semua itu lagi. Ya, gadis itu merasa dirinya sendiri sedang bahagia. Ia sekarang hanya butuh memikirkan keluarga, sahabat, dan dirinya sendiri, dan terpenting adalah Tuhannya. Dalam kenyamanannya, ibu sang gadis ternyata mulai berpikir lain dan mengira ini adalah saat yang tepat untuk kembali mendatangkan seorang yang lain ke dalam kehidupan gadisnya. Namun sang gadis sama sekali tidak menginginkan hal tersebut. Ia kembali menolak mati-matian keinginan sang ibu. Ibunya pun mati-matian mengusahakan dengan segala cara yang ada. Akhirnya, sang gadis pun sudah lelah dengan pertemuan-pertemuan tidak sengaja yang ternyata sengaja diatur oleh ibunya, ia pun kembali menjelaskan kepada Ibunya bahwa ia ingin menemukan sendiri seorang yang akan ia sukai. Seorang yang ia inginkan untuk menemani hidupnya dalam berpuluh tahun bahkan sampai kematian yang memisahkan. Ia mempunyai luka yang masih basah, dan tidak sembarang orang mampu menyembuhkannya. Ibunya masih tidak mengerti. Atau mungkin mengerti, hanya saja ibunya mempunyai jalan pemikiran yang berbeda dengan anak gadisnya. Persepsi kebahagiaan yang mungkin diartikan dengan berbeda.

Sang gadis mencoba menulis surat, surat yang entah kapan akan sampai ke tangan ibunya, karena ia pun tak mempunyai keberanian dalam mengirimkannya.

Thursday, February 20, 2014

Bukan Gadis Berkerudung Merah




Ya Allah, bukakan dan ringankan lah hati untuk menjadi perempuan yang solehah walau saya bukan lah gadis berkerudung merah. Serta pertemukan, jatuh cintakan pun dijatuhi cinta oleh lelaki soleh yang mampu membimbing  untuk lebih dekat kepada-Mu. Lelaki yang baik untuk dunia serta akhirat. 

Bukan Gadis Berkerudung Merah,

Wednesday, January 22, 2014

Grow.



Tiba-tiba saya menemukan sebuah buku tulis yang baru terisi satu lembar. Sesaat kemudian mulai tersenyum-senyum sendiri saat menelusuri kata demi kata yang tertera. Terkadang ada perasaan geli dengan diri di masa lalu. Haha. Kenangan mengantarkan sebuah proses kedewasaan dalam pola berpikir dan bertindak di masa sekarang. Saya harus benar-benar berterimakasih atas perjuangan-perjuangan saya dahulu yang telah berusaha dengan kerasnya dalam mengantarkan diri menjadi seperti sekarang.

Juli, 2013.

Bahkan saya sudah menulis tentang rengekan patah hati di lembar pertama dalam sebuah buku yang seharusnya saya jadikan ‘diary’.

Motif awal membuat buku diary lagi ?
    Mungkin.. karena dulu itu tumbuh rasa keinginan untuk nyamain kelakuan si Shone di film ‘A Crazy Little Thing Called Love’. Diawal saya menuliskan, “pengen kaya si P'shone yang menuliskan fase-fase perasaannya kepada si Nam lalu di dokumentasikan”. 

Sunday, January 19, 2014

?? - part 2



Di suatu malam, saya kembali mengetikkan beberapa kalimat. Tapi beberapa menit setelahnya saya mulai menekan tombol [x] di ujung kanan atas. Ketika ia bertanya apakah saya ingin menyimpan tulisan tersebut atau tidak, saya pun mulai menekan tulisan “No” . Kejadian seperti ini bukan pertama kalinya terjadi. Akhir-akhir ini saya memang terlampau sering mengalami hal seperti ini. Diakhir, saya akan tersenyum kecut ke arah layar, dan ya.. terimakasih karena sudah mencoba menghabiskan waktu saya.
Apakah wajar jika seseorang mulai kehilangan inspirasinya untuk menulis ? Padahal ada begitu banyak hal yang ingin saya tuliskan. Namun ketika mulai menatap layar, pikiran saya mulai mengosong dan semua kata terasa ambigu.

Saya tahu, ada yang salah dalam diri saya sekarang.

Sunday, December 8, 2013

Dinner Pusman UGM


Bismillahhirrahmannirrahiim -

“ Karena, bisa bertemu dan berkumpul dengan mereka yang mempunyai impian sama denganmu sangatlah menyenangkan. Tidak  ada kalimat untuk saling meragukan impian yang tertera, bahkan tercipta kalimat tentang kuat nya rasa percaya akan masing-masing dari kita yang mampu untuk menggapainya. Karena melangkah bersama akan terasa lebih ringan dibanding harus melangkah sendirian. Walau pada akhirnya nanti harus berpisah, namun satu yang akan teringat, bahwa disana masih ada mereka yang sedang mewujudkan mimpi yang sama seperti saya. “

..
..

Seminggu yang lalu, 1 Desember 2013, saya mendapatkan pengalaman super menyenangkan bersama teman-teman keluarga di PUSMAN.

Saya merasa benar-benar menjadi diri saya sendiri ketika bersama mereka. Bersama mereka, saya tidak merasakan rasa takut seperti yang biasa saya rasakan jika bersebelahan dengan laki-laki lainnya. Karena mereka sudah benar-benar menjadi seperti keluarga bagi saya. Bahkan saking saya merasakan rasa nyaman ketika berada di dekat mereka, saya rasa perasaan cinta itu tidak akan muncul. Karena ada yang lebih dari cinta, yaitu perasaan sayang seakan kami benar-benar terikat oleh hubungan darah.

Saya tertawa. Tersenyum. Bertingkah kekanak-kanakan. Ngambek. Kadang terlihat egois. Kasar. Lemah. Semua terjadi begitu saja ketika berada di dekat mereka. Tidak ada perasaan lelah karena harus berpura-pura untuk bersikap baik.

Bersama mereka, saya mendapatkan banyak pelajaran berharga. Karena tak sedikit dari mereka adalah orang-orang yang telah sukses di bidangnya. Seperti mas Bagus yang seorang seniman, yang karya lukisannya dihargai sebesar 30juta, yang telah sering berangkat keluar negri tanpa harus mengeluarkan uang sendiri. Ada yang telah bekerja di perusahaan Jerman dan akan berangkat kesana tahun depan. Mereka semua tak hemat kata dalam membagi pengalaman-pengalaman dan nasihat-nasihat untuk mendorong kami yang belum seperti mereka untuk segera menyusul agar bisa jadi seperti mereka, atau bahkan lebih.

Dan saya kaget ketika mengetahui fakta bahwa Bimo, Bobi, dan Wawan masih mahasiswa angkatan 2013 ?! Lalu si Dimas yang ternyata juga baru angkatan 2012.  Saya dan Riska masih berada di tengah-tengah, yaitu angkatan 2011. Sedangkan Mas Ido, mas Hari dan Mba Erni adalah angkatan 2010. Mas Irvand angkatan 2009. Mas Fachmie yang sepertinya angkatan 2008. Mba Indri angkatan 2007. Mas Edo angkatan 2006.  Dan Mas Bagus yang…. Entah angkatan berapa ya kira-kira (.__.) ?

Karena hal tersebut, saya suka sekali mengatakan kepada Bimo, Bobi, Wawan dan Dimas, “Wah berarti kalian harus manggil aku dengan ‘mba’ dooong”. Dan tanpa bisa saya prediksi ternyata..… Bimo dan Bobi benar-benar melakukannya. JLEB. Tiba-tiba saya merasa menjadi sangat tua ketika dipanggil 'mba' oleh mereka. 

Oke.
Lanjut.

Jadi, sebelum berangkat ke tempat Mas Bagus, selaku yang mentraktir kami makan di rumah beliau, saya dan teman-teman sepakat untuk berkumpul terlebih dahulu di depan PUSMAN jam 5 sore. Tapi karena si Bobi dan Bimo datangnya telat, akhirnya kami baru bisa berangkat setelah maghrib dengan menggunakan mobil mas Edo. Dan saya baru tau kalau mas Edo ternyata alumni UII. Karena sebagian besar dari mereka adalah mahasiswa UGM, saya sempat mengira bahwa mas Edo termasuk di dalamnya.

Di dalam mobil kami berbicara mengenai banyak hal. Hal paling menggelikan adalah saat Bobi bertanya pada Bimo, “ Bim, lu bawa rantang gak ? “ . Hahaha, si Bobi emang yang paling excited terhadap dinner malam itu, bahkan dia terus mengirim sms ke mas Bagus untuk menanyakan apakah makanan sudah siap atau belum. Pun dia sempat bilang tentang makanan-makanan apa saja yang disukainya kepada mas Bagus #kodegariskeras.

The best Psychologist




Dalam sebulan ini, psikologis saya benar-benar terombang ambing. Ini lucu, saya adalah lulusan psikologi yang seakan membutuhkan seorang psikolog.

Di bulan ini, saya telah dua kali menolak pekerjaan, bukan murni karna kemauan saya, namun lebih didasari lingkungan yang tidak mendukung. Ini bukan pengalaman yang baik, namun ini lebih ke pengalaman yang buruk. Karena terkadang, menolak pekerjaan jauh lebih menyakitkan dibandingkan ditolak pekerjaan.

Pengalaman pertama saya menolak pekerjaan adalah dimulai ketika saya datang ke sebuah acara jobfair di Banjarmasin. Saya iseng meletakkan lamaran ke sebuah perusahaan yang lumayan besar dimana ia membuka cabang di kota saya ini. Saya mengikuti seleksi bersama seratusan orang, tes tersebut terbagi menjadi 3 tahap yang dilaksanakan dalam 2 bulan. Seleksi administrasi, psikotes, hingga wawancara. Saya pun lolos hingga tahap wawancara, dimana mulai muncul lah keraguan saya. Peserta yang lolos saat itu tertinggal menjadi 4 orang. Ketika wawancara, saya baru mengetahui bahwa wilayah kerja yang harus saya tangani adalah Kalimantan selatan dan Kalimantan tengah, dimana akan banyak perjalanan keluar kota yang harus di jalani. Dan ketika saya diskusikan ke keluarga, ternyata dari keluarga kurang memberikan dukungan. Betapa kagetnya saya ketika mas dari pihak perusahaan mengabari bahwa saya adalah satu-satunya yang terpilih untuk menjadi bagian dari perusahaan tersebut dan disiapkan untuk pergi menemui bos di kantor pusat di Jakarta sebelum bekerja di Banjarmasin. Posisi yang ditawarkan pun termasuk salah satu posisi tinggi untuk seorang fresh graduate seperti saya, hingga fasilitas-fasilitas dan gaji yang ditawarkan begitu sangat menggoda (yang tentu sesuai dengan beratnya tanggungjawab saya bila bekerja disitu).

Surat ke- 7 : Nyaman Vs Cinta



Hai, apa kabar ? 

Wah, rasanya seperti sudah lama sekali tidak menulis surat untuk kamu. Aku sebenarnya ingin bilang, walau aku tidak menulis surat bukan berarti aku melupakanmu.. tapi, aku mengurungkan kembali niat itu. Hehe.. karena faktanya, aku mungkin memang sedikit melupakanmu. Aku benar-benar  lebih memilih jujur seperti ini dibanding harus berbohong padamu. Hm. Aku mungkin terlalu asyik bermain dengan teman-teman dan kehidupanku sendiri. Aku seperti tenggelam di dalamnya. Aku benar-benar minta maaf. 

Lalu, tak sengaja aku mendengar sebuah lagu yang mengingatkanku kembali tentangmu. Benar-benar yang terbayang pertama kali olehku adalah kamu, walau aku tidak tau bentukmu seperti apa. Tapi kamu masih berwujud manusia kan ? Haha, siapa tau kamu ternyata lebih mirip malaikat. Aku mulai pintar menggombal dari terakhir aku menuliskan surat untukmu. 

Coba cek lagunya.

Entah..


Saya sudah mulai lelah..
Lelah dengan semua yang terjadi.

KKN 121




Hai hai, postingan kali ini di sponsori oleh sulitnya mengumpulkan semangat untuk menulis lagi. Heyuuh.
*melakukan pemanasan jari*

Kali ini, saya ingin sekali menuliskan cerita tentang keluarga baru yang saya temukan selama proses KKN. Hehe, iya, saya sudah KKN looooooooooh. KKN yang super menyenangkaaaaan.
*tebar-tebar bunga ala emot line*

Sebenarnya ini adalah postingan yang telat untuk dituliskan, karena ingatan saya tentang KKN pun sedikit demi sedikit sudah mulai memudar. KKN sudah berakhir sekitar…… entahlah (karna sudah hampir setengah tahun lebih), walau begitu saya dan teman-teman masih tetap berhubungan erat. Eh, tidak erat-erat juga sih. *lalu dibuang dari kelompok KKN unit 121*

Yap.
Saya berada di unit 121 yang dipercayakan kepada desa Wonolelo, dusun Ngagrong, di gunung Merbabu. Saya tidak ingin bercerita tentang bagaimana indahnya pemandangan di dusun tersebut, karena pasti akan jadi postingan yang paaaaaaanjang sekali dalam melukiskan keindahan disana. Seakan tidak ada kata yang cukup dalam mengiaskan indahnya alam disana. Dari sana, seakan dunia adalah milik kita (baik ini agak lebay). Tapi, memang betul. Pertama kali saya tiba disana untuk observasi, saya hanya bisa terbengong-bengong bagai orang kampung yang tidak pernah melihat pemandangan alam sebagus disana, rasanya seakan berada di surga walau saya tidak pernah tahu surga itu seperti apa. Yah, walau begitu surga pasti beribu kali lipat lebih bagus lagi, wah kalau di Ngagrong saja sudah sebagus itu bagaimana indahnya surga nanti ya. Mungkin saya akan pingsan saking takjubnya.

Saya pun sebenarnya juga tidak ingin bercerita mengenai keramahan penduduk disana, bagaimana semuanya sudah saya anggap seperti keluarga sendiri. Keakraban antar tetangga yang mereka bina sungguh lebih dari keluarga sendiri. Mungkin karena rumah disana berdekatan semua, berbeda dengan di kota yang jauh dipisahkan oleh sebongkah pagar. Saya teringat ketika saya sedang sakit, tiba-tiba saja ketika keluar rumah hampir semua ibu-ibu, adik-adik, dan para remaja putri menanyakan kondisi saya.

“ Mbak manda lagi sakit ya katanya ? “ 
“ Mbak ayo sini mampir rumah saya dulu, nanti saya buatkan minuman jahe biar mbak cepat sembuh “  
“ Mbak ayo sini saya pijatkan saja ya “ 

Dan baaaaaaanyak lagi.
Ketika saya dan teman-teman saya sedang mendaki gunung Merbabu dan kami terlambat pulang karena suatu hal pun, para warga sangat mengkhawatirkan kami sampai-sampai ada yang menangis. Beberapa mencoba menghubungi, namun hp kami semua memang dalam keadaan off. Ketika keesokannya kami sampai di posko (rumah kami selama di Ngagrong), para warga langsung menggerubungi dan menanyakan kabar kami semua. Hhaah.. itu hanya 0.0001% cerita tentang keramahan para warga selama sebulan kami berada disana.

Dan yang paling saya banggakan dari dusun tersebut adalah tentang penghafal Qur’annya. Jadi, disana memang ada sebuah mesjid serta TPA untuk menghafal Qur’an. Baru sekitar 2 tahun berdiri, namun warga sangat menerima nya dengan antusias. Para remaja yang baru berumur 15 tahun dsb telah berhasil menghafalkan sekitar 5 juz dalam 2 tahun. Para warga pun, baik ibu-ibu, anak2, serta remaja telah menggunakan jilbab syar’I panjang yang sesuai dengan syariat Allah. Kami pernah berdiskusi dengan para remaja disana, dan mereka benar-benar membuat saya takjub. Mereka bercerita tentang menjaga pandangan serta pergaulan dengan lawan jenis, serta tentang bau parfum yang tidak boleh dicium oleh kaum adam. Mereka bahkan membatasi sms dengan lawan jenis karena takut mendekati zina. Banyak hal yang saya pelajari dan ambil maknanya dari setiap ucapan serta perbuatan mereka. Jujur, saya disana bukan mengajar selayaknya mahasiswa KKN, namun saya lebih banyak belajar dari para warga desa disana, terutama masalah akhlak dan moral.

Baik, karena saya sudah lama tidak menulis, guna tetap menjaga otot-otot jari saya (hihi), sepertinya saya pun harus membatasi cerita-cerita indah yang banyak sekali terjadi selama saya disana. Saya menyesal kenapa saya tidak membuat buku harian semacam diary ketika berada disana. Banyak hal terindah selama hidup saya yang terjadi disana. Seperti saat membantu warga untuk menanam sayuran di ladang, serta bermain dengan para anak-anak kecil ke tengah hutan demi melihat air terjun yang ternyata sudah mengering. Haha, benar-benar hutan! Bukan hutan mainan atau olahan yang sudah dijadikan tempat pariwisata. Enggaaaaak. Dan saya hanya sendirian orang dewasanya, sedangkan yang lain adalah anak kecil. Saat itu yang lain sedang tidur, sih.

Hobby baru saya selama disana adalah berjemur di pagi hari ketika ada matahari, karena suhu udara disana sangat lah dingin. Yaiyalah, dusun itu termasuk yang dekat dengan puncak gunung Merbabu dibanding dusun lainnya. Namun, matahari juga jarang menampakkan sinarnya, jadi ketika di pagi hari terlihat matahari saya akan berteriak kesenangan dan meloncat keluar untuk merasakan kehangatan (?) hahaha. Mandi serasa bagai diguyur air es, bahkan terkadang lebih dingin. Kalau keluar malam-malam keatap buat nongkrong, saya biasanya menggunakan sarung tangan. Karna kalau tidak seperti itu benar-benar bisa menggigil. Bahkan di sore hari saja, kami sangat sering menggigil karena kedinginan. Btw, atap adalah tempat nongkrong terasik. Karena dari sana pemandangan pagi, siang, sore, bahkan malam (untuk melihat bintang) teramat amat amat amat amat sangat indaaaaah. Kalaupun malam saya harus sendirian nongkrong naik keatap, saya berani melakukannya (terlebih buat cari sinyal telponan sih, hahaha). Padahal disana sangat gelap karna hampir tidak ada lampu jalan. Tapi berkat itu, bintang menjadi terlihat sangat indah dari sana.

Begitu pula dengan teman saudara-saudari sekelompok saya yang sudah menjadi keluarga baru saya, kenangan dengan mereka tak kalah indah. Kita semua berada di bawah atap yang sama selama sebulan, makan dan minum yang sama, memandang bintang dan langit yang sama, merasakan keramahan yang sama, menonton film yang sama dengan menggunakan proyektor, serta hal lainnya. Bagaimana kita setiap malam selalu melakukan hal-hal bodoh indah bersama, seperti duduk diatas atap sampai larut malam sambil memandang bintang dan saling curhat satu sama lain, melakukan permainan kartu dengan hukuman-hukuman yang sangat menyebalkan seperti harus jujur-jujuran menjawab berbagai pertanyaan, menonton film dari yang sedih sampai ngakak bersama-sama sampai laruuut malam, dimarahin bersama-sama karena terlalu keras tertawa saat larut malam, memasak dan membersihkan rumah bersama-sama, pergi ke pasar bergantian, dll. Kita pernah menangis dan tertawa bersama. Kita pernah dimarahi dinasehati dan disayangi bersama-sama oleh banyak orang. Kita sering mengkhawatirkan satu sama lain, dan terkadang kita berdebat akibat terlalu khawatir akan keadaan satu sama lain. Kalian tahu, mereka sangat berarti bagi saya. Mereka tahu berbagai sifat yang bahkan jarang orang lain mengetahuinya. Mereka mampu membuat saya benar-benar menjadi diri saya sendiri saat berada di dekat kalian. Mereka mampu mengungkap sifat-sifat buruk saya dan tetap menerimanya dengan hati terbuka. Mereka tahu bahwa saya adalah orang yang sangat suka berbasa-basi, moody, pemarah, ngeyel, dsb. Mereka tahu bahwa saya terkadang sangat suka menyimpan segala nya sendiri dan berkata baik-baik saja agar tidak membuat orang lain khawatir, tapi disaat tertentu dapat menjadi sangat sering mengeluh dan terus saja mengeluh. Saya terkadang menjadi menyebalkan dan senang sekali melakukan sebuah permainan psikologis untuk orang lain, mereka tahu bahwa terkadang saya bisa jadi sejahat itu. Mereka tahu bahwa saya sangat suka tiba-tiba menghilang tanpa kabar ketika berada di posko dan berjalan keluar sendirian. Mereka tahu bahwa saya sangat gengsi hanya untuk berkata rindu dengan mereka bahkan disaat saya benar-benar sangat rindu, tapi ketika hal tersebut sudah tidak dapat ditahan lagi maka saya pun akan mengatakannya dg jujur. Tentu saja, merindukan mereka adalah hal yang sangat mudah bagi saya.

Kita pernah menakhlukan gunung bersama-sama, kita juga pernah menakhlukan arung jeram bersama-sama, kita sering menakhlukan kesunyian malam dan berbagi cerita bersama. Bahkan jika yang kita bicarakan adalah hal yang sudah diungkit berkali-kali, kita tidak pernah bosan dan tetap tertawa. Karena hal konyol itu, cerita manis itu, hanya kita yang tau dan merasakan betapa berharganya itu. Mereka, harta berharga saya. Sungguh.

Sebelum ingatan itu semakin memudar satu demi satu, maka izinkan saya untuk menorehkan sekilas tentang mereka secara singkat. Kami ber9 adalah saudara kakak beradik, maka saya akan menuliskannya dari yang urutan nya paling tua.

Puskaga



Banyak sekali yang tidak sempat saya tuliskan disini. Bahkan kenangan super berharga seperti kkn, moment ulangtahun, dsb nya pun sudah tak sempat lagi teruraikan dalam halaman blog ini. Salah satu yang membuat waktu saya sangat tersita dalam beberapa bulan ini (dan beberapa bulan yang akan datang) adalah PEKERJAAN. Haha, sumpah serasa jadi orang sok sibuk banget. Iyuh.

Surat teruntuk Diri Sendiri




Rasanya aneh, ketika -dengan tiba2- masa lalu mulai mengetuk kembali ruang ingatan kita. Mengetahui apa yang dulu tidak kamu ketahui, membuatmu berusaha menerka-nerka kejadian dulu yang pernah singgah. Hal itu tentu saja membuat memori-memori manis yang sempat kamu lupakan menjadi teringat lagi.
Semoga perasaan itu tidak kembali lagi, pinta hatimu.
Tapi apa daya, siapa yang tahu isi hati manusia selanjutnya kecuali Allah ? Dia Yang Maha Pengatur. Yang membuatmu lupa, dan membuatmu mengingat kembali.
Kata “seandainya dulu..” terus bermain di kepala.
Mengapa tiba-tiba harus mengetahuinya sekarang ?
Menyesal ? Tapi bukankah masa itu telah berlalu ? Mengetahuinya sekarang pun harusnya tidak akan mengubah apapun kan ?
Hanya saja.. ada sesuatu yang aneh disini, di hati. Seakan masih ada rasa yang tersisa.
Bahkan, jika dulu pun dapat mengetahuinya, apa yang akan berubah ? Kalian tetap akan seperti ini, jauh. Walau sebenarnya jarak ini terkadang menyakitkan. Namun, percaya lah bahwa Allah punya takdir-Nya sendiri, takdir yang jauh lebih indah. Dan kamu tidak ingin menodai nya dengan hal-hal buruk yang tidak disukai-Nya kan. Kau tahu, bahwa ia adalah orang yang benar-benar paham akan hal ini. 

Hey, smile.





Haha apa ya yang ingin aku tulis. Sebenarnya aku pun juga tidak tahu apa yang ingin aku tulis. Hanya saja, rasanya ingin sekali menuliskan sesuatu hingga terasa lega.

Lagi-lagi ini tentang rindu. Entah kenapa aku selalu dilemahkan oleh rindu. Aku tau, aku bukan lah orang yang cukup baik. Karna orang yang baik tau bagaimana cara mengontrol rindu disaat yang bukan waktunya. Aku seperti ini, wanita yang bisa jadi terdiam lama hanya karna rindu yang tiba-tiba datang. Aku harus bagaimana. Ini menyebalkan, aku begitu merindukannya, tapi aku tidak dapat berbuat apa-apa.

Pernah disuatu hari aku begitu ingin menemuimu dan tiba-tiba kita dipertemukan secara tidak sengaja, kau tahu, jantungku berdetak dengan sangat kencangnya hingga aku benar-benar bingung dan tidak tau harus berbuat apa saat itu. Yang bisa aku lakukan hanyalah terdiam seakan aku tidak terlalu peduli padamu. Aku terlalu sibuk menata detak jantungku sendiri. 

Moved.





Beberapa hal telah terjadi dan mulai mengubahku perlahan. Mungkin Manda yang dulu, akan berbeda dengan Manda yang sekarang. Aku merasa lebih kuat dalam menghadapi sesuatu. Beberapa hal itu menempa dan membangunkan kekuatan dalam diriku. Mungkin benar kata orang, semakin banyak cobaan yang menimpamu maka akan semakin matang pula kekuatanmu. Aku tidak pernah tau kalau aku ternyata sekuat ini, ya mungkin seberapa kuatnya diri seseorang itu memang akan terlihat ketika cobaan itu datang. Sebagaimana ia dapat menghadapi cobaan itu dengan tetap tegar berdiri. Aku pernah ingin menyerah dan melarikan diri, tentu saja. Sebelum "hal" itu datang, aku telah berencana untuk melarikan diri dan bersembunyi darinya. Namun, tentu saja aku telah menampar diriku sendiri atas rencana bodoh tersebut.

Cerita Iseng di Malam Hari




Bukankah manusia gak bisa memilih untuk jatuh cinta dengan siapa ?
Lalu, bagaimana jika akhirnya dia jatuh cinta pada orang yang salah ?
Yang bahkan tanpa disadarinya tiba-tiba namanya terus disebut dalam doa di tiap-tiap pertemuannya dengan Tuhan.
Ia tengah mencoba untuk tidak menyebut nama itu lagi di hadapan Tuhannya.
Namun, ia tidak bisa. Ia gagal.
Nama itu terus terucap tanpa disadari.
Bukan untuk meminta agar orang itu dapat menyukainya kembali, melainkan doa agar orang yang namanya terus disebut itu mendapatkan bahagia dan perlindungan yang besar dari-Nya.
Naïve.
Tentu saja.
Baginya, entah bodoh atau apa, jatuh cinta pada orang tersebut bukan tentang segala usaha untuk mendapatkannya.
Melainkan, tentang segala usaha agar dapat menyaksikan orang tersebut bahagia.
Karena baginya, melihat orang itu terus tersenyum sudah sangat menenangkan hatinya.

Autumn.





Ada orang yang hadir sesaat hanya untuk memperlihatkan kepada saya manisnya dicintai. Terimakasih karena telah pernah ada dan membuat saya tersenyum dengan pesan-pesan singkat yang sempat hadir, baik yang secara langsung anda tuliskan maupun yang dititipkan melalui sapaan orang lain. Kali ini, anda harus menemukan kebahagiaan anda yang sebenarnya. Yang ada padanya, tentu saja. Jangan tersesat terlalu jauh disini. Mungkin, saya bukan autumn yang dicari, saya hanya seorang summer bagi anda. Sebuah tempat singgah sebelum anda sempat menyadari perasaan yang sebenarnya. Kali ini, kita sama-sama harus terus bergerak. Bergerak memperbaiki diri. Seperti anda yang harus menemukan autumn anda sendiri, dan saya yang akan menjadi autumn bagi seorang yang lain.

Cerita ini, terimakasih. Terimakasih. Terimakasih. 

May's Music




Baek Ah Yeon : Three Things I Have Left
(Ost. Angel Eyes)


Translate lyric:

 I don’t know how to forget you
So I ask other people
How do I do it?
How can I forget him?
Can you teach me?
Whoever I meet
I always ask about breaking up
Should I do this?
Then can I forget him?
I am learning one by one
The first thing I learned
Is to not cry without you
Second, to not walk alone
Third, even if it hurts, to not call your name
And look for your warm hands
Even if I live for just one day
I said I wanted to look into your eyes and smile
You are still breathing inside of me like this
So how can I forget you?
The first thing I learned
Is to not cry without you
Second, to not walk alone
Third, even if it hurts, to not call your name
And look for your warm hands
To always smile even without you
To not say the words, I miss you
Even if I’m sad, even if it hurts
To not call your name and look for you again
Just remember this
Even if I go back to you
Don’t smile and look at me
The first thing I learned
Is to not cry without you
Second, to not walk alone
Third, even if it hurts, to not call your name
And look for your warm hands

Source : popgasa

Baik dan Buruk.




“ Apa yang akan terjadi, ketika tiba-tiba suatu hari, hatimu bilang; ternyata dialah orangnya, dialah orang yang ingin kunikahi. Bukan sosok yang kuimpi-impikan selama ini, tapi sosok yang mengenalku luar dan dalam. Yang dihadapannya aku bisa jadi manusia paling norak dan paling sok. Yang dihadapannya aku bisa menangis dan marah semauku tanpa takut dia hilang. “ –
Falafu

Beberapa hari ini saya ingin sekali menuliskan berbagai macam hal mengenai pikiran-pikiran yang berlarian di kepala. Namun, saya hanya malas untuk membuka word dan kemudian mulai menuangkannya. Salah satu sifat buruk saya. Padahal ketika saya memutuskan untuk menyimpannya sendiri sama saja dengan saya membiarkan diri saya semakin tenggelam di dalamnya. Dan ketika akhirnya saya memutuskan untuk menuliskannya, maka hal itu akan mengalir keluar dari kepala dan membuat saya lega. Begitu saja dan sangat sederhana. Yang akhirnya membuat saya kemudian menjadi lega sekali. Sangat.

Ya, mungkin kebanyakan perempuan ingin menikah dengan seorang yang telah mengenalnya luar dan dalam. Yang katanya, di depannya kita bisa menjadi apa saja, baik dan buruknya dari kita. Saya termasuk dari mereka yang menginginkannya. Tentu saja. Namun, bagaimana jika akhirnya kita tidak dapat menemukannya. Atau mungkin, kita pernah menemukannya namun akhirnya sengaja melewatkannya, karena ternyata ia tidak merasakan seperti yang kita rasakan. Ada masa saya akhirnya menangis bahkan tanpa sempat saya sadari ketika teralun sebuah lagu, hanya karena mengingat seorang sosok yang kita inginkan bahagianya diatas bahagia kita. Ya, karena dia adalah sosok yang selalu terbayang di kepala kita ketika semua lagu teralun, baik dan buruknya dia. Karena buruk dari ia pun bahkan telah kau terima tanpa kau bisa membantahnya. Ya, begitulah cinta.  Berjalan begitu saja sebelum sempat kita sadari, sebelum kita hendak berpikir untuk mengelaknya. Ketika kau begitu ingin membencinya namun ternyata telah terlambat, karena semua sifat buruknya pun telah dapat kau terima. Dan saya, pernah mencintai seseorang dengan sebegitunya. Mungkin, hal tersebutlah yang akhirnya membuat saya begitu menginginkan seorang pria yang dapat mencintai saya dengan begitu baiknya pula seperti yang pernah saya lakukan.

Namun bagaimana jika saya adalah termasuk dari para perempuan yang takut, takut ketika mendengar seseorang ternyata telah menyukai kita tanpa sempat kita sadar sebelumnya. Kita bahkan tidak bisa menerka apa yang telah membuat mereka jatuh cinta, sejak kapan, dan bagaimana cinta itu bisa bertahan dalam diri mereka. Saya hanya takut untuk mempercayai. Karena beberapa pikiran seperti; ‘mungkin ia hanya menyukai apa yang terlihat saja, bagaimana mungkin ia bisa menyukai bahkan tanpa ia mengetahui bagaimana sebenarnya saya yang sesungguhnya’ , ‘mungkin itu hanya cinta sesaatnya saja’, ‘mungkin ia hanya terlalu baik dan ingin menghibur karena kita terlihat begitu menyedihkan di matanya’, dan sebagainya yang terus berlarian di kepala saya. Ya, bagaimana mungkin seseorang bisa memutuskan untuk berani menyukai seseorang yang lain bahkan tanpa ia tahu sifat yang sesungguhnya dari orang tersebut ? Ia, mungkin hanya suka. Namun, bukan cinta.

Surat untuk Ichoy




Sahabat saya menikah, sahabat sedari tk. Yah, well, apa perasaanmu ? Tentu saja antara percaya dan tidak percaya. Karena kami sama-sama sulit untuk ‘dekat’ dengan laki-laki. Dekat dalam arti ingin mengenal lebih jauh tentang lawan jenis. Dan tiba-tibaaaaa…. Kabar pernikahan pun tiba. Saya kaget. Bahkan kami para sahabat sempat terpikir mungkin ini hanyalah sebuah reality show dari super tr*p . Well, itu mungkin saja kan :| ?

Tanpa panjang kata, ini hanyalah sebuah surat biasa dari surat yang terbiasa..

------------------------------------------------

Bismillaahirrahmaannirrahiim.

WAAA ICHOY AKHIRNYA KAWIN JUAAA *mata berkaca-kaca* <3

Haha. Okey. Test test test. *pasang dasi dan mengambil mikrofon*

…………………………… Bagian Serius …………………………

Benar-benar.



Pada akhirnya, apa yang harus aku lakukan ?
Rasanya seperti ingin mengatakan, " Biar aku yang menghilang dan pergi. " .
Sampai semuanya kembali membaik, pun bahagia.
Dan..
Sebelum akhirnya, semua pemeran terperosot semakin dalam di alur cerita yang salah.
Itu benar-benar tidak baik, kan ?

Tapi.. yah, entahlah.
Aku hanya benar-benar ingin melihat bahwa setiap dari mereka mendapatkan bahagianya. :)


Skenario Allah.


Beberapa hari ini rasanya mood saya seperti diaduk-aduk oleh berbagai macam kejadian. Ada yang menyenangkan, namun ada pula yang sedikit.. yah, sedikit membuat  terdiam dan merenung. Ada pula beberapa hal  konyol yang terjadi dalam hidup sehingga membuat saya malu bahkan hanya untuk sekedar mengingat.

Mereka bilang itu namanya “ terlalu polos “ .
Namun saya menyebutnya dengan “ Terlalu polos dan terlalu bego itu beda tipis “ .

“Engga, kamu engga bego. Kamu hanya terlalu telmi, mand. “ – Hesti bisa-bisanya bilang begitu. Entah harus senang atau sedih mendengarnya.

Ada masa dimana saya mulai mempermalukan diri sendiri dan menjadi bahan tertawaan orang lain. Orang lain menganggapnya lucu, saya menganggapnya mencemaskan. Saya takut, dan mereka tertawa. Yah, terkadang memang tidak ada salahnya membahagiakan orang lain dengan kebodohan kita. Ingat kata pak Sus, luangkan waktu untuk membahagiakan orang lain. *kemudian mencoba untuk tersenyum*.

Cerita Dongeng dari Negeri Antah Berantah




Diceritakan dalam sebuah kisah tentang seorang gadis biasa yang menyukai pangeran. Namun, ibu dari sang gadis tidak menyetujuinya dikarenakan beberapa alasan. Salah satunya adalah karena adanya ketidakinginan melihat kesedihan putrinya yang bertahan dalam kisah kasih yang diam. Singkat kata, ibunya akhirnya berusaha menjodohkan anak gadisnya tersebut dengan lelaki lainnya. Namun, sang gadis tetap keras kepala. Hingga.. pada suatu saat akhirnya ia pun menyerah. Menyerah bukan karena ia mulai membenci sang pangeran, namun menyerah karena ia tahu pangeran akan lebih bahagia jika hidup dengan perempuan yang lainnya, perempuan yang mungkin lebih pantas untuknya. Sang Ibu pun riang bukan main, namun juga sedih melihat betapa gadisnya bertutur dengan jujur tentang perasaan ikhlas yang ia tujukan dalam melepas sang pangeran. Sang Ibu berhenti menjodohkan gadisnya dalam beberapa waktu. Akhirnya, sang gadis merasa bahagia dengan perasaan sendirinya tanpa harus cemas memikirkan apakah orang yang sedang ia pikirkan sedang dipeluk bahagia atau tidak, apakah ia bisa tidur nyenyak atau malah sedang bermimpi buruk, apakah senyum tetap mengembang atau bahkan sedang tertahankan oleh dunia yang kadang iseng ingin mengujinya, dan.. ya sang gadis saat ini hanya tidak harus memikirkan tentang semua itu lagi. Ya, gadis itu merasa dirinya sendiri sedang bahagia. Ia sekarang hanya butuh memikirkan keluarga, sahabat, dan dirinya sendiri, dan terpenting adalah Tuhannya. Dalam kenyamanannya, ibu sang gadis ternyata mulai berpikir lain dan mengira ini adalah saat yang tepat untuk kembali mendatangkan seorang yang lain ke dalam kehidupan gadisnya. Namun sang gadis sama sekali tidak menginginkan hal tersebut. Ia kembali menolak mati-matian keinginan sang ibu. Ibunya pun mati-matian mengusahakan dengan segala cara yang ada. Akhirnya, sang gadis pun sudah lelah dengan pertemuan-pertemuan tidak sengaja yang ternyata sengaja diatur oleh ibunya, ia pun kembali menjelaskan kepada Ibunya bahwa ia ingin menemukan sendiri seorang yang akan ia sukai. Seorang yang ia inginkan untuk menemani hidupnya dalam berpuluh tahun bahkan sampai kematian yang memisahkan. Ia mempunyai luka yang masih basah, dan tidak sembarang orang mampu menyembuhkannya. Ibunya masih tidak mengerti. Atau mungkin mengerti, hanya saja ibunya mempunyai jalan pemikiran yang berbeda dengan anak gadisnya. Persepsi kebahagiaan yang mungkin diartikan dengan berbeda.

Sang gadis mencoba menulis surat, surat yang entah kapan akan sampai ke tangan ibunya, karena ia pun tak mempunyai keberanian dalam mengirimkannya.

Bukan Gadis Berkerudung Merah




Ya Allah, bukakan dan ringankan lah hati untuk menjadi perempuan yang solehah walau saya bukan lah gadis berkerudung merah. Serta pertemukan, jatuh cintakan pun dijatuhi cinta oleh lelaki soleh yang mampu membimbing  untuk lebih dekat kepada-Mu. Lelaki yang baik untuk dunia serta akhirat. 

Bukan Gadis Berkerudung Merah,

Grow.



Tiba-tiba saya menemukan sebuah buku tulis yang baru terisi satu lembar. Sesaat kemudian mulai tersenyum-senyum sendiri saat menelusuri kata demi kata yang tertera. Terkadang ada perasaan geli dengan diri di masa lalu. Haha. Kenangan mengantarkan sebuah proses kedewasaan dalam pola berpikir dan bertindak di masa sekarang. Saya harus benar-benar berterimakasih atas perjuangan-perjuangan saya dahulu yang telah berusaha dengan kerasnya dalam mengantarkan diri menjadi seperti sekarang.

Juli, 2013.

Bahkan saya sudah menulis tentang rengekan patah hati di lembar pertama dalam sebuah buku yang seharusnya saya jadikan ‘diary’.

Motif awal membuat buku diary lagi ?
    Mungkin.. karena dulu itu tumbuh rasa keinginan untuk nyamain kelakuan si Shone di film ‘A Crazy Little Thing Called Love’. Diawal saya menuliskan, “pengen kaya si P'shone yang menuliskan fase-fase perasaannya kepada si Nam lalu di dokumentasikan”. 

?? - part 2



Di suatu malam, saya kembali mengetikkan beberapa kalimat. Tapi beberapa menit setelahnya saya mulai menekan tombol [x] di ujung kanan atas. Ketika ia bertanya apakah saya ingin menyimpan tulisan tersebut atau tidak, saya pun mulai menekan tulisan “No” . Kejadian seperti ini bukan pertama kalinya terjadi. Akhir-akhir ini saya memang terlampau sering mengalami hal seperti ini. Diakhir, saya akan tersenyum kecut ke arah layar, dan ya.. terimakasih karena sudah mencoba menghabiskan waktu saya.
Apakah wajar jika seseorang mulai kehilangan inspirasinya untuk menulis ? Padahal ada begitu banyak hal yang ingin saya tuliskan. Namun ketika mulai menatap layar, pikiran saya mulai mengosong dan semua kata terasa ambigu.

Saya tahu, ada yang salah dalam diri saya sekarang.

Dinner Pusman UGM


Bismillahhirrahmannirrahiim -

“ Karena, bisa bertemu dan berkumpul dengan mereka yang mempunyai impian sama denganmu sangatlah menyenangkan. Tidak  ada kalimat untuk saling meragukan impian yang tertera, bahkan tercipta kalimat tentang kuat nya rasa percaya akan masing-masing dari kita yang mampu untuk menggapainya. Karena melangkah bersama akan terasa lebih ringan dibanding harus melangkah sendirian. Walau pada akhirnya nanti harus berpisah, namun satu yang akan teringat, bahwa disana masih ada mereka yang sedang mewujudkan mimpi yang sama seperti saya. “

..
..

Seminggu yang lalu, 1 Desember 2013, saya mendapatkan pengalaman super menyenangkan bersama teman-teman keluarga di PUSMAN.

Saya merasa benar-benar menjadi diri saya sendiri ketika bersama mereka. Bersama mereka, saya tidak merasakan rasa takut seperti yang biasa saya rasakan jika bersebelahan dengan laki-laki lainnya. Karena mereka sudah benar-benar menjadi seperti keluarga bagi saya. Bahkan saking saya merasakan rasa nyaman ketika berada di dekat mereka, saya rasa perasaan cinta itu tidak akan muncul. Karena ada yang lebih dari cinta, yaitu perasaan sayang seakan kami benar-benar terikat oleh hubungan darah.

Saya tertawa. Tersenyum. Bertingkah kekanak-kanakan. Ngambek. Kadang terlihat egois. Kasar. Lemah. Semua terjadi begitu saja ketika berada di dekat mereka. Tidak ada perasaan lelah karena harus berpura-pura untuk bersikap baik.

Bersama mereka, saya mendapatkan banyak pelajaran berharga. Karena tak sedikit dari mereka adalah orang-orang yang telah sukses di bidangnya. Seperti mas Bagus yang seorang seniman, yang karya lukisannya dihargai sebesar 30juta, yang telah sering berangkat keluar negri tanpa harus mengeluarkan uang sendiri. Ada yang telah bekerja di perusahaan Jerman dan akan berangkat kesana tahun depan. Mereka semua tak hemat kata dalam membagi pengalaman-pengalaman dan nasihat-nasihat untuk mendorong kami yang belum seperti mereka untuk segera menyusul agar bisa jadi seperti mereka, atau bahkan lebih.

Dan saya kaget ketika mengetahui fakta bahwa Bimo, Bobi, dan Wawan masih mahasiswa angkatan 2013 ?! Lalu si Dimas yang ternyata juga baru angkatan 2012.  Saya dan Riska masih berada di tengah-tengah, yaitu angkatan 2011. Sedangkan Mas Ido, mas Hari dan Mba Erni adalah angkatan 2010. Mas Irvand angkatan 2009. Mas Fachmie yang sepertinya angkatan 2008. Mba Indri angkatan 2007. Mas Edo angkatan 2006.  Dan Mas Bagus yang…. Entah angkatan berapa ya kira-kira (.__.) ?

Karena hal tersebut, saya suka sekali mengatakan kepada Bimo, Bobi, Wawan dan Dimas, “Wah berarti kalian harus manggil aku dengan ‘mba’ dooong”. Dan tanpa bisa saya prediksi ternyata..… Bimo dan Bobi benar-benar melakukannya. JLEB. Tiba-tiba saya merasa menjadi sangat tua ketika dipanggil 'mba' oleh mereka. 

Oke.
Lanjut.

Jadi, sebelum berangkat ke tempat Mas Bagus, selaku yang mentraktir kami makan di rumah beliau, saya dan teman-teman sepakat untuk berkumpul terlebih dahulu di depan PUSMAN jam 5 sore. Tapi karena si Bobi dan Bimo datangnya telat, akhirnya kami baru bisa berangkat setelah maghrib dengan menggunakan mobil mas Edo. Dan saya baru tau kalau mas Edo ternyata alumni UII. Karena sebagian besar dari mereka adalah mahasiswa UGM, saya sempat mengira bahwa mas Edo termasuk di dalamnya.

Di dalam mobil kami berbicara mengenai banyak hal. Hal paling menggelikan adalah saat Bobi bertanya pada Bimo, “ Bim, lu bawa rantang gak ? “ . Hahaha, si Bobi emang yang paling excited terhadap dinner malam itu, bahkan dia terus mengirim sms ke mas Bagus untuk menanyakan apakah makanan sudah siap atau belum. Pun dia sempat bilang tentang makanan-makanan apa saja yang disukainya kepada mas Bagus #kodegariskeras.